Proyek Jembatan Asal Jadi di Payaraman, Akhirnya Belum Genap 1 Tahun Sudah Mau Ambruk

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 16 Januari 2025 - 13:43 WIB

50451 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ogan Ilir – , Inilah dampaknya kalau proyek dikerjakan asal jadi atau dikerjakan asal-asalan, seperti jembatan penghubung ini. Padahal pembangunan proyek jembatan ini belum genap 1 tahun digunakan oleh masyarakat sudah rapuh dan keropos hingga bolong-bolong serta akhirnya kini benar-benar tak bisa lagi dapat digunakan atau dilintasi oleh masyarakat.

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan kondisi memprihatinkan dari sebuah jembatan yang menghubungkan Kecamatan Payaraman dan Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Video tersebut menunjukkan bahwa jembatan tersebut sudah bolong dan keropos, sehingga sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas.

“Jembatan ini merupakan akses utama bagi warga yang ingin bepergian antara dua kecamatan tersebut. Dengan kondisi yang sangat parah, jembatan tersebut menjadi salah satu titik rawan yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan, baik itu kendaraan roda dua, roda empat, ataupun pejalan kaki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga yang sering melintasi jembatan ini sangat kecewa dengan kondisi yang semakin memburuk. Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka sudah sering kali melaporkan kerusakan ini ke pihak berwenang, namun hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan. Mereka menganggap pemerintah setempat tidak cukup responsif terhadap masalah infrastruktur yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari mereka.

Baca Juga :  Asap Hitam di PT Antam, GMPB Desak Pemda dan Polres Bogor Usut Tuntas

“Jembatan ini sangat membahayakan, apalagi kalau hujan deras, kerusakan makin parah. Kami sudah sering melaporkan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Kami harap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jembatan ini sebelum ada yang menjadi korban,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua kecamatan, namun juga merupakan jalur utama bagi transportasi barang dan kebutuhan pokok masyarakat. Jika jembatan ini terus dibiarkan rusak tanpa perbaikan, maka warga akan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan mengakses layanan penting.

Bagi warga yang menggunakan kendaraan, terutama sepeda motor dan mobil, kondisi jembatan yang bolong dan keropos membuat perjalanan menjadi sangat berbahaya. Bahkan, tidak jarang kendaraan terperosok atau hampir jatuh akibat kerusakan yang semakin parah.

Baca Juga :  Kodam I/BB Segera Bangun 5 Jembatan Bailey di Kabupaten Agam

“Warga mengharapkan agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan tersebut demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Mereka berharap agar instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir dan PUPR Provinsi karena jembatan pembangunan jembatan ini tanggungjawab Pemerintah Provinsi, segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum kondisi jembatan semakin memburuk.

Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan Provinsi diharapkan dapat segera memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini dan memastikan infrastruktur yang aman dan layak bagi warganya.

“Kondisi jembatan yang viral ini menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk lebih memperhatikan infrastruktur vital yang menjadi akses utama bagi masyarakat. Pemerintah daerah maupun provinsi diharapkan lebih responsif dalam menangani masalah kerusakan infrastruktur demi menjaga keselamatan warganya. Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pembangunan dan perawatan infrastruktur daerah.

Semoga segera ada langkah nyata untuk memperbaiki jembatan tersebut, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Temfc

Berita Terkait

BNI Hiraukan Perkapolri No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksana Satuan Pengamanan.
Selamat atas terbentuk nya Forum Wartawan Media Onlain Indonesia ( FWMO ) Kabupaten BAndung Barat.
DPD Gerindra Jabar Gelar Dokling di Bandung Barat, Hadirkan CKG dan Revolusi Putih.
Pangdam XXI/RI Tunjukkan Ketangguhan di Primarox81 Panglima TNI Cup 2026
Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya, Tobias Ginanjar Serap Aspirasi Warga Cipadang Manah
Jalan Irigasi Diduga Beralih Fungsi Menjadi Akses Parkir, Warga Minta Pemkab Bandung Barat Turun Tangan
SDN Cijambu Memprihatinkan, Atap Bocor dan Bangunan Mulai Mengkhawatirkan
Prof. Dr KH Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional,Sengketa Pers, Ada Mekanisme Dorong Pengadu dan Teradu Adu Bukti, Bila Perlu Dipertemukan Dewan Pers!!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB