KUTACANE, -WASPADA INDONESIA– Setelah berbulan-bulan bertahan di tengah ketidakpastian, ribuan perangkat desa kini bisa bernapas lega. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Syukur Selamat Karo Karo, SE., M.Si., Ak., membawa kepastian yang selama ini dinanti terkait pembayaran Penghasilan Tetap (Siltap) yang sempat tersendat.
Bukan sekadar janji, pernyataan tegas ini menjadi jaminan bahwa hak-hak para pamong desa akan segera ditunaikan secara penuh.
Kejujuran di Balik Kondisi Keuangan
Dalam penjelasannya, Syukur Selamat Karo Karo secara transparan mengungkapkan bahwa penundaan selama empat bulan terakhir bukanlah tanpa alasan. Beliau mengakui adanya dinamika arus kas daerah yang belum memungkinkan untuk melakukan pencairan lebih awal.
”Kondisi keuangan daerah saat ini sedang dalam tahap penyesuaian. Kami sangat memahami beban para perangkat desa, dan kami berkomitmen penuh bahwa di bulan Januari ini akan kami bayarkan 2 bulan selanjutnya Februari 2 bulan lagi,,ini adalah titik terang untuk menyelesaikan seluruh tunggakan tersebut,” ungkapnya dengan nada optimis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Pengumuman Ini Begitu Penting?
Pernyataan ini menarik perhatian publik karena beberapa alasan krusial:
Totalitas Pembayaran: Pemerintah daerah tidak mencicil, melainkan berencana merapel seluruh tunggakan 4 bulan sekaligus.
Akurasi Manajerial: Sebagai sosok dengan latar belakang akuntan (Ak.), langkah yang diambil Syukur Selamat Karo Karo mencerminkan perhitungan matang agar stabilitas APBD tetap terjaga pasca-pencairan besar ini.
Ujung Tombak Pelayanan: Perangkat desa adalah garda terdepan negara. Kepastian gaji mereka adalah kunci utama agar pelayanan di tingkat desa tidak ikut “macet”.
Menatap Februari dengan Optimisme
Bulan Februari mendatang bukan lagi sekadar kalender rutin, melainkan momen “restorasi” ekonomi bagi keluarga besar perangkat desa. Dengan adanya kepastian ini, diharapkan semangat kerja para perangkat desa kembali meningkat demi melayani masyarakat dengan lebih maksimal.
Analisis Singkat: Mengapa Pembaca Perlu Peduli?
Jika Siltap cair, perputaran ekonomi di tingkat desa akan kembali bergairah. Toko-toko kecil, pasar tradisional, dan sektor mikro di desa seringkali sangat bergantung pada daya beli para perangkat desa. Jadi, kabar ini bukan hanya kemenangan bagi perangkat desa, tapi juga kabar baik bagi ekonomi lokal.(Aliasa)

































