Kapoksi Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Muhammad Rahul Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Polri di Riau, Ini Bukti Nyata Untuk Masyarakat

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:17 WIB

50144 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru – Program pembangunan 110 jembatan di Riau dinilai sebagai langkah konkret Polri dalam memperkuat konektivitas desa serta mendorong akses pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Kapoksi Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Muhammad Rahul, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang dinilai menghadirkan solusi nyata terhadap kebutuhan dasar warga di wilayah terpencil.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini proyek tersebut telah menunjukkan progres signifikan, di mana dari total 110 jembatan yang dirancang, sebanyak 27 unit telah rampung dan diresmikan, sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan maupun renovasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Kita bicara soal anak-anak yang sebelumnya harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah, hari ini mereka punya akses yang lebih aman dan layak.”

“Ini bukan sekadar pembangunan jembatan, ini tentang membangun masa depan,” ujar Rahul kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).

Menurut Rahul, keterlibatan Polri dalam pembangunan infrastruktur menunjukkan kepekaan institusi terhadap kondisi sosial masyarakat, meski fungsi utama kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban.

Baca Juga :  Negara Hadir di Tengah Duka: 3.349 Personel Dikerahkan Cari Korban Longsor Bandung Barat

Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk transformasi peran Polri yang tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam mendukung pembangunan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilai mampu mengimplementasikan arahan Presiden menjadi program nyata dengan dampak luas di daerah.

Selain itu, Kapolda Riau Herry Heryawan turut mendapat penilaian positif karena dinilai cepat dan progresif dalam mengeksekusi program pembangunan jembatan di lapangan.

“Saya melihat ini sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif. Arahan Presiden tidak berhenti di level kebijakan, tetapi langsung diwujudkan dalam bentuk kerja nyata.”

“Kapolri menunjukkan arah yang jelas, dan Kapolda Riau mampu mengeksekusinya dengan baik di lapangan,” katanya.

Rahul juga menyoroti pendekatan humanis dalam proses peresmian jembatan yang melibatkan dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat di sejumlah wilayah seperti Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang berdiskusi langsung dengan warga dan pelajar setempat.

Baca Juga :  Harapan Besar Rakyat Sampang Pada Sosok Aba Idi Sebagai Bupati Sampang

Ia menilai interaksi tersebut memperkuat kepercayaan publik karena masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pengambil kebijakan.

“Dialog ini penting, karena masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang mereka rasakan dan harapkan.”

“Ini memperkuat kepercayaan publik bahwa negara benar-benar hadir dan mendengar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rahul berharap program pembangunan jembatan ini dapat terus diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jembatan memiliki efek berantai terhadap peningkatan kualitas pendidikan, percepatan pertumbuhan ekonomi desa, serta penguatan sumber daya manusia.

“Kalau di Riau saja sudah direncanakan 110 jembatan dan baru tahap awal 27 yang selesai, ini menunjukkan komitmen yang besar.”

“Jika ini dilakukan secara masif di seluruh Indonesia, dampaknya akan sangat luas, terutama dalam memperkuat konektivitas desa, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tutupnya.***

Berita Terkait

Surat Penghentian Diduga Tak Bertaring, Proyek Tower Batununggal Jadi Sorotan Tajam
Warga Batujajar Mengamuk! Kios Diduga Penjual Obat Golongan G Digerebek Massa di Pasar Batujajar
Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wali Murid Apresiasi Psikotes di SMPN 17 Gresik, Ketua Komite Bantah Dugaan Pungli dan Soroti Pemberitaan yang Dinilai Kurang Berimbang
Rapor Merah Disdik Kota Bekasi: Dari Sengkarut SPMB, Mutasi Ilegal PPPK, hingga Dugaan Korupsi Meubeler Diadukan ke Kejari

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:08 WIB

H. Irmawan Dinilai Mampu Jawab Harapan Publik, Didorong Pimpin Aceh Tenggara 2029

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Dihantam Isu Jual Beli Proyek dan Dugaan KKN

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane Tekankan Disiplin dan Etika Medis

Berita Terbaru