PPA Dorong Rekonstruksi Pascabanjir Berbasis Konsep Bangun Lebih Baik Bagi Korban Bencana

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026 - 22:27 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | PIDIE JAYA – Partai Perjuangan Aceh (PPA) mendorong penataan ulang kawasan permukiman di wilayah terdampak banjir, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya, agar proses rekonstruksi pascabencana dilakukan dengan konsep build back better atau membangun lebih baik, aman, dan berkelanjutan.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Umum PPA, Prof Adjunct Dr Marniati MKes, dalam rangkaian kegiatan penanganan pascabencana banjir di Pidie Jaya, yang meliputi pembukaan posko kesehatan gratis, pendampingan pendidikan darurat, serta program trauma healing bagi anak-anak dan remaja terdampak.
Menurut Marniati, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi harus menjadi momentum untuk membangun kawasan permukiman yang lebih aman dan tangguh menghadapi potensi bencana berulang di masa depan. “Rekonstruksi pascabencana harus menjadi momentum untuk membangun lebih baik. Rumah-rumah yang sebelumnya terendam banjir perlu ditata ulang secara menyeluruh agar lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana berulang,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Pidie Jaya, Marniati juga menyampaikan keprihatinan terhadap proses pembersihan lokasi terdampak banjir yang dinilainya belum optimal. Ia menyoroti penggunaan alat berat yang tidak ideal sehingga justru berpotensi memperlambat proses pembersihan lumpur dan material sisa banjir.
Selain itu, Marniati menyesalkan belum adanya perencanaan yang jelas dan sistematis terkait pembuangan lumpur pascabanjir.

Baca Juga :  Kegigihan Dan Kerja Keras Satgas TMMD Ke 118 Kodim 0118/Subulussalam,Langsir Batu Padas Ke Desa Pedalaman

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, ia menilai upaya atau cara kerja yang dilakukan masih berjalan secara terpisah-pisah, tidak terencana dan terkoordinasi dengan baik, serta belum mengikuti sistem atau kerangka manajemen penanganan bencana yang jelas.
“Pemerintah seharusnya segera menetapkan kawasan pembuangan lumpur yang tetap di setiap kabupaten. Harus ada satu kawasan permanen, misalnya untuk menimbun lokasi yang dalam, sehingga pekerjaan ini tidak terus berulang setiap kali bencana terjadi,” tegasnya.

Ia mencontohkan kondisi di Pidie Jaya, di mana sebagian lumpur dibuang di depan Pendopo Wakil Bupati dan sebagian lainnya ditumpuk di pinggir jalan, yang menurutnya sangat tidak layak dan mencerminkan belum adanya manajemen penanganan yang sistematis.
Marniati menekankan pentingnya penataan kembali kawasan permukiman dengan melibatkan para pakar, mulai dari ahli kebencanaan, tata ruang, hingga arsitek-arsitek terbaik, agar desain hunian memiliki standar keselamatan tinggi, sistem drainase yang memadai, serta memanfaatkan teknologi modern.

Menurutnya, keterlibatan arsitektur berkelas dunia penting untuk memastikan kawasan permukiman yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga adaptif terhadap risiko bencana, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Upacara Pembukaan TMMD Ke 118 Kodim 0118/Subulussalam Resmi Di Buka Walikota Subulussalam

PPA juga mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera menerbitkan rencana rekonstruksi jangka pendek, menengah, dan panjang secara terintegrasi. Mengingat saat ini telah hampir 54 hari pascabanjir, percepatan perencanaan dinilai sangat mendesak agar pemulihan tidak berjalan stagnan.

Marniati mengingatkan, jika penanganan masa pemulihan tidak dilakukan secara tepat, Aceh berpotensi kehilangan 10 hingga 20 persen tenaga pendidik yang memilih pindah ke daerah lain demi mencari kehidupan yang lebih layak bagi masa depan anak-anak mereka.
“Aceh akan sangat dirugikan jika hal ini terjadi. Kehilangan pendidik berarti kehilangan masa depan generasi,” katanya.

Dorongan tersebut melengkapi komitmen PPA dalam penanganan pascabencana di Pidie Jaya, yang sebelumnya telah diwujudkan melalui layanan kesehatan gratis, pendampingan pendidikan, trauma healing, penyaluran bantuan sosial, serta pemberian beasiswa bagi anak-anak terdampak banjir.

Melalui rangkaian aksi kemanusiaan dan gagasan pemulihan ini, PPA menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pascabencana di Aceh secara menyeluruh, mulai dari aspek kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan permukiman yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan. [Redaksi]

Berita Terkait

Ketua PWM A.Malik Musa Memeberikan Arahan: Pendidikan Adalah Jalan Perubahan, Wisudawan Muhammadiyah Harus Menjadi Cahaya bagi Aceh dan Bangsa
Dua Tersangka Narkoba Diamankan Team Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir.
PPA Gandeng Tim Medis Profesional dan UUI Buka Posko Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir di Pidie Jaya
UNIBA dan Universitas Jabal Ghafur Resmikan Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi
Akses Jalan Rikit Gaib–Pantan Cuaca Masih Terputus, Polisi Lakukan Pengamanan dan Pantau Perkembangan
Amri kusuma laporkan Aipda Jack Donal ke divisi propam mabes polri
Lindungi Kaum Rentan, Publik Apresiasi Ketegasan Kapolda Sumbar dalam Kasus Penganiayaan Nenek
Tampang Surya pelaku penggelapan motor

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 22:39 WIB

Peringatan Isra’ Mi’raj di Pengungsian, Pemerintah dan Ulama Beri Dukungan Moril untuk Warga Agusen

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:18 WIB

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:42 WIB

Kapolres Gayo Lues Buka Akses Jalan Darurat Penghubung Desa Pertik–Desa Ekan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Kegiatan Dzikir dan Doa Tolak Bala di Kantor Camat Blangpegayon Jadi Bentuk Ikhtiar Masyarakat Menghadapi Bencana Hidrometeorologi

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:57 WIB

Laporkan Dugaan Tipikor Sektor Kesehatan, GAKORPAN Soroti Praktik Penggelembungan Anggaran di Puskesmas

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:00 WIB

KONI Gayo Lues Terjunkan Tim Salurkan Bantuan Sembako untuk Pengungsi Terdampak Banjir dan Longsor

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:16 WIB

Brimob Aceh, Hadir dalam Pengabdian, Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca Banjir Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 15:57 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Gotong Royong Bangun Bendungan Pengalihan Sungai Aih Bobo

Berita Terbaru

KEPULAUAN MERANTI

Pemkab Kepulauan Meranti dan Pemko Pekanbaru Teken MoU Kerja Sama Strategis

Senin, 12 Jan 2026 - 22:28 WIB