Santri dan Mahasiswa Indonesia Ikuti Program Harmony in Action Di Thailand

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 26 Mei 2024 - 18:39 WIB

50669 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Thailand: Mahasantri Pascasarjana Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga beserta 5 pemuda lainnya wakili Indonesia dalam acara harmony in action di Thailand yang diadakan oleh organisasi Asian Muslim Action Network (AMAN) yang diselenggarakan di International Institute of Peace and Development Studies (IIPDS) di Nong Chok, Thailand. Acara ini diadakan selama 3 hari mulai tanggal 18-20 Mei 2024.

Enam pelajar yang mewakili Indonesia dalam kegiatan tersebut berasal dari beberapa instansi berbeda antara lain Saidil Mukammil Bawarith mahasantri Pascasarjana Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga, Nailis Wildany mahasiswi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Meuthia Raihan mahasiswi Strata 1 UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rismayani dan Tajul Iflah mahasiswi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Ghinaya Nafisa yang merupakan siswi SMA Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) Banda Aceh.

“Kegiatan Program Harmony in Action yang kami ikuti ini, diikuti oleh beberapa perwakilan dari 9 negara yang mencakup Indonesia, Thailand, Myanmar, Nepal, Gambia, Srilanka, India, Bangladesh dan Turki. Kegiatan ini membahas terkait isu-isu global mengenai HAM, gender equality dan resolusi konflik” Ujar Saidil Mukammil Bawarith, Mahasantri Pascasarjana Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga, yang menjadi salah satu peserta perwakilan Indonesia kepada media ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kegiatan berlangsung selama tiga hari, diisi oleh pemateri-pemateri dengan latar belakang yang berbeda-beda. Salah satu pemateri yaitu Ms. Nyo Mar Than dari Myanmar yang merupakan aktivis perempuan dan pendiri sekaligus direktur eksekutif dari Feminist Minority Women’s Institute, yang membahas seputar Hak asasi manusia meliputi sejarah dan urgensinya.

“Ms. Nyo Mar Than dari Myanmar menyebutkan bahwa Demokrasi dan HAM itu bukanlah hanya ketika pemilihan kita menerapkan one man one vote tetapi HAM dan Demokrasi adalah ketika setiap orang memperoleh haknya secara penuh. Hak asasi manusia akan terpenuhi jika memiliki sifat indivisible (tak terpisahkan), inaliable (tak dapat dicabut), dan interralated (saling berhubungan)” Kata Tgk Mukammil, mengutip paparan Nyo Mar Thn dari Myanmar.

Baca Juga :  PT PEMA PROMOSI KIA LADONG DI WASHINGTON, D.C.

Begitu juga materi lainy, para peserta juga dibawa untuk memahami interaksi antar gender dengan Ras, Golongan, Agama, Suku, dan Identitas. Dimana pada materi ini juga peserta dibentuk grup diskusi terhadap kasus diskriminasi dan kekerasan berdasarkan gender, peserta dituntut untuk memahami dalam studi kasus terkait apa yang harus dilakukan dan bagaimana solusi terhadap kasus-kasus tersebut.

“Hari kedua kegiatan diawali dengan materi terkait menangani tantangan global yang diisi oleh Muhammad Abdus Sabur, beliau merupakan salah satu pendiri organisasi Asian Muslim Action Network dan juga presiden Asian Resource Foundation. Tahun yang lalu beliau juga sempat ke Aceh mengkuti kegiatan AMAN di kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh”Sambung Tgk Mukammil.

Menurut Ekraj Sabur, Mantan Direktur Internasional Institute of Peace and Development Studies (IIPDS), menyebutkan dalam materinya terkait pemahaman konflik dan kekuasaan bahwa kekuasaan dapat menciptakan maupun menyelesaikan konflik, karena konflik dapat muncul disebabkan perbedaan kepentingan, nilai serta tujuan, baik pada tingkatan individu, kelompok, maupun antar negara. Oleh karena itu, dalam konflik kekuasaan itu bisa menjadi sumber masalah jika tidak digunakan secara tidak adil.

“Dalam memahami konflik ini para peserta dibagi kepada empat kelompok dengan mempelajari terkait berbagai konflik yang terjadi baik di Dunia seperti konflik sosial di Myanmar, konflik di India yang disebabkan over Populasi, konflik Sinhala dan Tamil di Srilanka yang terjadi pada tahun 1983 dan 2009. Disini para peserta dituntut untuk memahami terkait sumber konflik dan bagaimana meresolusi konflik dari sudut pandang setiap kelompok”Lanjutnya.

Baca Juga :  Diplomasi Internasional KJK Taruna AAL - Belgian Navy, Bangun Kerjasama Wujudkan Keamanan Maritim Internasional

Menutu Tgk Mukammil, hari terakhir kegiatan bertepatan dengan tanggal 20 Mei, seluruh peserta melaksanakan studi tour di Thammasat University. Di Auditorium Fakultas Sosiologi dan Antropologi.

Kami diberi pemahaman tentang multiculturalism yang terjadi di Thailand. Dalam kesempatannya kami juga diajak melihat pameran kemanusiaan yang ada di Thailand. Sebelum kembali ke IIPDS peserta juga diajak untu mengunjungi candi bersejarah di Thailand yang menjadi saksi bisu terhadap konflik antara kerajaan Thailand dan Myanmar dulunya.

“Menjadi bagian dalam perjalanan keilmuan yang berharga ini menjadi sebuah kehormatan bagi kami dapat ikut berpartisipasi dalam memahami antar multi-etnik, multi-budaya, multi-agama. sebagai negara yang memiliki beragam budaya, agama, etnik, suku, ras, Indonesia menjadi negara yang sangat rentan terhadap terjadinya konflik jika perbedaan tersebut tidak dapat dirawat dengan baik terutama terhadap maraknya kasus bullying di kalangan pelajar yang akan menjadi mimpi buruk bagi generasi Indonesia mendatang. Oleh karena itu, Pemahaman terhadap unity in diversity atau yang lebih lumrah dengan bhineka tunggal ika harus tertanam dalam setiap jiwa bangsa Indonesia demi terciptanya negara yang damai” Tutur Saidil Mukammil Bawarith, Mahasantri Magister Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga, yang juga ketua PII Pidie Jaya.

 

Berita Terkait

Meneguhkan Komunikasi Publik dan Dukungan Penanganan Longsor Pasirlangu
HPN 2026, Pemkab Bandung Barat Tegaskan Komitmen Bersama Pers untuk Bangun Daerah yang AMANAH
SATMA AMPI Madina: PETI Rantobi Diduga Terorganisir dan Kebal Hukum”
Dari Layanan Kesehatan hingga Pokir Pertanian: IWO-I Sampaikan Temuan Lapangan dalam Audiensi Bersama DPRD KBB
Kabupaten Bandung Barat Genjot Pengembangan Peternakan Sapi Perah di Wilayah Selatan untuk Pemerataan Ekonomi
DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur
SWI Ingatkan Pemerintah: Jangan Jadikan PWI Satu-satunya Mitra, Pers Harus Merdeka dan Berdaulat
Liputan Kandang Ayam Berujung Maut: Wartawan Masuk IGD Usai Dikeroyok

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:46 WIB

Bupati Karo Sambangi Warga Kec. Kutabuluh Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan, layanan Dukcapil, Layanan Dinas Sosial

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:08 WIB

Kembali Beroperasi, Polres Karo Kembali Gerebek Barak Narkoba dan Judi di Sukatendel

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:45 WIB

Bupati Karo Temui Menteri Koperasi Bahas Modernisasi Ekosistem Komoditas Lokal dan Pertanian Hortikultura

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:11 WIB

Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Kemenag Nagan Raya Teguhkan Komitmen Wujudkan Madrasah Ramah Anak

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:00 WIB

Nagan Raya Fair 2026 Berakhir Meriah, Bupati TRK: Serahkan Santunan Kematian Secara Simbolis

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:44 WIB

Tim Cobra Satreskrim Polres Karo Bekuk Dua Terduga Pembobol Kedai, Uang Tunai Rp.8 Juta dan Rokok Digondol

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:53 WIB

Usaha Budidaya Bunga Semakin Sulit, Pasar Semakin sempit Akibat Bersaing Dengan Perusahaan Bunga Berskala Besar Forum Petani Bunga Kab. Karo Lakukan Aksi Damai

Senin, 20 Juli 2026 - 18:08 WIB

Bupati TRK Terima Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal untuk Empat Warisan Budaya dan Kuliner Tradisional

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Senin, 27 Jul 2026 - 18:31 WIB

PRINGSEWU

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 18:24 WIB