GAYO LUES | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gayo Lues turut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut sejak akhir November 2025. Bertempat di posko induk KONI Gayo Lues, Ketua KONI Gayo Lues Chairuddin memimpin langsung proses penyaluran bantuan sosial kepada pengungsi yang masih bertahan di sejumlah titik pengungsian. Bantuan tersebut merupakan dukungan logistik berupa paket sembako yang diterima dari KONI Provinsi Aceh.
Penyaluran dimulai pada Rabu, 7 Januari 2026, dengan prioritas distribusi diberikan kepada pengungsi yang berada di tenda-tenda darurat di Kampung Remukut dan Tetingi di wilayah Kecamatan Pantan Cuaca, serta Kampung Pasir dan Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya. Lokasi-lokasi ini merupakan bagian dari kawasan terdampak paling parah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses dan logistik dasar.
Dalam pernyataannya di sela-sela peluncuran bantuan, Chairuddin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan respon cepat dari KONI Provinsi Aceh, khususnya Ketua KONI Aceh Saipul Bahri beserta jajarannya yang telah mengirimkan paket sembako untuk membantu meringankan beban para penyintas. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diterima akan langsung disalurkan secara bertahap ke posko-posko pengungsi yang tersebar di sejumlah desa terdampak.
Menurut Chairuddin, banjir besar yang melanda Kabupaten Gayo Lues di penghujung November 2025 telah memasuki masa tanggap darurat yang cukup panjang. Sebulan lebih sejak kejadian awal, sejumlah warga masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian karena belum memungkinkan untuk kembali ke tempat tinggal mereka. Sebagian wilayah juga masih mengalami gangguan akses jalan dan pasokan kebutuhan pokok, yang menjadikan bantuan dari berbagai pihak sebagai penopang utama kebutuhan harian mereka.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya solidaritas dan kepedulian lintas sektor dalam menghadapi bencana. Meski KONI merupakan lembaga yang bergerak di bidang olahraga, kehadiran aktif dalam aksi kemanusiaan ini menurutnya adalah bentuk nyata tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat. Terlebih situasi yang dihadapi tidak hanya berdampak pada fisik dan ekonomi warga, tetapi juga mendorong kebutuhan akan dukungan moral dan kebersamaan.
Dalam proses distribusi, tim dari KONI Gayo Lues menghadapi medan yang cukup menantang. Jalan berlumpur, akses yang licin, dan jembatan darurat menjadi rintangan yang harus dilalui untuk menjangkau posko-posko pengungsian yang sebagian berada di wilayah perbukitan dan tepian sungai. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat tim untuk menyalurkan bantuan tepat sasaran.
Bantuan yang diberikan oleh KONI terdiri dari paket-paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, mie instan, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan logistik dasar warga selama beberapa hari ke depan, sembari menunggu dukungan lanjutan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya.
Chairuddin berharap agar setiap bentuk bantuan, kecil maupun besar, dapat menjadi pengurang beban dan pembangkit semangat bagi warga yang saat ini sedang berjuang untuk bertahan. Ia juga mengajak semua pihak, baik dari instansi pemerintahan, dunia usaha, maupun masyarakat luas untuk tetap membuka pintu kepedulian dan memberikan perhatian terhadap dampak bencana yang masih dirasakan oleh masyarakat Gayo Lues hingga kini.
Proses distribusi dipastikan akan terus berlanjut selama bantuan masih dibutuhkan, dan KONI Gayo Lues berkomitmen akan terus berada di tengah masyarakat, tidak hanya dalam dunia olahraga, tetapi juga dalam situasi krisis kemanusiaan. Dalam suasana darurat seperti ini, kebersamaan menjadi kekuatan utama untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik setelah bencana. (AMJ)



































