Germas PPA dan Mahasiswa Hukum UMRI Tuntut Keadilan Korban Perundungan Christopher di DPRD Provinsi Riau

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:56 WIB

50227 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Germas PPA dan Mahasiswa Hukum UMRI Tuntut Keadilan Korban Perundungan

Pekanbaru,  waspadaindonesia.com – Aksi peduli korban bullying (Perundungan)  kembali terjadi di Pekanbaru, Riau, pada tanggal (25/11/2025), menuntut keadilan untuk Christopher Butar-butar, siswa SD Negeri di Kabupaten Indragiri Hulu yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bullying. Selasa (2/12/2025).

“Kami menuntut aturan yang jelas dan tegas terkait pencegahan dan penanganan bullying di sekolah. Kami tidak ingin ada lagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan,” kata salah satu perwakilan aksi. Orang tua Christopher, yang hadir dalam aksi tersebut, meminta agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku bullying diberi sanksi yang setimpal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab sampai hari ini, anak-anak pelaku masih enak saja sekolah, sementara anak saya sudah meninggal karena perbuatan mereka, memukuli anak saya yang baru duduk dikelas Dua SD, seluruh tubuhnya sakit dan keluhan diperut yang disampaikan anak saya sewaktu dirumah sakit.

“Hati siapa yang tidak sakit dan sedih melihat kejadian ini”, katanya dihadapan Anggota Dewan dan seluruh mahasiswa yang ikut.

Baca Juga :  Tegas Jaga Marwah Institusi, Polda Riau Tindak Oknum Personel Polresta Pekanbaru atas Pelanggaran Prosedur Berat

“Kami ingin keadilan untuk anak kami. Kami tidak ingin ada lagi anak-anak yang menderita seperti ini,” katanya.

Aksi ini juga menuntut Pemerintah Provinsi Riau untuk segera membentuk Perda atau Pergub khusus tentang pencegahan dan penanganan kasus bullying.

“Kami ingin anak-anak kita aman dan terlindungi dari kekerasan,” tambah perwakilan aksi.

Kasus ini juga diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian dan pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih efektif dalam menangani kasus bullying.

“Kami ingin kasus ini menjadi contoh bagi kita semua bahwa kekerasan tidak dapat ditoleransi,” kata salah satu aktivis.

Ucapan terimakasih

Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada Germas PPA yang diketuai Ibu Rika, S.H., Penasehat Hukum, Jepri Sianturi, S.H., dan Anggota Dewan Provinsi Riau, Andi Darma Taufik, S.Kep., bersama Kapolsek Bukit Raya, yang hari ini bisa diterima dan didengarkan aspirasi yang disampaikan demi untuk anak-anak bangsa.

Mahasiswa UMRI juga menyampaikan permohonan yang isinya ada 8 poin. Langsung diserahkan Kepada wakil Rakyat yang menerima demonstrasi ini di kantor DPRD Provinsi Riau.

Baca Juga :  Polda Riau Siagakan Tim RAGA dan Brimob Jaga Pekanbaru Saat Blackout Sumatera

Diterima dan sebagai bukti langsung ditandatangani.

Orangtua korban didampingi dengan Germas PPA Pekanbaru beserta Mahasiswa UMRI menanyakan kapan bisa mendapatkan hasil dari aksi demo permohonan orangtua korban ini.

Wakil Rakyat yang menerima didampingi oleh Kapolsek Bukit Raya, beri kami waktu dua Minggu akan kami segerakan tim turun lapangan.

Setelah mendengar apa yang disampaikan anggota Dewan perwakilan Rakyat ini, pendemo dengan teratur keluar dari ruang rapat sesekali mengatakan, mengingatkan “Pak Dewan kami tunggu janji Bapak dua Minggu kedepan.

Dari mulai demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 25/11/2025 sampai saat ini 2/12/2025, sudah berjalan 8 hari.

Orangtua korban menunggu harapan empat hari lagi.

Sebab ini adalah harga untuk anaknya yang telah tiada dan selalu mengatakan biar tidak adalagi korban anak-anak yang lain, cukuplah anak saya yang mereka perlakukan seperti ini sambil Bapak korban meneteskan air mata.

Dimana lagi saat ini mau Natal dan Tahun Baru. Pasti lah kami mengingatnya.

 

Sumber: Orangtua Korban

Wartawan: Idham

Penulis: Ros.H

Berita Terkait

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap
Siswa SMAN 1 Pekanbaru Masuk First Team Good Day 2026 Riau
Tekankan Integritas, Kapolda Riau Minta Pelayanan Cepat Tanpa Viral
Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Kapolresta Pekanbaru Tekankan Hukum Berkeadilan
Hulubalang LAMR Lepas Herry Heryawan dengan Adat Melayu
Sidang Gugatan Mobil Senia di PN Pekanbaru Ruang Wirjono Projodikoro Ditunda
Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Resto Sanjaya Nusantara Demi Kelancaran 
Ajak Jadi Pelopor Keselamatan, Ditlantas Bersama Jasa Raharja Sosialisasi di Rumbai

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru