KUTACANE –WASPADA INDONESIA-Duka menyelimuti warga Strak Pisang, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara (Agara), setelah si jago merah melahap pemukiman mereka pada Sabtu (17/01/2026). Di tengah puing-puing sisa kebakaran, secercah kepedulian hadir melalui gerak cepat Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara.
Mengutamakan Kecepatan di Masa Kritis
Menyadari bahwa warga yang terdampak kehilangan harta benda termasuk peralatan memasak, Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagia Wati, mengambil langkah taktis. Alih-alih menunggu proses pembangunan dapur umum yang memakan waktu, pihaknya memilih mendistribusikan bantuan pangan siap saji.
Kami dari Dinas Sosial tidak menyediakan dapur umum di lokasi kebakaran tersebut, tapi kini kami akan menyediakan nasi bungkus bagi korban pasca kebakaran tersebut,” ujar Bahagia Wati kepada awak media, Minggu (18/01/2026).
Data dan Dampak Musibah
Berdasarkan pendataan terkini di lapangan, musibah ini memberikan dampak yang cukup besar bagi warga setempat:
Warga Terdampak: 38 Jiwa.
Total Keluarga: 12 Kepala Keluarga (KK).
Lokasi: Desa Strak Pisang, Kecamatan Babussalam.
Keputusan menyediakan nasi bungkus dinilai lebih efektif dalam situasi “masa panik”. Hal ini memastikan:
Kepastian Konsumsi: Korban yang masih syok tidak perlu memikirkan cara mengolah bahan makanan.
Efisiensi Distribusi: Makanan bisa langsung diantar ke titik-titik pengungsian sementara atau rumah kerabat tempat warga bernaung.
Kebersihan: Mengurangi risiko penumpukan limbah masak di lokasi bencana yang masih dalam tahap pembersihan.
Harapan Warga
Selain bantuan pangan, warga berharap adanya bantuan lanjutan berupa pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, serta bantuan material untuk membangun kembali hunian mereka yang hangus. Sinergi antara pemerintah daerah dan bantuan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu 12 KK tersebut bangkit dari keterpurukan.
Langkah Dinsos Agara ini menunjukkan transisi bantuan dari model kaku (harus ada dapur umum) ke model yang lebih fleksibel dan adaptif. Kehadiran pejabat publik di lapangan tak hanya memberikan bantuan fisik, tapi juga dukungan moral bagi para korban yang tengah berduka.{ ALIASA).

































