Germas PPA dan Mahasiswa Hukum UMRI Tuntut Keadilan Korban Perundungan Christopher di DPRD Provinsi Riau

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:56 WIB

50190 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Germas PPA dan Mahasiswa Hukum UMRI Tuntut Keadilan Korban Perundungan

Pekanbaru,  waspadaindonesia.com – Aksi peduli korban bullying (Perundungan)  kembali terjadi di Pekanbaru, Riau, pada tanggal (25/11/2025), menuntut keadilan untuk Christopher Butar-butar, siswa SD Negeri di Kabupaten Indragiri Hulu yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bullying. Selasa (2/12/2025).

“Kami menuntut aturan yang jelas dan tegas terkait pencegahan dan penanganan bullying di sekolah. Kami tidak ingin ada lagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan,” kata salah satu perwakilan aksi. Orang tua Christopher, yang hadir dalam aksi tersebut, meminta agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku bullying diberi sanksi yang setimpal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab sampai hari ini, anak-anak pelaku masih enak saja sekolah, sementara anak saya sudah meninggal karena perbuatan mereka, memukuli anak saya yang baru duduk dikelas Dua SD, seluruh tubuhnya sakit dan keluhan diperut yang disampaikan anak saya sewaktu dirumah sakit.

“Hati siapa yang tidak sakit dan sedih melihat kejadian ini”, katanya dihadapan Anggota Dewan dan seluruh mahasiswa yang ikut.

Baca Juga :  Cukup Menggunakan KTP, Masyarakat Dapat Menggunakan UHC Saat Berobat

“Kami ingin keadilan untuk anak kami. Kami tidak ingin ada lagi anak-anak yang menderita seperti ini,” katanya.

Aksi ini juga menuntut Pemerintah Provinsi Riau untuk segera membentuk Perda atau Pergub khusus tentang pencegahan dan penanganan kasus bullying.

“Kami ingin anak-anak kita aman dan terlindungi dari kekerasan,” tambah perwakilan aksi.

Kasus ini juga diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian dan pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih efektif dalam menangani kasus bullying.

“Kami ingin kasus ini menjadi contoh bagi kita semua bahwa kekerasan tidak dapat ditoleransi,” kata salah satu aktivis.

Ucapan terimakasih

Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada Germas PPA yang diketuai Ibu Rika, S.H., Penasehat Hukum, Jepri Sianturi, S.H., dan Anggota Dewan Provinsi Riau, Andi Darma Taufik, S.Kep., bersama Kapolsek Bukit Raya, yang hari ini bisa diterima dan didengarkan aspirasi yang disampaikan demi untuk anak-anak bangsa.

Mahasiswa UMRI juga menyampaikan permohonan yang isinya ada 8 poin. Langsung diserahkan Kepada wakil Rakyat yang menerima demonstrasi ini di kantor DPRD Provinsi Riau.

Baca Juga :  Owner Perumahan Grand Mansion Putri Asli Riau Yang Berkarya Di Jerman

Diterima dan sebagai bukti langsung ditandatangani.

Orangtua korban didampingi dengan Germas PPA Pekanbaru beserta Mahasiswa UMRI menanyakan kapan bisa mendapatkan hasil dari aksi demo permohonan orangtua korban ini.

Wakil Rakyat yang menerima didampingi oleh Kapolsek Bukit Raya, beri kami waktu dua Minggu akan kami segerakan tim turun lapangan.

Setelah mendengar apa yang disampaikan anggota Dewan perwakilan Rakyat ini, pendemo dengan teratur keluar dari ruang rapat sesekali mengatakan, mengingatkan “Pak Dewan kami tunggu janji Bapak dua Minggu kedepan.

Dari mulai demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 25/11/2025 sampai saat ini 2/12/2025, sudah berjalan 8 hari.

Orangtua korban menunggu harapan empat hari lagi.

Sebab ini adalah harga untuk anaknya yang telah tiada dan selalu mengatakan biar tidak adalagi korban anak-anak yang lain, cukuplah anak saya yang mereka perlakukan seperti ini sambil Bapak korban meneteskan air mata.

Dimana lagi saat ini mau Natal dan Tahun Baru. Pasti lah kami mengingatnya.

 

Sumber: Orangtua Korban

Wartawan: Idham

Penulis: Ros.H

Berita Terkait

JAGA TUAH LINDUNGI MARWAH, PANGLIMA BESAR HULUBALANG LAMR BERI RESTU KAMPUNG TANGGUH ANTI NARKOBA 
GELAR IKRAR PEMASYARAKATAN BERSIH, KANWIL DITJENPAS RIAU TEGASKAN PERANG LAWAN HALINAR
KAPOLDA RIAU: NARKOBA, KARHUTLA & KONFLIK AGRARIA BUTUH SINERGI POLISI-MEDIA 
PENYIDIK JADI PENUNTUT DI TIPIRING, PN PEKANBARU NYATAKAN KEWENANGANNYA GUGUR USAI VERZET
DUKUNG PANGAN NASIONAL, PROGRAM AYAM PETELUR LAPAS PEKANBARU DIPELAJARI LAPAS BANGKINANG 
WUJUDKAN DESA SADAR PANGAN AMAN, BBPOM & MAHARANI EDUKASI WARGA TANAH PUTIH TANJUNG MELAWAN
Akpersi Bicara, Hari Pers Dunia 2026: DPC Akpersi Pekanbaru Tegaskan Jurnalis Tak Boleh Hakimi, Wajib Taat UU PERS
TAK CUMA SIAP KERJA, LULUSAN SMKN 6 PEKANBARU JUGA UNGGUL KARAKTER: ORTU BANGGA AKHLAK ANAK BAGUS

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:18 WIB

TMMD Ke-128 Kodim Abdya Fokus Tuntaskan Rehab RTLH di Desa Gunung Cut

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:12 WIB

Satgas TMMD Kodim Abdya Tinggal Bersama Warga, Tiap Prajurit Punya Mamak Angkat di Desa Gunung Cut

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:18 WIB

Dansatgas TMMD 128 Abdya: Prajurit Kita Harus Bisa Jadi Teladan, Termasuk Jadi Imam Ibadah

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:53 WIB

Syiar Islam di Lokasi TMMD, Satgas Kodim Abdya Ajak Pelajar Unjuk Gigi di Lomba Tilawah & Adzan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:05 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya dan Warga Kebur Semenisasi RTLH di Desa Gunung Cut

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:38 WIB

Satgas TMMD ke-128 Hadirkan Fasilitas MCK Layak untuk Warga Gunung Cut

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:19 WIB

Dua Pekan Kerja Keras, Satgas TMMD Abdya Tembus 38 Persen Pembukaan Jalan

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:53 WIB

Rumah Nek Nurhabibah Dipercantik, Satgas TMMD Tambah Teras dan Kanopi

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pergoki Pelaku Begal Brigadir Arya Supena Tewas Ditembak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:07 WIB