KUTACANE | Kepolisian Resor Aceh Tenggara melalui Polsek Darul Hasanah, unsur TNI, serta masyarakat bergerak cepat setelah menerima laporan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan tersangkut di tumpukan kayu di aliran Sungai Kali Alas, Desa Tanjung Muda, Kecamatan Darul Hasanah, pada Selasa, 9 Desember 2025, sekira pukul 15.07 WIB. Penemuan tersebut sontak mengejutkan warga setempat yang tengah dalam kondisi waspada mengingat daerah tersebut baru saja terdampak banjir.
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Zulpikar, yang saat itu sedang mencari buah kelapa yang hanyut terbawa arus sungai akibat derasnya banjir. Sekitar pukul 15.00 WIB, ia melihat beberapa tumpukan buah kelapa tersangkut di antara kayu-kayu di pinggir aliran sungai. Namun, niatnya mengambil kelapa berubah menjadi kepanikan setelah mencium bau menyengat menyerupai bau bangkai.
Zulpikar kemudian mendekat dan mencoba membongkar tumpukan kayu tersebut karena curiga ada sesuatu di dalamnya. Setelah berhasil menggeser beberapa batang kayu, dirinya terkejut saat melihat sesosok tubuh manusia tergeletak tertindih di antara potongan batang kayu besar. Menyadari bahwa temuan itu adalah jasad manusia, ia segera menghubungi pihak Polsek Darul Hasanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Darul Hasanah bersama Kanit Reskrim dan beberapa anggota langsung menuju lokasi kejadian. Unsur TNI bersama masyarakat sekitar turut dikerahkan membantu proses evakuasi. Medan lokasi yang licin dan tertutup pepohonan serta semak belukar membuat proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Petugas gabungan bekerja cepat mengamankan lokasi dan memastikan proses pengangkatan jenazah dilakukan secara tertib.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RSU Sahudin Kutacane guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, belum dapat dipastikan penyebab kematian maupun identitas korban. Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum untuk mendapatkan petunjuk yang lebih jelas.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.I.K melalui Kasi Humas AKP J. Silalahi mengatakan bahwa penyelidikan intensif saat ini tengah dilakukan oleh tim. Pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait serta menggali informasi dari masyarakat sekitar agar dapat mengungkap siapa sebenarnya korban tersebut dan penyebab jasadnya ditemukan dalam kondisi demikian.
Selain itu, Polsek Darul Hasanah juga mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan patroli rutin di wilayah-wilayah rawan bencana. Hal ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat atas meningkatnya potensi gangguan keamanan dan keselamatan warga pascabanjir serta cuaca ekstrem yang masih berlangsung belakangan ini.
Kasi Humas juga menyatakan bahwa kerja sama antara kepolisian, TNI, dan warga sangat krusial dalam proses evakuasi maupun penanganan dini dalam situasi darurat. Ia menegaskan komitmen pihak kepolisian untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah bantaran sungai atau kawasan rawan bencana. Warga juga diminta untuk segera melaporkan jika menemui hal-hal mencurigakan atau menemukan korban dalam situasi darurat guna mempercepat tindakan penanganan.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi membuka kemungkinan bahwa mayat tersebut bisa saja hanyut dari wilayah lain terbawa arus sungai. Upaya pencarian informasi dan identifikasi akan terus dilakukan, termasuk melalui laporan orang hilang yang mungkin dapat membantu proses identifikasi jenazah. Pihak berwenang berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat agar dapat dicocokkan dengan data yang dikumpulkan.
Laporan : Salihan Beruh

































