Inilah Curhat Kartika Oman kepada Kementerian Agama RI Langsung Dari Tanah Suci

Waspada Indonesia

- Redaksi

Jumat, 21 Juli 2023 - 22:36 WIB

50322 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arab Saudi – Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia sudah sepakat bahwa quota haji tahun 2023 adalah 221.000 orang jemaah. Quota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler, dan 17.680 jemaah haji khusus.

Pemerintah terus menyiapkan ibadah haji sebaik mungkin. Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1444 Hijriah/2023 Masehi sebagai panduan bagi para tamu Allah.

Sementara itu, Jama’ah asal Indonesia Kartika Oman beserta keluarga, yang pada musim haji tahun 2023 ini, berkesempatan menjadi tamu Allah SWT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat di hubungi Lampumerahnews.id melalui sambungan telepon WhatsApp dirinya mengatakan baru dirinya mengucapkan syukur Alhamdulillah tahun ini dirinya bisa berangkat Haji bersama keluarga.

Baca Juga :  Pakar : Skandal Korupsi dan Pencucian Uang, Joe Biden Bakal Dimakzulkan dan Kena Sangsi Pidana

“Saya, mamah, kakak pertama, sama kakak ipar menjalankan Ibadah Haji. Terimakasih kepada para petugas haji terutama petugas kesehatan dan juga dari petugas pelindung jama’ah,” tutur Kartika, Rabu (19/7).

Kartika Oman juga menyoroti dan berpesan kepada pihak Kementerian Agama Republik Indonesia, perihal pelayanan saat Jama’ah lain yang berada di hotel.

“Untuk pemerintah Kementerian Agama semoga lebih diperhatikan, seperti masalah yang dihotel itu, seperti ganti-ganti seperai, kasur, kebersihan itu katanya dari handuk saja harus di loundry, tapi kalau di tim kami di kamar tidak. Itu diganti karena kami komplain ke pihak Manager hotel, jadi Manager menegur pihak OB,” ucap Kartika.

Baca Juga :  2.5 Tahun Terbentuk, Komunitas One Week One Juz Indonesia Lakukan Penguatan Pengurus

Tak hanya itu, Kartika juga sangat prihatin kepada Jama’ah lain yang mendapat makanan agak kurang layak bahkan ada yang basi.

“Lalu dari makannya waktu di arofah, di Mina banyak yang timpang. Makanannya kenapa sebelum tahun pergantian Corona itu di harga yang lebih jauh lebih murah tapi makanannya mengapa jauh lebih layak? Sedangkan setelah Corona harga lebih mahal tapi makanannya cukup tidak layak,” tutup Kartika. (fhm)

Berita Terkait

SATMA AMPI Madina: PETI Rantobi Diduga Terorganisir dan Kebal Hukum”
Dari Layanan Kesehatan hingga Pokir Pertanian: IWO-I Sampaikan Temuan Lapangan dalam Audiensi Bersama DPRD KBB
Kabupaten Bandung Barat Genjot Pengembangan Peternakan Sapi Perah di Wilayah Selatan untuk Pemerataan Ekonomi
DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur
SWI Ingatkan Pemerintah: Jangan Jadikan PWI Satu-satunya Mitra, Pers Harus Merdeka dan Berdaulat
Liputan Kandang Ayam Berujung Maut: Wartawan Masuk IGD Usai Dikeroyok
Struktur DPC.AWIBB Sukabumi Raya Jenguk Ketua Dewan Pengawas DPC.AWIBB-Iip Firdaus
2024, Orang Gayo ke Inggris Turun 25%

Berita Terkait

Senin, 1 September 2025 - 22:10 WIB

Rutan Balge Panjatkan Doa Bersama Untuk NKRI Yang Aman, Damai dan Sejahtera

Rabu, 18 Oktober 2023 - 18:08 WIB

Sukses di Danau Toba, Ulos 1.000 Meter Akan Dibentang Depan Istana Negara dan Keliling Monas

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB