NAGAN RAYA | Suasana duka menyelimuti keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nagan Raya setelah Iswandi Bin Razali, abang dari Agus Salim RZ—salah satu anggota aktif PWI setempat—meninggal dunia. Kabar duka tersebut disampaikan pada Sabtu 2 Mei 2026, dan langsung mendapat respons dari pengurus, anggota, serta simpatisan PWI di lingkungan Nagan Raya.
Iswandi Bin Razali wafat di rumah duka, meninggalkan keluarga besar dan sanak saudara yang merasa kehilangan. Kabar kepergiannya segera direspons oleh jajaran PWI Nagan Raya yang secara resmi menyatakan belasungkawa dan dukungan moril kepada anggota mereka, Agus Salim RZ, beserta keluarga almarhum. Sejak kabar duka tersebut tersebar, ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari rekan-rekan sesama wartawan, masyarakat, serta berbagai kalangan, mengharapkan almarhum diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Iswandi Bin Razali dikenal sebagai sosok yang bersahaja di lingkungan masyarakatnya. Meskipun tidak aktif di dunia wartawan, keberadaan almarhum sangat berarti bagi keluarga dan lingkungannya. Kehangatannya sebagai abang, khususnya bagi Agus Salim RZ yang selama ini berkiprah sebagai jurnalis, mempererat hubungan emosional di tengah keluarga besar mereka.
Prosesi pemakaman dilakukan secara sederhana namun penuh kekhidmatan di kampung halaman almarhum, dihadiri oleh keluarga, kerabat dekat, dan sejumlah anggota PWI Nagan Raya. Pengurus PWI turut hadir untuk menyampaikan empati dan mendampingi keluarga di tengah suasana duka. Ketua dan jajaran pengurus PWI Nagan Raya menegaskan komitmen kebersamaan dan kekeluargaan di antara anggota, terutama dalam situasi sulit seperti kehilangan anggota keluarga terdekat.
Kehilangan ini terasa mendalam terutama bagi Agus Salim RZ, yang selama ini dikenal sebagai anggota aktif dan berdedikasi di PWI Nagan Raya. Seluruh keluarga besar PWI berharap agar almarhum Iswandi Bin Razali mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi masa-masa sulit ini.
Dengan adanya duka ini, PWI Nagan Raya kembali menegaskan nilai-nilai solidaritas dan dukungan di antara anggota, tidak hanya dalam tugas-tugas jurnalistik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Rasa empati dan kepedulian menjadi semangat yang terus dijaga, baik dalam suka maupun duka, menjadi fondasi kokoh organisasi wartawan di tengah masyarakat Nagan Raya. (red)




































