Dari Rantau untuk Kampuang: IKLA RGS RIAU Salurkan Bantuan Rp112 Juta bagi Dunsanak Terdampak Bencana di Agam

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:07 WIB

50243 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi-Sumbar,  waspadaindonesia.com – Pepatah Minangkabau menyebut, saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Rasa itulah yang dibawa para perantau Ikatan Keluarga Luhak Agam Rumah Gadang Sakato (IKLA RGS) Riau saat kembali menjejakkan kaki di ranah, menyapa kampung halaman yang tengah dilanda bencana hidrometeorologi.  Sabtu (10/01/2026).Sebanyak 47 orang perwakilan IKLA Riau hadir membawa amanah dari rantau, bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga titipan rindu, empati, dan ikatan batin yang indak lapuak dek hujan, indak lakang dek paneh antara perantau dan kampung asal. Di rumah dinas Bupati Agam Belakang Balok.

Rombongan disambut langsung oleh Bupati Agam Benni Warlis Dt. Tan Batuah, didampingi Asisten I Setda Agam Yunilson, Camat Palupuh Nong Rianto, Camat Palembayan Sabirun, Sekcam Malalak Edwar, serta dua orang wali nagari dari Kecamatan Palupuh, yakni Wali Nagari Nan Limo dan Wali Nagari Pasia Laweh.

Dalam sambutannya, Bupati Agam menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian para perantau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Pelayanan Pihak Manajemen Perusahaan Swakarsa ME 2 dan Klinik Induk Pratama KBB Dinilai Sangat Baik

Ia menegaskan bahwa di tengah cobaan alam, kehadiran dunsanak dari rantau menjadi penguat moral dan penopang semangat masyarakat yang terdampak.

Kok kampuang ditimpo musibah, rantau dipanggia rasonyo.

Ketua IKLA Riau, Yosrizal, mengungkapkan bahwa IKLA merupakan payuang panji bagi seluruh organisasi perantau Luhak Agam di Riau, yang di dalamnya berhimpun berbagai ikatan keluarga seperti IKEDA, IKTR, dan IKK.

“Kami datang bukan sebagai tamu, tapi sebagai keluarga yang pulang melihat kampuang nan sedang taluko,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya sejumlah organisasi perantau, seperti IKABA dan IKEDA, telah lebih dahulu menyalurkan bantuan sebagai wujud kepedulian bersama, menandakan bahwa perantau Minangkabau tetap sapakat jo saiyo sakato ketika ranah ditimpa bencana.

Bantuan yang diserahkan IKLA Riau berjumlah Rp112 juta, dilengkapi beras, mi instan, serta pakaian layak pakai.

Seluruhnya merupakan hasil urang basamo mangko basamo, cerminan falsafah barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang.

Sementara itu, AKBP Darien, selaku Ketua Pengumpulan Dana, menegaskan bahwa dana tersebut merupakan amanah adat jo amanah batin.

Baca Juga :  Upacara Hari Pahlawan, Pjs Bupati Kepulauan Meranti Sampaikan Amanat Menteri Sosial RI

“Bantuan ini sepenuhnya untuk dunsanak kami yang tertimpa bencana. Berdosa rasanya jika terpakai untuk ongkos perjalanan. Ini titipan hati dari rantau,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia menambahkan, meski jarak memisahkan, batin perantau Minangkabau tetap berpaut pada kampung halaman.

“Kami boleh jauh di rantau, tapi raso kami tetap di ranah. Dunsanak sakik, kami turut maraso. Dunsanak susah, kami terpanggil,” tuturnya.

Adapun penyaluran bantuan dana dilakukan ke empat kecamatan terdampak, yaitu:

Kecamatan Palembayan sebesar Rp.43 juta

Kecamatan Tanjung Raya sebesar Rp.34 juta

Kecamatan Malalak sebesar Rp.23 juta

Kecamatan Palupuh sebesar Rp.12 juta.

Di tengah deru bencana, langkah para perantau ini menjadi bukti bahwa hubungan antara rantau dan ranah bukan sekadar ikatan geografis, melainkan ikatan batin yang diwariskan adat:

ka ateh indak bapucuak, ka bawah indak baurek, tapi bak sabatang pisang, patah tumbuah, hilang baganti.

 

Ardy BM

(Idam Lanun)

Berita Terkait

Bentuk Kepedulian kepada Anggota, Wakapolda Jabar Kunjungi Rumah Duka Aiptu Asep Suhara
Surat Penghentian Diduga Tak Bertaring, Proyek Tower Batununggal Jadi Sorotan Tajam
Warga Batujajar Mengamuk! Kios Diduga Penjual Obat Golongan G Digerebek Massa di Pasar Batujajar
Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wali Murid Apresiasi Psikotes di SMPN 17 Gresik, Ketua Komite Bantah Dugaan Pungli dan Soroti Pemberitaan yang Dinilai Kurang Berimbang

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Emak-emak di Lawe Penanggalan Blokir Jalan Tuntut Kepastian Bantuan Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Bantuan Bencana Hidrometeorologi Belum Turun, Korban di Aceh Tenggara Gelar Aksi Protes

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan

Berita Terbaru