Kisruh Dana Kesehatan di Ogan Ilir, Netizen: “Motong Duluan, Baru Turun ke Puskesmas”

Waspada Indonesia

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 00:57 WIB

50232 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ogan Ilir — Dunia maya Ogan Ilir kembali bergolak! Kali ini bukan soal politik, tapi dugaan setoran balik dana operasional kesehatan (BOK) dan dana JKN (kapitasi BPJS) dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir (Dinkes OI).

Unggahan dari akun Facebook bernama Yana Utama di grup publik “Ogan Ilir Memilih Pemimpin (OIMP)” menjadi pemicu ledakan perbincangan warganet.
Isi cuitannya membuat dahi berkerut dan amarah rakyat tersulut:

“Waduuh…!!! Rupanya bukan hanya dana biaya operasional kesehatan (BOK) Puskesmas yang disetor balik ke Dinkes Ogan Ilir…??!! Tapi juga dana JKN (Kapitasi BPJS) 10–15%.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komentar pun langsung mengalir deras.
Seorang pengguna menulis sarkastik: “Buat setoran kalu ke raje.”

Disambut oleh akun lain: “Dapat info setor balik ke inisial D di Dinkes bagian SDK. Jangan bae dio ngilang!”

Suasana semakin panas. Dalam dialek lokal, netizen menumpahkan kekesalan: “Peneng singgenye palak Dinas… lantak info OIMP. Ikak… tahan-tahan dokter gawi dunie, ade gale takdirnye.”

Baca Juga :  Ratusan MasyarakatTepati Anjungan Nagan Raya Saksikan Antaksi Debus Singa Nagan.

Bahkan muncul dugaan bahwa sulitnya layanan BPJS belakangan ini bukan tanpa sebab.
Salah satu komentar menohok:

“Apo itu penyebab bikin BPJS tanggungan pemerintah sekarang susah dan dipersulit?”

Komentar itu dibalas cepat:
“Berepe persen setoran balik dana BOK?”
Dan netizen lain membalas tegas:
“Samo pak, 10–15%. Puskesmas beraneka ragam, itu karena Dinkes motong duluan.”

Isu ini sontak menyebar ke berbagai grup media sosial warga Ogan Ilir.
Tak sedikit masyarakat menuntut klarifikasi terbuka dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OI, drg. Suryadi Muchzal, M.Kes, yang sebelumnya juga menjadi sorotan publik atas pengelolaan anggaran perjalanan dinas dan kegiatan internal.

Suara publik pun kini mulai diikuti oleh aktivis dan pemerhati sosial.
Ketua Pemerhati Situasi Terkini (PST), Rudi Hartawan, dengan nada tegas mengatakan:

“Kalau benar ada potongan dana BOK atau JKN, itu sama saja merampok hak masyarakat. Dana itu bukan uang pribadi pejabat, tapi uang rakyat untuk pelayanan kesehatan. Ini harus dibuka terang benderang!”

Baca Juga :  TMMD Reguler Kodim Palangka Raya Gelar Penyuluhan Rekrutmen TNI Kepada Siswa SMAN 1 Manuhing

Sementara itu, aktivis muda Ogan Ilir, Dewi Rahma, menambahkan: “Jangan tunggu viral baru bergerak. Dinkes harus transparan. Kalau perlu, BPK dan APH turun langsung. Kalau semua diam, maka dugaan ini bisa jadi kenyataan.”

Pernyataan itu disambut dukungan warga di kolom komentar.
Banyak yang menandai akun-akun pejabat dan instansi hukum, menuntut agar persoalan ini tidak berhenti di ranah media sosial semata.

Kini masyarakat Ogan Ilir menunggu langkah tegas dari APH (Aparat Penegak Hukum).
Apakah akan ada penyelidikan?
Ataukah seperti biasa, isu ini akan tenggelam bersama waktu?

Yang jelas, rakyat sudah berbicara.
Dan sekali lagi, media sosial membuktikan bahwa kebenaran tidak selalu datang dari podium kekuasaan, tapi dari suara rakyat yang muak dipermainkan.

“Jika benar ada setoran balik, itu bukan hanya penyimpangan, tapi pengkhianatan terhadap amanat kesehatan rakyat.”

Berita Terkait

IPSI KBB Kukuhkan Pengurus Baru, Fokus Cetak Atlet Pencak Silat Berprestasi 2026
Diduga Abaikan Putusan MA, Aktivitas Penebangan PT Arara Abadi Masih Berlangsung di Lahan Adat Batin Senger
Bupati Takalar DAENG MANYE dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Inspiratif Bidang Ekonomi Daerah pada ajang Herald.ID Award 2025
Minim Papan Proyek dan Akses Informasi, Pekerjaan Rutin Jalan Jabar Diduga Tak Akuntabel
Membangun Sinergi Lewat Tindakan Nyata: Transparansi dan Keterbukaan Polres Inhu Dukungan Nyata Kapolres Baru untuk Kemitraan dengan Media
Diduga Manipulasi Dana BOS, Kepala SMPN 2 Tanjung Raja dan Bendahara Jadi Sorotan Publik
BPN KBB Serahkan 250 Sertipikat PTSL 2025 di Desa Mekar Jaya, Sekaligus Sosialisasikan Sertipikat Elektronik
Asap Hitam di PT Antam, GMPB Desak Pemda dan Polres Bogor Usut Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:44 WIB

Lapas llA Pekanbaru Dorong Warga Binaan Hidup Sehat Lewat Senam Pagi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 00:55 WIB

Dukung Pendidikan Kesetaraan Bagi Warga Binaan, Lapas Pekanbaru Ikuti Arahan Proksi ke-11 Keminimipas

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:05 WIB

Kejati Riau Gelar Senam Bersama dan Penanaman Pohon, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Sehat dan Asri

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:57 WIB

Bimtek Penggunaan Aplikasi CMS Bank Riau Kepri Syariah untuk SMP Negeri oleh Kabid SMP Pekanbaru

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:14 WIB

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:36 WIB

Kalapas Pekanbaru Blusukan Bertajuk Waksabi, Perkuat Pengawasan dan Teguhkan Komitmen Pembinaan Warga Binaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:27 WIB

Terima Challenge Tanam Pohon dari Kapolda, Siswa SMA Riau Dapat SIM Gratis

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:12 WIB

Kerja Keras Polda Riau, Berhasil Tangkap Tersangka yang Caplok Lahan Tesso Nilo

Berita Terbaru