KUTACANE. [ WASPADA INDONESIA] Suasana khidmat menyelimuti ruang pertemuan di Kantor Bupati Aceh Tenggara pada Selasa (13/1/2026). Di tengah sisa duka akibat terjangan banjir bandang yang sempat melanda beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Sosial hadir membawa setitik cahaya bagi keluarga korban.
Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah
Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati mendalam, pemerintah daerah secara resmi menyerahkan bantuan kepada 12 ahli waris korban jiwa. Bantuan yang diserahkan terdiri dari:
Santunan Tunai: Sebesar Rp 15.000.000 per jiwa sebagai dukungan pemulihan ekonomi keluarga.
Bantuan Logistik: Paket sembako lengkap untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan pesan kuat bahwa negara hadir di tengah-tengah rakyatnya yang sedang berduka.
Dedikasi Tanpa Lelah: Sosok Bahagia Wati
Di balik respons cepat ini, ada kerja keras jajaran Dinas Sosial yang dikomandoi oleh Bahagia Wati, S.Pd., M.AP. Beliau mengakui adanya rasa lega yang menyeruak setelah melewati masa-masa sibuk dalam penanganan darurat hingga penyaluran bantuan permanen ini.
Dedikasi ini pun mendapat pengakuan tulus dari masyarakat. Ayub, salah seorang warga Simpur, memberikan kesaksian bahwa sosok Kadis Sosial tersebut dikenal sangat sigap. “Beliau bukan tipe pejabat yang hanya menunggu laporan di balik meja, tapi selalu hadir langsung menyentuh air dan lumpur bersama warga yang terdampak,” ungkapnya.
Menata Kembali Masa Depan
Banjir bandang mungkin meninggalkan luka dan jejak kerusakan, namun semangat gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menjadi modal utama bagi para korban untuk kembali bangkit. Acungan jempol bagi Dinas Sosial adalah simbol harapan bahwa pelayanan publik yang humanis adalah kunci utama dalam menghadapi setiap cobaan alam ( Aliasa ) .

































