Bupati Aceh Tenggara Gelar Peusijuek Kajari Baru, Simbol Doa dan Penguatan Sinergi

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 00:11 WIB

50190 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Dalam semangat pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, SE, MM menggelar prosesi peusijuek bagi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara yang baru, Mohammad Purnomo Satriyadi. Acara adat yang sarat makna ini berlangsung di kediaman pribadi Bupati di Desa Muara Lawe Bulan, Kecamatan Babussalam, Minggu malam, 16 November 2025.

Prosesi peusijuek — yang juga dikenal sebagai tepung tawar — merupakan adat istiadat masyarakat Aceh yang mengandung makna doa keselamatan, perlindungan, serta harapan atas kelancaran dalam menjalankan tugas. Dengan nuansa penuh keakraban, kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tenggara.

Dalam sambutannya, Bupati Salim Fakhry memperkenalkan secara ringkas latar belakang Kabupaten Aceh Tenggara kepada Kajari baru. Ia menuturkan, wilayah yang juga dikenal dengan semboyan “Sepakat Segenep” ini memiliki kekayaan budaya, geografis, dan keragaman etnis yang menjadi kekuatan sosial masyarakatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kabupaten Aceh Tenggara memiliki 385 desa, 51 pemukiman, yang tersebar di 16 kecamatan dan dihuni oleh sebelas etnis yang hidup berdampingan secara harmonis. Tugas di wilayah ini tentu penuh dinamika, tetapi juga memberikan pengalaman sosial yang sangat berharga,” ungkap Fakhry di hadapan para tamu.

Baca Juga :  Majelis Hakim Masih Bungkam: Kasus Asusila di Aceh Tenggara Hampir Setahun Tanpa Putusan

Bupati menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kajari Mohammad Purnomo Satriyadi. Ia mengungkapkan harapannya agar kehadiran Kajari yang baru dapat mempererat relasi kelembagaan antara Kejaksaan dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, dalam hal penegakan hukum, pengawasan dana publik, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Semoga kehadiran Bapak Kajari membawa semangat baru dalam kerja sama antar institusi, serta mampu menjaga marwah hukum yang adil dan merata di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kajari Aceh Tenggara, Mohammad Purnomo Satriyadi, dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang hangat dan penuh penghormatan tersebut. Ia mengaku terkesan dengan prosesi peusijuek yang baru pertama kali diikutinya sejak bertugas di Aceh Tenggara.

Baca Juga :  Aroma Amis Dana BTT Aceh Tenggara: 700 Juta Ludes dalam 14 Hari, Hak Pekerja Lapangan Diduga Malah Dikebiri

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Tenggara dan seluruh jajaran atas sambutan yang begitu hangat. Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti prosesi peusijuek. Saya merasa sangat diterima di tengah masyarakat,” kata Purnomo.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk menjaga profesionalisme, memperkuat hubungan kelembagaan, dan siap bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam mendukung pembangunan dan penegakan supremasi hukum di daerah.

Acara peusijuek tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah tokoh penting turut hadir, antara lain Wakil Bupati Aceh Tenggara, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli Bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, unsur instansi vertikal, serta Direktur Bank Aceh Syariah dan undangan lainnya.

Kegiatan ini bukan sekadar penyambutan seremonial, melainkan wujud nyata penghormatan dan dukungan terhadap pejabat baru sekaligus bagian dari tradisi Aceh yang memperkuat nilai kebersamaan, kehormatan, dan harmoni sosial dalam pemerintahan.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Tanggul Jembatan Natam Ambruk, Akses 28 Desa di Darulhasanah Aceh Tenggara Terancam Lumpuh
Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara
Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:33 WIB

Dekat Dengan Warga, Kasat Narkoba Polres Batu Bara AKP Arifin Purba Gelar Jumat Curhat dan Bagikan Bantuan Kepada Masyarakat di Desa Antara

Rabu, 9 September 2026 - 23:53 WIB

Anggota DPRD Batu Bara Sudarman Bersama Bupati Batu Bara Tinjau Langsung Banjir di Gambus Laut

Rabu, 9 September 2026 - 23:37 WIB

Perkuat Koordinasi, Bupati Batu Bara Silaturahmi Dengan Jajaran PT Inalum

Rabu, 9 September 2026 - 11:11 WIB

Kapolsek Medang Deras AKP A.H. Sagala Kembali Salurkan Hasil Panen Jagung Ke Bulog Asahan

Selasa, 8 September 2026 - 17:34 WIB

Polsek Talawi Bersama Pemerintah Desa Bahas Pencegahan Tawuran Anak dan Remaja

Selasa, 8 September 2026 - 12:53 WIB

Jaga Keamanan Warga di Malam Hari, Kanit Reskrim Polsek Medang Deras Gencarkan Patroli Rutin

Senin, 7 September 2026 - 22:51 WIB

Kasat Narkoba Polres Batu Bara Melaksanakan Kegiatan Police Goes To School di UPT SMP Negeri 2 Air Putih, Memberikan Pembinaan dan Edukasi Kepada Para Pelajar Mengenai Peredaran Narkotika

Jumat, 4 September 2026 - 19:43 WIB

Solidaritas Jadi Aksi Nyata, Inalum Kirim Bantuan dan Relawan untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru

PEKANBARU

Drama dan Puisi Musikal SMAN Plus Riau Juara di Literasi UIR

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:36 WIB