Pasca Banjir Bandang, Jalan Nasional Aceh Tenggara–Gayo Lues Masih Lumpuh Total Memasuki Hari ke-16

Waspada Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 02:36 WIB

50587 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Memasuki hari ke-16 pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, akses utama Jalan Nasional yang menghubungkan wilayah ini dengan Kabupaten Gayo Lues masih lumpuh total hingga Jumat (12/12/2025). Badan jalan yang berada di kawasan Desa Simpur Jaya, Ketambe, rusak berat akibat diterjang derasnya aliran Sungai Alas yang meluap saat banjir bandang terjadi pada akhir November lalu. Hingga hari ini, tidak ada satu pun kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang dapat melintasi jalur tersebut.

Jalan nasional tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat di dua kabupaten pedalaman Aceh, baik untuk keperluan ekonomi, sosial, distribusi barang, hingga pendistribusian bantuan ke lokasi-lokasi terdampak bencana. Lumpuhnya jalur ini menyebabkan pengiriman logistik terhambat, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok melambung tinggi, dan sejumlah desa mengalami keterisoliran karena tidak tersambung dengan pusat pemerintahan dan wilayah lainnya.

Kondisi tersebut mendorong banyak pihak untuk mendesak percepatan penanganan ruas jalan yang putus tersebut. Bupati LSM LIRA Indonesia Aceh Tenggara, Fazriansyah, meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWSS I) agar bekerja maksimal dan segera menurunkan lebih banyak alat berat untuk memperbaiki kerusakan jalan. Ia menilai bahwa lambatnya perbaikan jalan tersebut tidak sebanding dengan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat luas. Menurutnya, panjang jalan yang terputus di titik Sungai Alas tersebut hanya puluhan meter, sehingga semestinya dapat segera ditangani jika alat berat yang dikerahkan lebih banyak.

Baca Juga :  Jembatan Proyek Mbarung-Kedataran Dibakar Orang Tak Dikenal, CV. Karya Abadi dan Dinas PUPR Aceh Tenggara Keluarkan Pernyataan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fazriansyah menyarankan agar BPJN menyewa hingga 20 unit excavator untuk mempercepat proses pengerjaan. Ia menekankan pentingnya mendatangkan alat berat jenis excavator CAT, yang dinilai lebih mampu menjangkau medan berat di lokasi banjir. Dari informasi yang dia peroleh dari PPK 35 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi, saat ini terdapat tujuh excavator di lokasi terdampak banjir. Namun, dari jumlah tersebut, hanya tiga unit yang dalam kondisi baik, sementara empat unit lainnya mengalami kerusakan.

Di lapangan, organisasi kemasyarakatan seperti LSM LIRA juga turut membantu warga terdampak dengan menyalurkan bantuan dan membantu proses evakuasi secara manual. Mereka harus berjalan kaki melewati perbukitan yang terjal dan jalur bekas longsor yang licin karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan. Perjuangan mereka mendistribusikan bantuan dilakukan di tengah keterbatasan logistik dan akses yang rusak.

Hal serupa diungkapkan oleh Husaimi Amin, seorang aparatur sipil negara yang bertugas di Kantor Camat Ketambe. Ia turut meninjau kondisi masyarakat di Desa Simpur Jaya dan menyaksikan langsung berbagai kesulitan yang dialami warga dalam memenuhi kebutuhan pokok. Husaimi menyatakan bahwa hingga siang hari, belum ada aktivitas perbaikan berlangsung meskipun alat berat telah ada di lokasi. Masyarakat setempat, kata dia, terpaksa membawa barang-barang kebutuhan harian dengan berjalan kaki sepanjang jalur yang rusak dan terjal, karena tidak ada kendaraan yang bisa digunakan.

Baca Juga :  Pemerintah Kute Bunga Melur Bentuk Koperasi Merah Putih

Koordinasi antara pihak terkait seperti BPJN, BWSS I, dan pemerintah daerah diharapkan menjadi kunci percepatan pemulihan akses yang sangat dinantikan masyarakat. Ketersediaan alat berat dan kehadiran petugas teknis yang aktif di lapangan menjadi harapan besar agar jalur utama Aceh Tenggara–Gayo Lues dapat segera dilewati kembali. Hingga berita ini dirilis, pihak BPJN melalui PPK 35 Jaya Yuliadi belum memberikan pernyataan resmi terkait kendala teknis maupun estimasi waktu penyelesaian perbaikan jalan.

Ketergantungan masyarakat terhadap jalur nasional ini tidak hanya sekadar soal transportasi, tetapi juga menyangkut kelangsungan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan perputaran logistik secara umum. Ketiadaan alternatif jalur darat membuat perbaikan ruas ini menjadi prioritas mutlak. Warga di kedua kabupaten kini menunggu kehadiran nyata pemerintah pusat melalui instansi teknis agar penderitaan mereka tidak semakin berkepanjangan di tengah masa sulit pascabanjir bandang yang telah menghancurkan banyak sendi kehidupan di wilayah ini.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Tak Hanya Menindak, Polres Aceh Tenggara Dorong Pemulihan 19 Penyalahguna Narkotika
Proses Kilat Polres Demak Dipertanyakan, Empat Saksi Mengaku Tak Tahu Peristiwa yang Disangkakan
Polres Kampar Dampingi Petani Jual 2.191 Kg Jagung Pipil ke Bulog Pekanbaru
Pekarangan Warga Polsek Teluk Meranti Digarap Polri Dukung Swasembada Pangan Tanam Cabai
Ketua DPRK Aceh Tenggara Apresiasi Raihan Opini WTP, Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Polsek Sabak Auh Berbagi Sembako Warga Selat Guntung Menyambut Hut Bhayangkara ke-80, Kapolsek Turun Langsung 
​Pertahankan Tren Positif, Pemkab Aceh Tenggara Kembali Raih Opini WTP atas LKPD TA 2025
Kanit Narkoba Aceh Tenggara Tidak Tau Malam & Hujan demi Pelan-pelan Memberantas Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:36 WIB

SMAN Plus Provinsi Riau Ukir Prestasi Passus Raih Juara 2 LKBBPB Riau 2026 Kampus UIR 

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:58 WIB

Kapolresta Pekanbaru Hadiri Pekanbaru Lestari Run 5K, Semarakkan HUT Kota Pekanbaru ke-242

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:09 WIB

Ditlantas Polda Riau Bagi Helm SNI, Kampanye Keselamatan di Kawasan CFD

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:43 WIB

Tanam 5 Kg Bibit Jagung: Polri Dampingi Petani Lubuk Sakai Wujudkan Ketahanan Pangan

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:47 WIB

Konfrens Polda Riau Bongkar TPPU Gading Gajah, Sita Rp.1,8 Milliar

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:24 WIB

Masuk Akpol 2026 Lewat Jalur Reguler, Polda Riau Tolak Kuota Titipan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:39 WIB

Ditlantas Polda Riau Ngopi Bareng Ojol, Rangkul Jadi Sahabat Lalu Lintas

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:55 WIB

Stop Galian C Liar, PLT Gubri: Urus Izin Biar PAD Masuk Kas Daerah

Berita Terbaru