RS CILILIN DISOROT TAJAM: PUBLIK GERAM, DIREKTUR BUNGKAM DI TENGAH DUGAAAN KEGAGALAN LAYANAN KESEHATAN

Redaksi.

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 06:06 WIB

50463 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RS CILILIN DISOROT TAJAM: PUBLIK GERAM, DIREKTUR BUNGKAM DI TENGAH DUGAAAN KEGAGALAN LAYANAN KESEHATAN

Bandung Barat – Rumah Sakit Cililin (RS Cililin) kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga mengeluhkan lambannya pelayanan medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Keterlambatan penanganan pasien diduga mengancam keselamatan nyawa dan memicu kekecewaan publik.

*Direktur RS Cililin Pilih Bungkam*

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya klarifikasi kepada Direktur RS Cililin berakhir nihil, dengan sang direktur memilih bungkam tanpa memberikan pernyataan resmi. Sikap ini memicu kritik dan kecurigaan baru tentang manajemen rumah sakit.

*Diduga Kekurangan SDM dan Fasilitas*

Lambannya penanganan pasien di RS Cililin diduga disebabkan oleh keterbatasan tenaga medis, minimnya alat penunjang, serta lemahnya koordinasi antarunit layanan. Masalah ini bukan hanya terjadi sekali dua kali, tetapi berulang tanpa tindak lanjut yang jelas.

Baca Juga :  Bupati TRK Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI di Makodim 0116/Nagan Raya

*Gelombang Tuntutan: Evaluasi Menyeluruh dan Audit Independen*

Publik menuntut evaluasi total terhadap manajemen RS Cililin dan audit independen untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. “RS Cililin adalah fasilitas publik yang dibiayai uang rakyat. Jika pelayanannya buruk, maka rakyat berhak tahu di mana letak kesalahannya,” tegas salah satu warga Cililin.

*Indikasi Pelanggaran Aturan Pelayanan Kesehatan*

RS Cililin diduga melanggar Peraturan Menteri Kesehatan No. 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional. Jika terbukti, manajemen RS Cililin bisa dinilai melanggar standar pelayanan minimal dan berpotensi menghadapi sanksi administratif.

*Cermin Krisis Sistem Kesehatan Daerah*

Kasus RS Cililin menjadi potret kecil dari persoalan besar sistem kesehatan di daerah. Jika tidak ada reformasi serius, kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah akan terus terkikis. Publik menunggu jawaban dari Direktur RS Cililin tentang langkah-langkah perbaikan layanan kesehatan di masa depan.

Baca Juga :  Aktivis Golkar Dukung Kapolri Periksa Ketua KPK Firly Bahuri

Kasus ini pun menjadi pengingat keras bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat maupun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mengevaluasi serius RSUD Cililin sebagai salah satu rumah sakit yang menjadi tumpuan masyarakat pedesaan. Jangan sampai prinsip keadilan layanan kesehatan universal yang dijamin oleh BPJS Kesehatan justru dikerdilkan oleh praktik diskriminatif di lapangan.

Pihak RSUD Cililin belum memberikan keterangan resmi kepada awak media saat berita ini dimuat. Namun sejumlah pihak mendorong agar Ombudsman Republik Indonesia dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun tangan mengawasi praktik pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman, terutama terhadap masyarakat miskin pengguna BPJS. ***

Berita Terkait

Profesor Sutan Nasomal Yakini Presiden Prabowo Subianto Mendukung Pemekaran Daerah Secepatnya Masyarakat Menunggu Dengan Sangat !!
Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
Layanan Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda Permudah Akses Cuci Darah bagi Masyarakat Nagan Raya
SMPN 3 Padalarang Berikan Klarifikasi, Tegaskan Pengelolaan Dana Dilakukan Secara Transparan dan Berdasarkan Kesepakatan
Bupati Karo Lepas 65 Anggota Kontingen Gerakan Pramuka Cabang Kab. Karo Ikuti Jambore Daerah Sumut XI Tahun 2026.
Untuk Kemajuan Daerah Pemkab.Karo dan DPRD Sinergikan Pembahasan Ranperda Strategis
Pimpin Apel Gabungan ASN di Lingkungan Pemkab Karo, Bupati Karo Tekankan Optimalisasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah
Framing Negatif terhadap AHY dan Ibas Harus Dihentikan, Ruang Publik Harus Diisi dengan Fakta

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:52 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu, Pemasok Masih Diburu

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:17 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:35 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 19 Paket Narkotika Seberat 4,34 Gram

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:29 WIB

Polisi Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Desa Rigeb

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:23 WIB

Dukungan Guru Mengalir, Agustiandi Dipercaya Pimpin PGRI Cabang Pining

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:42 WIB

Bekerja Sepanjang Malam, HK Sukses Tangani Longsor Tetumpun, Arus Lalu Lintas Kembali Normal

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:37 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:57 WIB

Tradisi Pemberangkatan Personel Batalyon D Pelopor Dalam Rangka Pendidikan SIP 56 Tahun 2026

Berita Terbaru