MANGGARAI, FLORES — WaspadaIndonesia.com
21 Agustus 2026 — Ketua Yayasan 78 Foundation yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Dr. Reagen, menyalurkan bantuan kemanusiaan di Kampung Pengungsi Mandiri, Kabupaten Manggarai, Kecamatan Reo, NTT. Langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian organisasi lintas wilayah bagi masyarakat Pulau Flores yang masih berjuang pascabencana gempa bumi.
dr. Reagen — Ketua Yayasan 78 Foundation & Ketua Umum BRN
“Kami hadir di sini untuk berbagi, meringankan beban saudara-saudara kita di NTT, khususnya di Pulau Flores — dari Ende, Sika, hingga Manggarai. Bantuan ini sifatnya sementara, sebagai tanda kehadiran kami di tengah kesulitan yang sedang dialami.”
Dalam kesempatan tersebut, dr. Reagen menyampaikan amanah sekaligus menegaskan komitmen yayasan yang menjangkau saudara-saudara dari Sabang sampai Merauke.
“Saya menyampaikan amanah dan komitmen Yayasan 78 Foundation — dari Padang, dari Aceh, sampai ke NTT ini. Semua saudara kita, di mana pun berada, perlu kita sadari bersama: bencana tidak mengenal suku, ras, dan agama. Kita adalah Indonesia. Ketika satu bagian bangsa tertimpa musibah, seluruh bangsa merasakannya. Maka kita pun harus saling menguatkan dan saling membantu.”
Di sela-sela penyaluran bantuan, dr. Reagen juga mencatat kebutuhan mendesak para pengungsi untuk disalurkan pada tahap berikutnya.
“Kami juga mencatat dengan saksama apa saja kebutuhan nyata yang bisa kami salurkan pada kesempatan berikutnya. Ini bukan pertemuan satu kali — ini awal dari kebersamaan kami untuk memastikan saudara-saudara kita di Flores bisa segera pulih dan bangkit kembali,” tandas dr. Reagen di hadapan para pengungsi dan awak media.
Kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan peraturan yang berlaku di Indonesia:
Pancasila Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab — Mengakui persamaan derajat sesama manusia tanpa membedakan suku, ras, maupun agama.
-UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana — Menekankan peran aktif masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dalam memberikan bantuan kemanusiaan serta mempercepat pemulihan pascabencana.
Semangat Persatuan Indonesia (Sila ke-3) — Bencana boleh memisahkan tempat tinggal, namun tidak akan pernah memutus ikatan persaudaraan sesama anak bangsa.(red)



































