Alarm Lemhannas 2026: Kebijakan Akan Gagal Total Jika Pembuatnya Buta Realita di Desa
JAKARTA, waspadaindonesia.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta calon pemimpin nasional tahun 2026 tidak alergi dengan lumpur. Pemimpin, kata dia, harus tahu bau sawah, bukan hanya lihai tanda tangan di ruang ber-AC, Kamis (4/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan Wapres saat membekali peserta Pendidikan Lemhannas RI di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 3/6/2026.
“Jangan tunggu rakyat teriak baru bergerak,” kata Wapres Gibran. Dia menegaskan kebijakan pemerintah pusat akan gagal total jika para pembuatnya buta realita yang terjadi di desa-desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan utama Wapres adalah carut-marut regulasi distribusi pupuk. Aturan yang tumpang tindih justru membuat petani sulit mendapat pupuk saat musim tanam tiba.
“Ini bukti kalau kebijakan tidak menjawab kebutuhan di lapangan,” tegas Wapres di hadapan peserta dari TNI, Polri, kementerian, dunia usaha, ormas, hingga delegasi mancanegara.
Untuk mencegah kebijakan gagal lagi, Wapres Gibran menginstruksikan peserta Lemhannas XXVII dan LXIX tahun 2026 untuk rutin turun ke daerah.
“Bangun komunikasi intensif dengan masyarakat biar tahu tantangan nyata yang dihadapi,” perintah Wapres.
Menurut Wapres, kepekaan adalah syarat mutlak pemimpin masa depan. Kebijakan tidak boleh lahir dari menara gading, tapi dari pemahaman utuh soal susahnya hidup rakyat kecil.
Pesan Wapres ini jadi alarm keras bahwa pemerintah serius membenahi aturan pupuk.
Keberpihakan pada petani ditunjukkan langsung dari Istana Wakil Presiden agar masalah di akar rumput cepat selesai.
Sumber: BPMI Setwapres
Editor: Rosbinner Hutagaol




































