Banda Aceh – Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia, secara resmi melantik Pengurus DPD I Golkar Aceh periode 2025-2030 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu, 11 Juli 2026. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat kader partai yang hadir dari berbagai wilayah Aceh.
Sebelum pelantikan dilakukan, Bahlil terlebih dahulu meminta komitmen tinggi dari seluruh pengurus yang akan dilantik di bawah kepemimpinan M Salim Fakhry. Setiap pengurus Golkar Aceh diminta mengucap ikrar untuk patuh pada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan peraturan organisasi Partai Golkar, serta menjalankan kerja-kerja strategis untuk kebesaran partai di tingkat daerah.
Dengan suasana penuh harapan, Bahlil menyerahkan panji kebesaran Partai Golkar atau pataka kepada Ketua DPD I Golkar Aceh, Salim Fakhry. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan memohon ridho dari seluruh senior dan keluarga besar Partai Golkar. Saya Bahlil Lahadalia, Ketua Umum DPP Partai Golkar, menyerahkan panji kebesaran Partai Golkar untuk dikibarkan di seluruh wilayah Provinsi Aceh. Dengan demikian, saya serahkan,” ujar Bahlil.
Menerima pataka secara simbolis, Salim Fakhry menegaskan komitmennya menguatkan konsolidasi partai dan memperluas perolehan kursi Golkar di Aceh. Dalam pernyataannya, Salim menyebut Golkar Aceh untuk saat ini telah memiliki tiga anggota DPR RI, sembilan anggota DPR Aceh, dan 88 anggota DPRK di berbagai kabupaten/kota. Namun, menurut Salim, capaian tersebut bukan titik akhir. Ketua DPD I Golkar Aceh itu siap bekerja keras menambah kursi Golkar di parlemen, memperbesar pengaruh partai, serta terus mendukung kepemimpinan daerah di bawah pemerintahan Mualem-Dek Fadh.
“InsyaAllah akan kami tambahkan. Memang kami tidak mengatakan berapa capaiannya, nanti akan kami buktikan,” kata Salim saat memberikan sambutan dan menegaskan kesiapan DPD I Golkar Aceh berkompetisi sehat dan solid dalam kontestasi politik yang akan datang.
Pelantikan pengurus baru Golkar Aceh menjadi momentum penegasan komitmen seluruh kader untuk memperkuat peran partai Golkar di tengah dinamika politik Aceh. Upaya memperluas konsolidasi, meningkatkan elektabilitas, dan membangun kepercayaan publik menjadi target utama yang akan diusung kepengurusan ke depan. Dukungan Ketua Umum Golkar menjadi tambahan energi dalam menghadapi tantangan dan peluang partai di tingkat lokal dan nasional.
Laporan : Salihan Beruh




































