ACEH BESAR – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Jamaluddin Idham tidak hanya berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi, tetapi juga meninjau bantuan pengembangan usaha ayam petelur serta pembangunan jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan berbagai program pembangunan yang diperjuangkan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
Suasana penuh keakraban terlihat saat Jamaluddin Idham berdiskusi bersama masyarakat, kelompok peternak, dan petani.
Berbagai persoalan, kebutuhan, serta harapan warga disampaikan secara langsung, terutama menyangkut pengembangan sektor peternakan dan pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Aceh Besar.
Saat meninjau bantuan ayam petelur, Jamaluddin Idham memberikan perhatian terhadap potensi pengembangan usaha peternakan sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah.
Menurutnya, usaha peternakan ayam petelur memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan apabila dikelola secara baik dan mendapatkan dukungan berkelanjutan, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan, hingga penguatan kapasitas kelompok usaha masyarakat.
“Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Bantuan ayam petelur ini diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Jamaluddin Idham.
Selain sektor peternakan, Jamaluddin Idham juga meninjau pembangunan jaringan irigasi P3-TGAI yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Ia menegaskan, keberadaan jaringan irigasi yang memadai merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi petani, terutama untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan persawahan sehingga produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan.
“Pertanian merupakan salah satu sumber penghidupan utama masyarakat kita. Karena itu, keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas pertanian, meningkatkan hasil panen, dan memperkuat ketahanan pangan,” ungkapnya.
Jamaluddin Idham juga menegaskan bahwa berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Baginya, kunjungan langsung ke tengah masyarakat merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, sehingga program pembangunan yang diperjuangkan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya ingin terus hadir dan mendengarkan langsung suara masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat Aceh Besar tentu menjadi perhatian kita bersama untuk terus diperjuangkan,” tambahnya.
Tidak hanya bantuan ayam petelur dan pembangunan irigasi P3-TGAI, Jamaluddin Idham sebelumnya juga telah memperjuangkan dan menyalurkan berbagai bantuan sarana pendukung pertanian, di antaranya Combine Harvester Besar, Traktor Roda Empat, hand traktor, pompa air, serta program Irigasi Perpompaan (Irpom).
Berbagai bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong modernisasi sektor pertanian, meningkatkan efisiensi kerja petani, serta memperkuat produktivitas dan ketahanan pangan di Aceh.
Melalui rangkaian kunjungan dan penyaluran bantuan tersebut, Jamaluddin Idham berharap sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Aceh Besar semakin berkembang, sehingga mampu membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan peternak.
Ia pun berharap sinergi antara pemerintah, wakil rakyat, kelompok tani, kelompok peternak, dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak kepada kepentingan rakyat. (*)



































