Ruangan Staf Dan Ruangan Arsip di Kantor KUA Babussalam Sangat butuh Untuk Drenopasi

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

50167 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – WASPADA INDONESIA -kamis 2 Juli 2026.Kantor Urusan Agama (KUA) bukan sekadar tempat mencatat pernikahan. Ia adalah hulu dari berbagai pelayanan keagamaan masyarakat, mulai dari bimbingan manasik haji, urusan kemaslahatan keluarga, hingga pengelolaan zakat dan wakaf. Namun, fungsi krusial ini tampaknya belum didukung oleh infrastruktur yang memadai di KUA Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara.

​Sebagai wilayah yang berada tepat di pusat ibu kota kabupaten, KUA Babussalam idealnya menjadi barometer atau percontohan bagi kecamatan-kecamatan lain di Bumi Sepakat Segenap. Namun kenyataannya, kondisi fisik kantor ini justru sangat membutuhkan perhatian mendesak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

​Dua Ruangan Vital yang Terpasung Keterbatasan
​Berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan media Waspada Indonesia di lapangan, ditemukan fakta bahwa ruang gerak para abdi negara di kantor tersebut sangat terbatas. Titik krusial yang menjadi sorotan adalah ruang penyimpanan arsip dan ruang kerja para staf pegawai.

Baca Juga :  Warga Desak Inspektorat Aceh Tenggara Audit Dugaan Penyimpangan Dana Desa Batu Mbulan Asli

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kedua ruangan ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan jauh dari standar kelayakan operasional. Akibatnya, para pegawai terpaksa bekerja dalam kondisi berdesakan di tengah tumpukan dokumen. Ruangan yang sempit dan sumpek ini tidak hanya menciptakan atmosfer kerja yang tidak nyaman, tetapi secara psikologis juga dapat menurunkan produktivitas serta konsentrasi pegawai dalam melayani masyarakat.
​
​Lebih luas lagi, persoalan sempitnya ruang arsip bukan sekadar masalah estetika atau kenyamanan. Arsip KUA berisi dokumen-dokumen penting negara dan data personal masyarakat yang bersifat jangka panjang. Ruangan yang terlalu kerdil dan overload berisiko tinggi menciptakan kelembapan, mempercepat kerusakan dokumen fisik, hingga menyulitkan tata kelola administrasi saat dibutuhkan secara cepat.

Baca Juga :  Soal Dugaan Upeti Dana Pemberantasan Narkoba Desa di Kecamatan Lawe Alas, Camat Minta Nomor Rekening Ketua DPD LSM Penjara

​Di era modernisasi di mana pemerintah gencar mengampanyekan digitalisasi pelayanan, keterbatasan ruang fisik ini justru menjadi batu sandungan yang nyata di tingkat bawah.
​Desakan Tindakan Nyata dari Pemangku Kebijakan

​Mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan volume pelayanan di kecamatan pusat kota ini, kebijakan untuk merehabilitasi dan memperluas bangunan KUA Babussalam sudah berada di tahap darurat. Pemerintah daerah dan provinsi diharapkan tidak menutup mata atau sekadar menaruh rencana ini di atas kertas.

​Masyarakat dan berbagai elemen daerah mendesak adanya koordinasi lintas sektor—baik Pemkab, Pemprov, hingga Kementerian Agama wilayah—untuk segera mengalokasikan anggaran renovasi pada tahun anggaran berjalan. Memperbaiki KUA Babussalam bukan sekadar memperluas ruangan, melainkan investasi nyata untuk menjaga marwah pelayanan publik dan keagamaan yang layak, aman, dan manusiawi di jantung Aceh Tenggara.
Laporan aliasa.

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Bupati Karo Hadiri Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Toba 2026 di Mapolres Karo

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Kejari Nagan Raya Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Lewat Pemusnahan Barang Bukti

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Karo Diundang Tampilkan Potensi Wisata dan UMKM di FLEI 2026 Jakarta

Berita Terbaru