Ken Setiawan Mengisi Roadshow PGNI di Yayasan Al-Huda Syifaul Qolbi dengan tema Diskusi Kebangsaan dalam rangka refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

hayat

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:33 WIB

50125 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung –Yayasan Al-Huda Syifaul Qolbi menggelar Roadshow Diskusi Kebangsaan dalam rangka refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kamis, 27 Agustus 2026.

Forum yang diikuti ratusan siswa, guru, dan wali murid tersebut menyoroti ancaman radikalisme dan ekstremisme yang kini dinilai semakin mudah menyasar anak melalui ruang digital.

Kegiatan yang menaungi lembaga pendidikan MTs dan SMA Assyifa itu digelar bekerja sama dengan Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Lampung serta menghadirkan Ken Setiawan, pendiri NII Crisis Center sekaligus Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Yayasan Al-Huda Syifaul Qolbi, Ahmad Syarmin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kewaspadaan sejak dini terhadap berbagai bentuk paham ekstrem di lingkungan pendidikan dan keluarga.

“Roadshow Ngaji Kebangsaan ini diikuti seluruh dewan guru, ratusan siswa dan siswi MTs serta SMA Assyifa, serta wali murid,” kata Ahmad.

Menurut dia, pihak yayasan juga melibatkan aparat keamanan setempat sebagai bentuk sinergi antara sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum dalam melakukan pencegahan dini.

“Kami juga mengundang aparat setempat seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai bentuk sinergitas antara pihak yayasan, wali murid, dan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan dini,” ujarnya.

Ahmad mengatakan forum tersebut digelar dengan melihat adanya fenomena anak dan remaja yang terpapar berbagai paham ekstrem.

Baca Juga :  Oknum Pengacara di Bandar Lampung Ditangkap Polda Lampung, Diduga Aniaya Perempuan dan Acungkan Airsoft Gun

Ia menyebut terdapat 112 anak yang telah terverifikasi terpapar paham radikalisme dan diamankan aparat karena diduga terlibat jaringan terorisme di sejumlah daerah, termasuk Lampung.

Ia juga menyoroti 70 anak berusia 11-18 tahun yang disebut diamankan aparat karena terafiliasi dengan True Crime Community (TCC).

“Kami sengaja mengundang Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, yang juga Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Lampung.

Beliau itu juga mantan pelaku yang telah insyaf, yang dapat membagikan pengalaman nyata saat terpapar doktrin radikal hingga akhirnya tersadar dan berubah menjadi moderat,” kata Ahmad.

*Ancaman Bergeser ke Ruang Digital*

Ketua PGNI Lampung, Ustaz Mas Amiruddin, mengatakan PGNI berkomitmen menggelar roadshow kebangsaan secara berkelanjutan untuk membentengi masyarakat, terutama generasi muda, dari bahaya ekstremisme.

Menurut Amiruddin, pola penyebaran paham ekstrem kini tidak hanya berlangsung melalui pertemuan langsung. Ruang digital menjadi salah satu medium yang dimanfaatkan untuk melakukan propaganda, rekrutmen, hingga penghasutan.

Ancaman radikalisme dan terorisme saat ini telah bergeser ke dalam genggaman gadget. Rekrutmen, propaganda, hingga penghasutan kini masif dilakukan melalui platform media sosial seperti WhatsApp, Telegram, Discord, hingga forum anonim,” kata Amiruddin.

Ia juga menyoroti kemunculan ancaman yang tidak selalu berlatar belakang agama. Salah satunya fenomena komunitas daring yang mengagumi kejahatan ekstrem dan ideologi kekerasan.

Baca Juga :  Pangdam XXI/RI Hadiri Peluncuran Program Orang Tua Asuh SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi

Amiruddin menyebut sebagian anak dan remaja yang terpapar komunitas tersebut berasal dari kelompok yang memiliki persoalan sosial, seperti menjadi korban perundungan, persoalan keluarga, atau lingkungan pergaulan.

“Sebanyak 70 anak di bawah umur usia antara 11 hingga 18 tahun yang diamankan aparat karena terafiliasi TCC.

Mayoritas dari mereka yang terafiliasi TCC adalah korban perundungan atau masalah keluarga dan korban pergaulan yang salah yang mencari pelarian di ruang digital, lalu terprovokasi melakukan aksi kekerasan,” ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan orang tua dan guru agar tidak hanya mengawasi penggunaan gawai, tetapi juga memperhatikan perubahan perilaku anak.

Amiruddin mendorong orang tua dan guru mengenali perubahan perilaku sejak dini serta membangun komunikasi yang terbuka dan inklusif agar anak memiliki ruang aman untuk bercerita ketika menghadapi persoalan.

Diskusi kebangsaan dalam kegiatan tersebut kemudian diisi oleh Ken Setiawan dan dimoderatori Ustadz Amrulloh dari Kementerian Agama.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Ken Setiawan juga membagikan buku berjudul Tuhan Kita Sama kepada tiga peserta yang terpilih sebagai penanya serta membagikan versi buku elektronik kepada peserta(*)

Berita Terkait

Bunda Nurul Siapkan Esensi Eksepsi dan Jawaban untuk DW dan Bambang Hartono, Proses Persidangan melalui e-Court
Siapkan Generasi Muda Jadi Penggerak Digital Masa Depan,Yamaha LT Pematang Pasir Berikan Pelatihan Yamaha Young Digital Enterpreneurship
LSM WASPADA PROVINSI LAMPUNG SOROTI LHKPN KEPALA BAPENDA PROVINSI LAMPUNG: LAPORAN HARTA SAAT JABAT DIBANDINGKAN TAHUN SEBELUMNYA
Celoteh Sandi FW: “Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga?
Celoteh Sandi FW: Kebakaran Atau KeKaburan Hutan?
Satreskrim Polres Tanggamus Amankan Pria Diduga Jual Solar Subsidi, 200 Liter BBM Disita
Kades Pematang Baru Ditahan, Dugaan Korupsi APBDes 2024 Rugikan Negara Rp585 Juta
Celoteh Sandi FW: “BBM Langka, Salah Siapa?

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:54 WIB

26 Tahun HIMLAB Raya Jakarta: Abdul Manaf Siregar Resmi Pimpin Organisasi, Bawa Semangat Baru Mahasiswa Labuhanbatu di Perantauan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru