DPRK Aceh Tenggara Akan Panggil BPBD Terkait Dugaan Penumpukan Logistik Bantuan

Waspada Indonesia

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

50214 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara akan memanggil Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk dimintai klarifikasi setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan penumpukan logistik bantuan bencana di salah satu gudang milik BPBD.

Video yang beredar luas di media sosial itu menampilkan sejumlah barang bantuan masih tersimpan dalam jumlah cukup banyak. Di dalam tayangan tersebut, terlihat warga bersama petugas membuka pintu gudang dan menunjukkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, dan perlengkapan lainnya yang masih tersusun di rak dan lantai gudang.

Menindaklanjuti hal itu, anggota Komisi C DPRK Aceh Tenggara, Mirza Al Mahbubi, mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pimpinan dewan dan ketua komisi untuk mengambil langkah lanjutan. Komisi C disebut akan segera menjadwalkan pertemuan dengan pihak BPBD guna meminta penjelasan langsung atas temuan yang menimbulkan tanya di kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mirza, dirinya saat ini sedang berada di Banda Aceh untuk urusan dinas. Ia menyarankan agar informasi lebih lengkap mengenai agenda pemanggilan dapat ditanyakan langsung kepada Ketua Komisi C, Mufty Desky. Namun hingga berita ini disusun, upaya untuk menghubungi ketua komisi belum berhasil.

Baca Juga :  KIP Agara Sewa GOR Kutacane Rp 196 Juta Untuk Gudang Logistik Pemilu

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, yang juga dikonfirmasi lewat pesan singkat belum memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya saat ini masih di luar daerah, dan berjanji akan memberikan keterangan setelah tiba kembali di Kutacane.

Munculnya dugaan terkait tidak tersalurkannya bantuan tersebut menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Aceh Tenggara, terutama mengingat daerah ini cukup sering dilanda bencana alam seperti banjir dan longsor. Warga mempertanyakan alasan logistik tersebut masih berada di gudang, padahal terdapat sejumlah wilayah yang memerlukan bantuan dalam beberapa pekan terakhir.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak BPBD mengenai status logistik yang ditampilkan dalam video. Publik pun menunggu kejelasan, termasuk apakah barang-barang tersebut merupakan cadangan yang memang belum dijadwalkan untuk disalurkan, atau ada kendala administratif yang menyebabkan keterlambatan distribusi.

Baca Juga :  Hampir 100% Aparatur Negara Pusat di Wilayah Kerja KPPN Kutacane telah Menerima Tunjangan Hari Raya atas Beban APBN di Rekening Masing-masing Pegawai

Komisi C DPRK menilai klarifikasi dari BPBD penting untuk menjawab pertanyaan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penanganan bencana di daerah. Dewan berharap pemanggilan tersebut nantinya bisa memberikan gambaran utuh soal pengelolaan bantuan, sehingga tidak menimbulkan tafsir yang keliru di tengah masyarakat.

Pihak dewan juga berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya fungsi-fungsi pelayanan publik, terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Penanganan bantuan bencana menjadi salah satu fokus pengawasan, mengingat fungsinya yang sangat vital saat terjadi situasi darurat.

Komisi akan menunggu kepulangan para pihak terkait dari luar daerah sebelum menggelar pertemuan resmi di gedung DPRK Aceh Tenggara. Dalam waktu dekat, seluruh pihak yang berkepentingan akan dihimpun untuk membahas persoalan ini secara menyeluruh, agar tidak ada yang merasa dirugikan dan kejelasan informasi dapat diperoleh secara terbuka.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

BGN Hentikan Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Warga Harap Kepastian Layanan
H. Ran Bantah Tudingan Penjualan Aset Mobil PDAM Tirta Agara
Jaksa Agung Tunjuk Eddy Samrah, Putra Aceh Tenggara, Menjabat Aspidum Kejati Aceh
Delapan Penghargaan Nasional, Aceh Tenggara Kukuhkan Komitmen Bangun Keluarga Berkualitas dan Percepat Penurunan Stunting
Aset PDAM Tirta Agara Diduga Dijual Diam-diam, Penegak Hukum Mandek
Kinerja Polres Aceh Tenggara Diapresiasi, Yahdi Hasan Ramud Soroti Perlindungan Generasi Muda
Bupati HM Salim Fakhry Lepas 145 Mahasiswa KKN, Dorong Kemandirian dan Pemulihan Masyarakat Pascabencana di Aceh Tenggara
Dana CSR PLN Kutacane Dipertanyakan, Aliansi Pemuda Desak APH Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:17 WIB

Akses ke Sekolah Makin Kokoh, Jembatan Presisi di Rohil Mulai Dicor

Selasa, 25 November 2025 - 23:16 WIB

Wakil Bupati Rohil Jhony Charles BBA MBA Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional Ke-80

Senin, 24 November 2025 - 00:32 WIB

Pengadaan Mobil Dinas Sudah Dianggarkan Tahun 2024

Selasa, 18 November 2025 - 23:21 WIB

Dituding Abaikan Penyitaan Negara,PT SIS Disorot ; Masyarakat Adat Sakai Minta Ketegasan PT Agrinas

Selasa, 18 November 2025 - 23:08 WIB

Wabup Rohil Resmi Adukan Mujahirin ke Polres Rohil,Tokoh Adat;Menyentuh Marwah Daerah

Sabtu, 15 November 2025 - 20:55 WIB

Jhony Charles Klarifikasi Tuduhan Sebagai Pemodal,Itu Hoaks dan Fitnah

Kamis, 23 Oktober 2025 - 21:49 WIB

Diduga Dana BOS Tidak Tepat Sasaran;Ruang SD Negeri 006 Raja Bejamu Banyak Yang Keropos.

Selasa, 21 Oktober 2025 - 23:55 WIB

Polres Rokan Hilir Gerak Cepat Amankan Situasi Pasca Bentrok di Lahan PT UTS

Berita Terbaru