Kenduri 40 Hari Rusni Binti Makam, Tradisi Doa dan Penguatan Ikatan Sosial di Nagan Raya

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 21:04 WIB

50781 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA | Malam itu, di sebuah rumah sederhana di Jalan SMAN 2 Seunagan, suasana haru bercampur hangat menyelimuti halaman yang dipenuhi kursi-kursi plastik dan tikar yang digelar rapi. Lampu-lampu temaram menerangi wajah-wajah yang hadir, sebagian besar adalah kerabat, tetangga, dan sahabat lama almarhumah Rusni Binti Makam. Mereka datang memenuhi undangan kenduri 40 hari, sebuah tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Desa Keude Linteung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

Kenduri 40 hari bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga peristiwa sosial yang sarat makna. Di Aceh, tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian penghormatan terakhir bagi seseorang yang telah berpulang. Setelah prosesi pemakaman dan tahlilan tujuh hari, keluarga yang ditinggalkan kembali mengundang masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhumah pada hari ke-40, sebuah penanda penting dalam perjalanan spiritual menurut keyakinan setempat.

Sejak pagi, aktivitas di rumah duka sudah tampak sibuk. Kaum ibu menyiapkan aneka hidangan khas Aceh, mulai dari kuah beulangong hingga kue-kue tradisional, sementara para pria membantu menata tempat dan mengatur logistik. Semua dilakukan secara gotong royong, tanpa pamrih, sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap keluarga yang sedang berduka. Di tengah kesibukan itu, terdengar suara anak-anak yang sesekali berlarian, menambah nuansa kehidupan di tengah suasana kehilangan.

Baca Juga :  Pemuda Keude Linteung Bersama Masyarakat  Gelar Zikir Sambut Malam 12 Rabiul Awal 1446 Hijriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika malam tiba, para tamu mulai berdatangan. Mereka disambut dengan senyum tulus dan ucapan terima kasih dari keluarga. Di ruang utama, seorang imam memimpin doa bersama, melantunkan ayat-ayat suci dan tahlil yang diamini oleh seluruh hadirin. Nama Rusni Binti Makam disebutkan berulang kali, seolah menjadi pengingat akan jejak kehidupan yang telah ditinggalkan. Doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya untuk almarhumah, tetapi juga untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dan kekuatan.

Tradisi kenduri 40 hari ini memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup, masyarakat Desa Keude Linteung tetap menjaga tradisi ini sebagai bagian dari identitas kolektif. Kenduri menjadi ruang pertemuan lintas generasi, tempat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong diwariskan secara alami. Tidak jarang, acara seperti ini juga menjadi ajang silaturahmi, mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan sehari-hari.

Bagi keluarga almarhumah, kehadiran masyarakat memberikan kekuatan tersendiri. Agus Salim RZ, S.Sos, perwakilan keluarga, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dan doa yang mengalir dari berbagai pihak. Ia mengakui, tanpa kehadiran dan bantuan masyarakat, beban duka yang mereka rasakan akan terasa jauh lebih berat. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan doa dari semua. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Amran Yunus, M.T., Membuka Secara Resmi Kegiatan Konsultasi Publik RDTR Kawasan Perkotaan Kecamatan Seunagan

Dampak dari tradisi ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh masyarakat luas. Kenduri menjadi sarana memperkuat jaringan sosial, menumbuhkan rasa saling peduli, dan menjaga harmoni di tengah kehidupan desa. Di saat yang sama, tradisi ini juga menjadi pengingat akan siklus kehidupan, bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta, dan yang tertinggal hanyalah doa serta kebaikan yang pernah dilakukan.

Ketika acara kenduri usai dan para tamu mulai berpamitan, suasana rumah duka perlahan kembali hening. Namun, kehangatan dan kebersamaan yang tercipta malam itu meninggalkan jejak yang dalam di hati setiap orang yang hadir. Tradisi kenduri 40 hari, dengan segala kesederhanaannya, telah menjadi jembatan antara dunia yang fana dan keabadian, antara yang telah pergi dan yang masih bertahan.

Di tengah tantangan zaman, masyarakat Desa Keude Linteung membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga fondasi untuk membangun masa depan yang lebih kuat dan penuh makna. Melalui kenduri 40 hari, mereka merawat nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat ikatan sosial, dan meneguhkan keyakinan bahwa dalam setiap duka, selalu ada ruang untuk kebersamaan dan harapan. (*)

Berita Terkait

Program MBG di Seunagan Timur Dorong Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja
Terima Kasih DPR RI ,DPD TMI Nagan Raya Aceh Dukung RUU Reforma Agraria untuk Lindungi Petani
Sertijab Keuchik Blang Baro Rambong Berlangsung Tertib, Saleh Ali Serahkan Amanah kepada Mustafa
Mengangkat Nama Batu Giok Nagan Raya ke Pentas Dunia, Tugu Giok Diusulkan Berdiri di Keude Seumot
Wacana Pemekaran Aceh Kembali Mengemuka, Pelayanan Publik dan Pemerataan Pembangunan Jadi Sorotan
Bupati TRK: Investasi Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Nagan Raya
Bupati TRK Resmi Lantik 125 Tuha Peut Gampong Se Kecamatan Beutong Periode 2026–2032
Kejari Nagan Raya Pimpin Apel Upacara HUT RI Ke 81

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Bersatu dalam Semangat Kemerdekaan, Muspika Sungai Mas, Masyarakat dan RAPI Gelar Pawai Bendera

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:13 WIB

Bakti Brimob untuk Negeri, Jembatan Penghubung Desa Sikundo Mulai Dibangun

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:01 WIB

​​Perkuat Silaturahmi, Unsur Muspika Sungai Mas Gelar Temu Ramah dengan Kapolsek Baru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:05 WIB

Menwa UTU Gelar Latihan Menembak di Lapangan Tembak Yonif 116/GS. Guna Untuk Asah Ketangkasan Dan Kedisiplinan

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:53 WIB

TMMD Ke-128 Kodim Abdya Rampung, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:36 WIB

Brimob Polda Aceh Batalyon C Pelopor bersama Tem Gabungan Temukan Senjata Tajam dan HP Lapas Kelas IIB Meulaboh,

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:28 WIB

Jamaluddin Idham Anggota DPR RI Komisi IV Sidak Gudang Perum Bulog Meulaboh

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:04 WIB

DPD LPSA Aceh Barat Gelar Buka Puasa Bersama Dan Pembagian Takjil

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:05 WIB

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB