Dukung Program Presiden, Pemerintah Aceh Perkuat Pelaksanaan Sekolah Rakyat hingga Wilayah Tengah

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:52 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Republik Indonesia dan dijalankan melalui Kementerian Sosial RI. Program tersebut dinilai sejalan dengan visi dan misi Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem bersama Wakil Gubernur Fadhlullah atau Dek Fadh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penanggulangan kemiskinan di Aceh.

Budi Afrizal S.KM., M.KM., Kadis Sosial Aceh Selaligus Sekretaris TIM Transisi Sekolah Rakyat Permanen, mengatakan Pemerintah Aceh sejak awal telah terlibat aktif dalam seluruh tahapan persiapan Sekolah Rakyat. Dukungan itu diwujudkan melalui penyediaan lahan, pemantauan pembangunan, penyiapan sarana dan prasarana, serta pembentukan tim transisi melalui keputusan Gubernur Aceh.

“Alhamdulillah, sesuai visi dan misi Mualem–Dek Fadh, Pemerintah Aceh siap menjalankan amanah Sekolah Rakyat. Ini merupakan arahan besar untuk anak-anak Aceh dan masa depan Aceh,” ujar Budi Afrizal dalam wawancara khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Budi, Sekolah Rakyat memiliki peran sangat strategis karena tidak hanya menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi jalan untuk melahirkan generasi hebat dari keluarga miskin. Program ini menyasar masyarakat miskin, kelompok termarginalkan, anak terlantar, warga di wilayah tertinggal, korban bencana, serta anak-anak yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan secara layak.

Baca Juga :  PKA Ke - 8 Sudah Berakhir Fitriany Farhas.AP Pj Bupati Nagan Raya Ucap Terimakasih

Proses penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan langsung oleh Dinas Sosial kabupaten dan kota bersama para pendamping Program Keluarga Harapan. Mekanisme tersebut tidak menitikberatkan pada seleksi akademik, tetapi memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan benar-benar memperoleh kesempatan untuk belajar, tinggal di asrama, serta mendapatkan pembinaan secara menyeluruh.

Budi menjelaskan, persiapan Sekolah Rakyat di Aceh berada di bawah koordinasi Pemerintah Aceh melalui Asisten I Pemerintahan Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Syakir, M.Si sekaligus ketua tim transisi Sekolah Rakyat Aceh, sedangkan Dinas Sosial Aceh menjalankan peran sebagai tim teknis. Tim transisi telah turun ke lapangan untuk memastikan kesiapan ruang belajar, asrama siswa, kantin, lapangan, musala, fasilitas pendukung, serta tenaga pendidik menjelang peluncuran dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Ia menyebutkan terdapat tiga dasar penting dalam mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat di Aceh, yaitu keputusan Gubernur Aceh tentang pembentukan tim transisi, kesiapan sarana dan prasarana, serta dukungan penuh terhadap proses penyelenggaraan pendidikan. Sekolah Rakyat mengusung motto resmi “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”, yang diperkuat dengan prinsip keberpihakan kepada masyarakat miskin dan kelompok rentan.

Baca Juga :  PUSDA Apresiasi Kinerja Moncer BNNP Aceh di Bawah Kepemimpinan Brigjen Marzuki Ali Basyah

Pada tahap awal, lima lokasi Sekolah Rakyat di Aceh dipersiapkan untuk beroperasi, yaitu di Kabupaten Aceh Besar pada aset milik Pemerintah Aceh, Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Nagan Raya, dan Kota Subulussalam. Selain itu, Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat diperluas secara merata ke kabupaten dan kota lainnya.

Ke depan, Budi berharap akses pembangunan Sekolah Rakyat juga dapat dibuka untuk wilayah tengah, tenggara, dan daerah lainnya yang masih membutuhkan dukungan pendidikan. Ia turut mendorong agar kurikulum Sekolah Rakyat di Aceh diperkaya dengan pendidikan agama Islam, adat istiadat, bahasa Aceh, sejarah perdamaian dan pascakonflik, serta mitigasi bencana, sehingga program tersebut benar-benar melahirkan generasi cerdas, berkarakter, mandiri, dan siap membangun masa depan Aceh. (*)

Berita Terkait

UIN Ar-Raniry Seleksi 53 Peserta Internasional dari 12 Negara untuk Penerimaan Mahasiswa Baru
Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh
248 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Muzakir Manaf
Asosiasi Geologi dan Pertambangan Gayo Lues,Tentang Dugaan Pelanggaran Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas PT GAYO MINERAL RESOURCES
Bahlil Lahadalia Lantik Pengurus Baru Golkar Aceh, Salim Fakhry Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Partai
Salim Fakhry Minta Dukungan Bahlil, Golkar Siap Kawal Dana Otsus Aceh Naik 2,5 Persen
Di Balik Sukses HUT Bhayangkara ke-80, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo Jadi Simbol Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Buka Bimtek SPIP di Banda Aceh, Plt Inspektur Nagan Raya: SPIP Fondasi Nyata Manfaat Anggaran untuk Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:31 WIB

Petani Alue Seulaseh Bersyukur, Jembatan Aramco Kodim 0110/Abdya Permudah Akses Perkebunan

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:38 WIB

Legend 0110 Abdya Lolos ke Final Piala Pangdam IM U-43, Safaruddin Cetak Gol Kemenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Tampil Perkasa, Tim Legend Abdya Singkirkan Aceh Jaya dan Melaju ke Semifinal

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:57 WIB

Kodim Abdya dan Warga Kebut Pembangunan Jembatan Beton di Gunung Cut

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:27 WIB

Sigupai Abdya Mengamuk! Tim U-43 Aceh Barat Daya Tekuk Aceh Barat di Piala Pangdam IM

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Progres Signifikan! Kodim Abdya Genjot Pembangunan Tower Air Program Manunggal Air Bersih

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:45 WIB

Petani Sambut Baik Jembatan Beton Garuda Kodim Abdya, Permudah Angkut Hasil Perkebunan

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:34 WIB

Program Manunggal Air Kodim 0110/Abdya Disambut Antusias, Warga: Kini Akses Air Bersih Semakin Mudah

Berita Terbaru