Pemerintah Aceh Dituntut Klarifikasi Proses Penunjukan Plt Inspektur di Tengah Isu Kekerabatan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 23:52 WIB

5060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Pergantian Inspektur Aceh dari Abdullah kepada Kausar Hanum sebagai Pelaksana Tugas (Plt) menuai sorotan tajam masyarakat. Penonaktifan Abdullah dari jabatan strategis tersebut menimbulkan sejumlah tanya, terutama di tengah proses pemeriksaan dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara yang sedang berlangsung terhadap dirinya.

Pengisian jabatan Plt Inspektur oleh Kausar Hanum pun menjadi perbincangan luas. Hal ini disebabkan Kausar Hanum sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Aceh dan disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan Kepala Biro Umum Setda Aceh, Gamal Abdul Nasir. Fakta ini menimbulkan kekhawatiran mengenai independensi dan potensi benturan kepentingan dalam pengelolaan pemerintahan provinsi.

Biro Umum Setda Aceh yang dipimpin Gamal Abdul Nasir tercatat mengelola anggaran besar, yakni sekitar Rp208,59 miliar untuk tahun 2026. Ruang lingkup tugas Biro ini pun strategis, mencakup pengadaan barang dan jasa, perjalanan dinas, hingga urusan rumah tangga dan kendaraan pejabat. Dengan besarnya nilai anggaran dan luasnya wewenang, posisi Kepala Biro Umum memegang pengaruh administratif signifikan di lingkup Sekretariat Daerah Aceh.

Baca Juga :  Komisi V DPRA Temukan Banyak Ruang Inap Terbengkalai di RSUZA, Desak Perbaikan Segera

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam situasi ini, muncul urgensi agar Pemerintah Aceh secara terbuka menjelaskan latar belakang pembebastugasan Abdullah, dasar penunjukan Kausar Hanum, serta langkah yang diambil untuk mencegah dan mengantisipasi konflik kepentingan antara pejabat pengelola anggaran dengan pejabat pengawas. Penegasan ini penting mengingat Inspektorat memainkan peran sentral dalam fungsi pengawasan internal serta menjaga akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan.

Meski hubungan keluarga tidak serta-merta menjadi bukti praktik kolusi atau nepotisme, proses penempatan pejabat publik harus tetap berpijak pada merit system, transparansi, dan pertimbangan objektif. Pemerintah Aceh diminta dapat memberikan penjelasan berdasarkan dokumen dan fakta yang dapat diverifikasi, bukan sekadar membantah rumor atau dugaan.

Baca Juga :  Polantas Hadir, Luar biasa, Satlantas Polresta Banda Aceh laksanakan kegiatan Bhakti Sosial

Pertanyaan yang mengemuka kini adalah apakah langkah pembebastugasan Abdullah beserta penunjukan Kausar Hanum memang murni keputusan administratif sesuai mekanisme berlaku, atau terdapat pertimbangan-pertimbangan lain yang perlu diklarifikasi. Selain itu, publik juga menanti respons Pemerintah Aceh terkait potensi persepsi publik mengenai adanya jejaring kekuasaan melalui hubungan keluarga di jajaran birokrasi.

Kepercayaan masyarakat terhadap independensi sistem pengawasan Pemerintah Aceh kini dipertaruhkan. Jawaban tegas dan terbuka dari pemerintah sangat diperlukan, agar integritas tata kelola keuangan dan kebijakan publik dapat terjaga. Pemerintah juga diharapkan segera melakukan telaah conflict of interest secara komprehensif agar setiap penunjukan pejabat benar-benar sesuai kebutuhan dan kompetensi organisasi, bukan berdasar jejaring personal atau kedekatan keluarga. (*)

Berita Terkait

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan
Muslim Ayub Dorong Dana Otsus Aceh Tanpa Batas Waktu dalam Pembahasan RUU Pemerintahan Aceh
Perkuat Layanan Ibu & Anak, Muhammad Nur Dipercaya Pimpin RSIA Banda Aceh
Warga Desak: Mualem Istirahat Total! Urusan Pemerintahan Ditipkan Sementara
Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara
Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi
3. Proyek Pengadaan Kitab Dana Otsus Aceh Rp50,53 Miliar Diduga Dikuasai 10 Perusahaan
21 DPC Merapat, Sayuti Abubakar Jadi Kandidat Kuat Ketua Demokrat Aceh

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:12 WIB

Sosialisasi Budaya Melayu oleh LAMR Sasar Santri Darul Fikri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Presisi Polda Riau Bernuansa Melayu, LAMR Meranti Apresiasi Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:31 WIB

LAMR Meranti Anugerahkan Tanda Kehormatan ke Kapolres AKBP Gede

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:55 WIB

Jaga Mangrove, LAMR Meranti Ajak Masyarakat Rawat Pesisir

Jumat, 17 Juli 2026 - 01:26 WIB

Butuh Data Resmi Pemkab Meranti? Ajukan Melalui Layanan PPID Kominfo

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:35 WIB

KETUA LAMR KEPULAUAN MERANTI TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI 10 KEPALA DESA 

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:27 WIB

LAMR LAKSANAKAN KEGIATAN SYARAHAN SASTRA BUDAYA DI MAN 2 KEPULAUAN MERANTI 

Senin, 4 Mei 2026 - 13:08 WIB

PEMKAB MERANTI DUKUNG PENUH PEMBERANTASAN NARKOBA: BUPATI APRESIASI KAPOLRES SITA 60 KH

Berita Terbaru

LAMPUNG

Gubernur Mirza Lepas Ribuan Peserta Siger Run 2026

Senin, 14 Sep 2026 - 05:43 WIB