Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LIPPI) melaksanakan kegiatan Safari Ramadan dan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan diskusi publik pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan tersebut digelar di Caffe Jempol, yang berlokasi di Jalan Raya Tengah RT 01 RW 012 No. 1, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut mengusung tema “Spirit Ramadan: Mempererat Ukhuwah, Mengokohkan Kedaulatan, dan Sinergi Pemerintah Tingkatkan Ekonomi Rakyat.” Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPP LIPPI, tokoh pemuda, serta sejumlah aktivis yang turut berdiskusi mengenai berbagai isu strategis kebangsaan, khususnya terkait ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan peran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum DPP LIPPI, Dedi Siregar, dalam keterangannya menyampaikan bahwa momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan solidaritas sosial, serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, kondisi pasokan bahan pangan di Indonesia masih dalam keadaan aman dan stabil. Hal ini dapat dilihat dari ketersediaan stok bahan pokok di berbagai daerah serta harga yang relatif terjangkau bagi masyarakat.
“Kami melihat kesiapan pemerintah dalam menjaga pasokan dan harga bahan pangan menjelang Idul Fitri cukup baik. Ketersediaan cadangan pangan nasional masih memadai, sementara harga di pasaran secara umum masih dalam kondisi stabil dan dapat dijangkau oleh masyarakat,” ujar Dedi Siregar.
Lebih lanjut, DPP LIPPI juga memberikan apresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang dinilai berhasil menjaga stabilitas pasokan bahan pangan nasional sehingga masyarakat tidak mengalami kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Kami mengapresiasi langkah dan kebijakan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang dinilai berhasil memastikan ketersediaan stok bahan pangan nasional tetap aman. Stabilitas harga yang relatif terjaga di pasaran juga menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah berjalan dengan baik,” tambahnya.
Selain itu, DPP LIPPI juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program strategis yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor ketahanan pangan nasional. Salah satu capaian penting yang mendapat perhatian adalah keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan, terutama komoditas beras, pada awal tahun 2026.
Menurut Dedi, capaian tersebut merupakan langkah besar bagi Indonesia dalam memperkuat kedaulatan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan, khususnya beras, dalam waktu relatif singkat merupakan pencapaian strategis yang patut diapresiasi. Ini menjadi langkah penting bagi bangsa Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional,” jelasnya.
Tidak hanya itu, DPP LIPPI juga mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Program tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut Dedi Siregar, program MBG memberikan efek berganda bagi perekonomian karena mampu menyerap hasil produksi petani, peternak, serta pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak yang sangat luas. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga menggerakkan ekonomi daerah karena menyerap hasil panen petani, peternak, serta pelaku UMKM. Bahkan dapur-dapur MBG yang tersebar secara nasional juga membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” katanya.
Dalam diskusi publik yang digelar dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut, para peserta juga membahas pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kalangan pemuda dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
DPP LIPPI menilai bahwa semangat Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, memperkokoh persatuan bangsa, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Spirit Ramadan harus menjadi energi kolektif bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ukhuwah, menjaga kedaulatan bangsa, dan bersama-sama mendorong kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat,” ungkap Dedi.
Melalui kegiatan Safari Ramadan dan buka puasa bersama ini, DPP LIPPI berharap semangat kebersamaan dan persatuan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat dukungan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat ukhuwah, memperkuat dialog kebangsaan, serta mendorong sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun ekonomi rakyat yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tutup Dedi Siregar. (REF)



































