BANDAR LAMPUNG — Dalam suasana santai penuh keakraban, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GBRAN, Reno Rosalino Maesa, S.E. (bang Reno), menggelar pertemuan silaturahmi bersama Presiden Gerakan Anti Nganggur Nusantara (GANTARA), Sandi Febri Wijaya (bung Sandi). Pertemuan ini dikemas dalam konsep santai bertajuk “NGOPI”, yang merupakan akronim dari Ngobrol Perkembangan Indonesia.
Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan ketenagakerjaan, momentum “NGOPI” ini bukan sekadar ajang bersantai, melainkan ruang diskusi strategis yang membahas gagasan-gagasan produktif untuk kemajuan masyarakat.
Ngobrol Perkembangan Indonesia untuk Generasi Muda
Acara yang dihadiri oleh jajaran pengurus kedua organisasi tersebut berfokus pada pembahasan isu-isu strategis, antara lain:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
* Penciptaan Lapangan Kerja: Mendorong sinergi program pemberdayaan masyarakat agar mampu menekan angka pengangguran di berbagai daerah.
* Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM): Membahas langkah nyata dalam mendampingi pelaku usaha lokal agar lebih berdaya saing.
* Kolaborasi Antar-Lembaga: Membangun kemitraan yang solid antara DPD GBRAN dan GANTARA untuk mengawal berbagai kebijakan serta kegiatan sosial-ekonomi.
Bang Reno menyampaikan bahwa istilah “NGOPI” dihadirkan sebagai wadah komunikasi informal namun tetap menghasilkan solusi konkret bagi persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Melalui NGOPI—Ngobrol Perkembangan Indonesia—kita ingin memecahkan berbagai persoalan bangsa, khususnya terkait penyerapan tenaga kerja dan kemandirian ekonomi, dengan cara yang lebih santai, terbuka, dan aplikatif,” ujar bang Reno dalam kesempatan tersebut.
Sinergi Berkelanjutan
Bung Sandi menyambut baik inisiatif dan kolaborasi ini.
Gerakan Anti Nganggur Nusantara terus berkomitmen untuk membuka lebih banyak peluang kerja dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat luas, sehingga sinergi bersama GBRAN diharapkan dapat mempercepat capaian target tersebut di skala daerah maupun nasional.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk menindaklanjuti poin-poin diskusi ke dalam program kerja nyata yang dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.

































