Habis BBM, Gas, Kini Giliran Semen: Harga Tembus Rp80 Ribu di Tengah Musibah, Isa Alima Minta Negara Hadir

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 20:21 WIB

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | Banda Aceh — Di tengah suasana musibah yang belum benar-benar reda, rakyat kembali dihadapkan pada kenyataan pahit. Setelah BBM dan gas elpiji, kini semen ikut menghilang dari pasar. Harga melonjak tajam hingga menembus Rp80 ribu per sak di Banda Aceh. Diduga, kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain yang terdampak musibah. Di saat duka masih menggantung di langit Aceh, sebagian pelaku usaha dituding mempermainkan harga barang kebutuhan dasar.

Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, Drs. Isa Alima, menilai kondisi ini sebagai ujian serius bagi kehadiran negara. Menurutnya, lonjakan harga dan kelangkaan barang di tengah situasi darurat bukan sekadar persoalan mekanisme pasar, melainkan persoalan keadilan yang menyentuh langsung nurani publik.

“Ketika rakyat berjuang bangkit dari musibah, membenahi rumah yang rusak dan menata kembali kehidupan, harga justru dinaikkan setinggi langit. Ini melukai rasa keadilan,” ujar Isa Alima di Banda Aceh, Minggu (21/12).

Baca Juga :  3.000 Relawan ASN Pemerintah Aceh Diterjunkan ke Berbagai Daerah Terdampak Bencana di Aceh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, kelangkaan semen berdampak langsung pada ekonomi rakyat kecil. Aktivitas pembangunan tersendat, pekerja bangunan kehilangan penghasilan, dan proses pemulihan pascabencana berjalan pincang. “Yang miskin makin terjepit, yang lemah makin terhimpit,” katanya.

Menurut Isa, situasi ini memunculkan kesan seolah negara dan daerah menjauh dari penderitaan rakyat. Hukum tidak boleh hanya menjadi papan nama, sementara pasar dibiarkan liar tanpa kendali. “Negara harus hadir sebagai penjaga keadilan, bukan penonton,” tegasnya.

Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk segera melakukan sidak secara nyata dan terbuka. Jika ditemukan penimbunan, permainan harga, atau distribusi yang sengaja diputus, pelaku harus ditindak tegas, termasuk pencabutan izin usaha. “Hukum tidak boleh lunak ketika rakyat sedang terluka,” ujarnya.

Baca Juga :  Solidaritas Petani Nusantara: Tani Merdeka Aceh–Jateng Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Pidie Jaya

Ia juga mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh untuk turun tangan. Diam, menurutnya, bukan pilihan bagi lembaga ekonomi yang seharusnya berdiri bersama rakyat. “Jika lembaga ekonomi berjarak dari penderitaan masyarakat, maka relevansinya patut dipertanyakan,” kata Isa.

Di akhir pernyataannya, Isa Alima menegaskan pesan utama: negara harus adil dan hadir sekarang. “Bukan esok, bukan nanti. Hari ini. Karena di setiap harga yang dipermainkan, ada air mata rakyat yang jatuh diam-diam. Jika ini terus dibiarkan, yang runtuh bukan hanya bangunan, tetapi juga kepercayaan,” pungkasnya. [Redaksi]

Berita Terkait

“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh
Dorongan PPA Kepada Presiden Agar Pengelolaan Dana Rehap Rekon Bencana Diserahkan ke Aceh, Bukan Pusat
Relawan ASN Bersihkan Fasilitas Pendidikan di Tamiang, Sekda Pantau Langsung ke Lapangan

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 00:53 WIB

Partai Cinta Negeri Usung Pendiri Sekaligus Ketua Umumnya, Samsuri S.Pd.I., M.A., sebagai Capres RI 2029

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:17 WIB

Putusan MK Nomor 145/PUU-XXlll/2025, Teguhkan Peran Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Penyeimbang Kekuasaan 

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:14 WIB

DPP AKPERSI: Sobang Terancam Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian 

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:53 WIB

BNN Bongkar Produksi Vape Narkoba Omzet Rp 18 M, PW GPA DKI : BNN Selamatkan Ribuan Pemuda Dari Bahaya Narkoba

Jumat, 16 Januari 2026 - 04:24 WIB

Kamis, 15 Januari 2026 - 03:09 WIB

Kejati Malut diminta segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:04 WIB

RKAB PT HSM Dipersoalkan Aktivis Maluku Utara Datangi Dirjen Minerba dan PT CNGR

Senin, 12 Januari 2026 - 19:51 WIB

PDIP Ungkap 8 Tantangan Utama Bangsa dalam Penutupan Rakernas I

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB