Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 20:59 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, mengambil langkah tegas saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) 2026 di Aula Kantor Bappeda Aceh Tenggara pada Kamis (10/9/2026). Sejumlah pejabat yang datang terlambat tidak diizinkan memasuki ruang rapat setelah bupati memerintahkan penutupan pintu ruangan tepat 15 menit dari jadwal yang telah ditentukan, yakni pukul 09.00 WIB.

Rapat yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) ini dihadiri sekitar 100 peserta, terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat, kepala puskesmas, serta penyuluh KB. Namun, saat rapat dimulai, masih tampak beberapa pejabat belum memasuki ruangan dan berada di luar aula.

Baca Juga :  Pj Bupati Taufik bersama Bupati Terpilih Salim Fakhry Memberikan Bantuan Banjir di Desa Kuning I

Tindakan penutupan pintu rapat ini dibenarkan langsung oleh Bupati Salim Fakhry. Menurutnya, kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya penegakan disiplin serta menghapus budaya keterlambatan dalam lingkup birokrasi pemerintah daerah. “Saya memerintahkan pintu ruangan rapat ditutup dan melarang peserta yang datang terlambat masuk. Kita harus menghapus stigma jam karet,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan arahan agar seluruh OPD dapat memperkuat koordinasi lintas sektor guna menurunkan angka stunting di Aceh Tenggara. Ia menyebut, upaya ini harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari intervensi gizi spesifik hingga program-program sensitif yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Sekda Agara Polisikan Akun Facebook Amar Handal Atas Pencemaran Nama Baik

Bupati meminta para camat, kepala puskesmas, dan penyuluh KB untuk memperkuat komitmen dalam pencegahan dan penanganan stunting. Menurutnya, tantangan stunting membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, masyarakat, serta kolaborasi seluruh sektor terkait agar target penurunan angka stunting di wilayah Aceh Tenggara dapat tercapai secara optimal.

Laporan : Salihan Beruh

 

Berita Terkait

Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara
Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja
Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades
Korban Minta Kasus Pencemaran Nama Baik Akun Facebook Muhammad Saleh Selian di Polres Agara Diambil Alih Polda Aceh

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:10 WIB

Merantau Ke Deli Serdang, Pria Asal Riau Ditangkap Jadi Pengedar Sabu di Batang Kuis

Selasa, 8 September 2026 - 10:12 WIB

Lilis Mengembangkan Kiprah sebagai Master of Ceremony(MC)

Selasa, 8 September 2026 - 07:36 WIB

Bupati Karo Apresiasi Peran Media dalam Membangun Tanah Karo

Senin, 7 September 2026 - 07:26 WIB

PVMBG Kurangi Zona Bahaya Sinabung Jadi 5 Km, Pengungsi Kuta Tengah Dipulangkan

Minggu, 6 September 2026 - 07:27 WIB

Kecelakaan di Desa Mulawari Buka Tabir Ladang Ganja 4,5 Kg di Tanah Karo

Sabtu, 5 September 2026 - 07:54 WIB

Sinergi Penanganan Bencana, Kapolres Karo Tekankan Kesiapsiagaan Personel di Zona Erupsi

Sabtu, 5 September 2026 - 00:19 WIB

Nyaris Terbang ke Jakarta, 928 Gram Sabu Diselipkan di Selangkangan Digagalkan di Bandara Kualanamu

Jumat, 4 September 2026 - 07:13 WIB

Pangdam I/BB Kunjungi Makodim Karo, Bahas Evakuasi dan Pengamanan Warga Terdampak Sinabung

Berita Terbaru