*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,

Redaksi.

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:00 WIB

50587 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada Indonesia.com //  Bandung Barat – Sebelumnya tiga orang calon siswa mendaftarkan diri pada tahap dua SPMB dengan jalur afirmasi MBK(Murid Berkebutuhan Khusus) dan telah terverifikasi serta masuk rangking, namun pada rapat dewan guru kemudian siswa tersebut dinyatakan tidak lolos dengan alasan yang diduga dibuat-buat.

 

Padahal siswa-siswi tersebut telah menempuh prosedur dengan bukti surat keterangan dari dokter psikolog dari RS yang telah berlisensi sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Senin 14 juli kemarin para wali murid mencoba menanyakan hal tersebut kepada pihak Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang, namun jawaban pihak panitia bahwa surat keterangan yang dikeluarkan oleh dokter psikolog tidak sesuai dengan nilai raport siswa tersebut.

Baca Juga :  Angkutan Batubara Meresahkan, DPD KAMPUD Oku Timur Bersama Warga Martapura Geruduk Gedung DPRD Setempat

 

Padahal Jalur afirmasi Murid Berkebutuhan Khusus (MBK) tidak menggabungkan atau mensyaratkan kaitan antara nilai rapor dan surat keterangan dokter sebagai satu kesatuan penilaian.

Kedua dokumen tersebut merupakan komponen yang berdiri sendiri untuk kebutuhan verifikasi yang berbeda dalam proses penerimaan.

 

Kami merasa di vonis sepihak oleh pihak sekolah Pa, padahal semua prosedur telah kita tempuh sesuai prosedur jalur MBK serta tidak ada kepentingan lain yang menunggangi seperti yang di sampaikan oleh pihak panitia, kata salah seorang wali murid yang tidak mau disebutkan namanya, selasa(14/07).

Baca Juga :  Insentif RT/RW Desa Mandalamukti Cair 8 Juni Usai Desakan DPRD

 

Kami juga prihatin kepada anak-anak kami karena sudah masuk rangking tapi pada akhirnya tidak lolos dan mereka sekarang tertekan secara psikologi, imbuhnya.

 

Intinya kami minta keadilan dan perhatian dari pihak-pihak terkait terhadap kasus ini, jangan sampai anak kami menjadi korban dari kepentingan segelintir oknum yang menyalahgunakan jabatannya dan kami akan terus berjuang untuk anak-anak kami, pungkasnya. Team Investigasi

Berita Terkait

Bupati Karo Hadiri Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Toba 2026 di Mapolres Karo
Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa
Hadiri Rakornas TPAKD Bersama Presiden Prabowo, Bupati Karo Perkuat Akses Keuangan Warga
Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki
​Relawan Cahaya Bekasi Sambut Hangat Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Definitif: Momentum Tancap Gas Pembangunan
Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026
Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik
Bekasi Student Futsal Cup 2026 Diikuti 22 Tim, Prasetyo Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Raih Prestasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Hari Kedua Ops Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Karo Edukasi Pengendara Lewat Radio dan Turun ke Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD Bersama Presiden Prabowo, Bupati Karo Perkuat Akses Keuangan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Karo Diundang Tampilkan Potensi Wisata dan UMKM di FLEI 2026 Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

BUPATI KARO USULKAN 19 RANPERDA DI PARIPURNA DPRD, BAHAS PENDIDIKAN HINGGA KETAHANAN PANGAN

Berita Terbaru