PRINGSEWU — Proyek pembangunan saluran irigasi di Dusun Kerawang, Pekon Ambarawa Timur, Kabupaten Pringsewu, menjadi sorotan tajam LSM Trinusa. Hal ini menyusul banyaknya keluhan yang diterima dari para petani setempat terkait kualitas pengerjaan yang dinilai jauh di bawah standar.
Merespons keluhan tersebut, Hasanudin selaku pengurus LSM Trinusa Kabupaten Pringsewu turun langsung meninjau lokasi pengerjaan proyek. Hasil peninjauan di lapangan menemukan sejumlah kelalaian mendasar yang merugikan masyarakat.

Pemasangan batu pondasi saluran irigasi ternyata tidak dilakukan dengan penggalian tanah terlebih dahulu, melainkan hanya diletakkan begitu saja di permukaan tanah. Selain itu, material yang digunakan berupa batu putih, sementara takaran dan kualitas semen yang dipakai diduga tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.
Para petani di Dusun Kerawang sangat mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka khawatir jika proyek dibiarkan begitu saja, saluran irigasi tidak akan kuat menahan tekanan air dan tanah, sehingga mudah roboh dan rusak dalam waktu singkat. Padahal, proyek ini sangat diharapkan dapat menunjang pengairan sawah dan meningkatkan hasil panen mereka.

Merespons temuan di lapangan, Hasanudin selaku perwakilan LSM Trinusa mendesak pihak Dinas terkait untuk segera turun langsung melakukan pemeriksaan dan verifikasi di lokasi proyek. Apabila nantinya ditemukan ketidaksesuaian antara spesifikasi yang ditetapkan dengan realisasi di lapangan, maka pihak pelaksana wajib membongkar kembali dan memperbaikinya sesuai standar yang berlaku.
Kami minta dinas terkait segera hadir ke sini. Jika memang terbukti tidak sesuai spesifikasi, maka harus dibongkar dan dikerjakan ulang dengan benar. Jangan sampai uang rakyat habis, namun hasilnya tidak bermanfaat dan cepat rusak,” tegas Hasanudin di lokasi proyek, Senin (25/8/2026).
LSM Trinusa berjanji akan terus mengawal proses pembangunan ini hingga kualitasnya benar-benar layak dan dapat dipertanggungjawabkan, serta memberikan manfaat nyata bagi para petani di Pekon Ambarawa Timur.
RED



































