DPP AKPERSI: Sobang Terancam Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian 

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:14 WIB

50100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPP AKPERSI

Jakarta,  waspadaindonesia.com – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) menyoroti serius kondisi pelayanan publik di Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Persoalan yang mencuat tidak hanya menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga infrastruktur dasar serta aktivitas pertanian warga yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat desa. Sabtu (17/01/2026).

Ketua Umum AKPERSI, Rono Triyono, S.Kom., S.H., C.EJ., C.IJ., C.BJ., C.F.L.E., C.ILJ., menegaskan bahwa kerusakan sekolah, buruknya akses jalan, serta sulitnya layanan kesehatan dan pertanian menunjukkan adanya krisis pelayanan publik di tingkat desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika anak-anak belajar di bangunan rusak, warga kesulitan berobat karena akses jalan buruk, dan hasil pertanian terhambat akibat infrastruktur tidak layak, maka ini bukan lagi persoalan sepele. Ini ancaman serius terhadap hak dasar dan kesejahteraan warga,” tegas Rono Triyono, Jumat (16/01/2026).

Baca Juga :  Pj. Gubernur Aceh Apresiasi Atas Penghargaan Trophy Proklim Utama Vestival Like 2 Kepada Kampung Bewang Aceh Tengah.

Menurutnya, kondisi jalan desa yang rusak dan terisolir berdampak langsung pada petani yang kesulitan mengangkut hasil panen, terbatasnya akses pupuk dan sarana produksi pertanian, serta meningkatnya biaya distribusi yang merugikan petani kecil.

“Petani tidak bisa menjual hasil panennya dengan layak karena akses jalan buruk. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi soal ketahanan pangan di tingkat lokal,” ujarnya.

Pelayanan Publik Dinilai Gagal, AKPERSI Desak Evaluasi Total

Lebih lanjut, Ketua Umum AKPERSI menilai bahwa lemahnya infrastruktur dan minimnya respons pemerintah desa serta kecamatan berpotensi memperparah kondisi sosial masyarakat, mulai dari pendidikan yang tidak aman, layanan kesehatan yang sulit dijangkau, hingga pertanian yang terpinggirkan.

“Jika sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian sama-sama terdampak, maka ini menunjukkan kegagalan tata kelola pelayanan publik yang harus segera dievaluasi secara menyeluruh,” katanya.

Baca Juga :  Teken MoU dengan DMI, Menteri Nusron Berkomitmen Tuntaskan Sertipikasi Tanah Wakaf Lima Tahun

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik, terutama saat media dan organisasi pers berupaya melakukan konfirmasi terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Pejabat publik tidak boleh diam. Diam terhadap persoalan rakyat sama saja membiarkan masalah membesar,” tegasnya.

Rono Triyono menegaskan bahwa hingga saat ini AKPERSI DPD Banten akan melayangkan surat resmi kepada pemerintah daerah.

Namun demikian, AKPERSI memastikan akan mengambil langkah organisasi sesuai mekanisme yang berlaku apabila tidak ada perbaikan nyata.

“AKPERSI akan terus mengawal isu ini. Pendidikan, kesehatan, dan pertanian adalah fondasi desa. Jika fondasi ini rapuh, negara wajib hadir,” pungkasnya.

AKPERSI menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan tersebut melalui jalur jurnalistik, advokasi publik, dan pengawasan sosial, demi memastikan hak-hak dasar masyarakat desa terpenuhi.

 

Sumber: DPP AKPERSI

(AKPERSI Kota Pekanbaru-Riau)

Berita Terkait

IN-Journal Chapter 1 Berhasil Digelar, Angkat Tema Keberlanjutan dan Inovasi Sosial
Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!
Gayo Lues Kembali Heboh, PT Rosin Didesak Hentikan Operasional Sampai Semua Persoalan Tuntas
Pemkab Pringsewu Usulkan Mocaf Jadi Proyek Strategis Nasional
Bupati Pringsewu Audiensi Dengan Menteri KKP, Bahas Penguatan Sektor Perikanan
Seruan Hentikan MBG Disorot, DPP LIPPI: Itu Ancaman bagi Generasi Emas Indonesia
APRESIASI HARI PERS SEDUNIA: POLRI DINILAI HUMANIS LINDUNGI WARTAWAN SAAT TUGAS LIPUTAN 
Suryadi Djamil: Eksekutif–Legislatif Harus Solid, Hentikan Polemik yang Merusak Citra Aceh

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:56 WIB

RIBUAN PELARI DITARGETKAN RAMAIKAN RIAU BHAYANGKARA RUN 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:17 WIB

WUJUDKAN POLRI PRESISI, POLSEK KAWASAN PELABUHAN BANTU PETANI LEWAT PROGRAM ‘POLISI CINTA PETANI’

Senin, 11 Mei 2026 - 17:31 WIB

KAPOLRES PERHATIAN RAJA PIMPIN TANAM JAGUNG PIPIL, LIBATKAN BPP DAN KADES HANGTUAH 

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:21 WIB

KOMISI IX DPR RI DAN BBPOM PEKANBARU GELAR KIE KOSMETIK AMAN DI DESA SENDAYAN KAMPAR UTARA 

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:32 WIB

AFRESIASI KALAPAS HUMANIS, DATUK SERI AFRIZAL CIK TITIP PESAN ADAT KE WBP SELATPANJANG 

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:29 WIB

Lapas Kupang Gelar Razia Blok Hunian Gandeng TNI Polri dan BNN, Hasilnya Bersih Tanpa Barang Terlarang

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:00 WIB

KAPOLDA RIAU PIMPIN UNGKAP PERUSAKAN MANGROVE, 100 TON ARANG ILEGAL TUJUAN MALAYSIA DIGAGALKAN 

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:23 WIB

Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif

Berita Terbaru