Rudi Tarigan: Tokoh Pemuda Agara Minta Pj Gubernur Tegur Kepala Balai Serta Korlap dan Penilik BPJN Aceh Terkait Buruknya Penangan Jalan Nasional Kutacane -Medan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 27 Desember 2023 - 11:25 WIB

50651 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane,Waspada Indonesia | Tokoh Muda Agara yang juga tokoh muda pejuang Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), Rudi Tarigan, pada Rabu 27 Desember 2023 kepada sejumlah wartawan di Kutacane menyampaikan, kita meminta kepada Kepala Balai serta Kepala BPJN 1 Aceh copot PPPK BPJN Agara dan Gayo Lues.

Menurut Rudi Tarigan, bahwa mereka sebagai pihak yang terlibat terhadap perawatan jalan Nasional Kutacane -Medan terutama derainase jalan sangat lamban serta tidak optimal dalam pemeliharaan jalan nasional di wilayah Aceh Tenggara. Sebab sering kali membuat pengendara yang melintas di badan jalan Nasional Medan-Kutacane mengalami kecelakaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi jalan saat musim hujan digenangi air lantaran tidak ada derainase atau paret pembuangan air. Sehingga jika hujan air tergenang. Katanya

Tak pelak ini juga buntut bobroknya kinerja tenaga lapangan khususnya pihak Kordinator lapangan (Korlap) dan Penilik Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Aceh, untuk secepatnya bisa mencopot tenaga Korlap dan Penilik BPJN. Bukan tidak berasalan kita mengeluarkan statemen ini. Karena sepertinya mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi (tufoksi) nya sebagai orang perpanjangan tangan pihak BPJN III Aceh. Seharusnya mereka respon cepat terhadap kondisi jalan nasional Kutacane -Medan saat ini.

Baca Juga :  Tiga Desa di Aceh Tenggara Dipastikan Tidak Ikut Pilkades Serentak 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menerangkan.
“Karena kita melihat sejumlah ruas-ruas atau dilokasi tertentu masih terdapat kerusakan pada ruas-ruas jalan tersebut. Seperti saat ini terlihat di desa Kuta Tengah kecamatan Lawe Sigala -gala kabupaten Aceh Tenggara provinsi Aceh.

Akibat lamanya kerusakan pada badan jalan nasional ini, tentunya tidak terlepas bobroknya kinerja pihak Korlap dan Penilik BPJN III Aceh. Lantaran mereka diduga jarang sekali turun ke lokasi untuk meninjau sejumlah ruas-ruas jalan nasional. Kendatipun kita melihat di beberapa lokasi jalan nasional ada perbaikan mereka lakukan. Sambung Rudi Tarigan.

Kemudian dia mencontoh kan, saat ini kita melihat adanya kerusakan di bagian kontruksi box beton, desa Kuta Tengah itu mengakibatkan, kondisi jalan berlubang dan tentunya ini sangatlah berbahaya bagi pengguna jalan atau pengandara, terutama pada malam hari. Kendatipun sebelumnya memang sudah dikerjakan sama BPJN, akan tetapi hanya dengan menimbun dengan material seadanya, dan pekerjaan penimbunan itu terkesan hanya asal-asalan saja.

Baca Juga :  Sinergi TNI dan Polri Berbuah Hasil, Terduga Pembantai Warga Aceh Tenggara Berhasil Dibekuk

Seharusnya pihak BPJN III Aceh mengutamakan kualitas pengerjaan bukan malahan mencari keuntungan secara pribadi maupun kelompok dan golongan. Dan yang paling penting adalah jalan nasional Kutacane -Medan itu untuk kenyamanan bagi semua pengendara. Tegasnya.

Sedangkan warga setempat juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa kerusakan pada badan jalan nasional di desa ini sudah sejak lama. Dan bisa mengancam pengendara. Sebab pada kerusakan tidak ada dipasang rambu lalu lintas.

Seharusnya pihak BPJN mencari solusinya atau diperbaiki sumber permasalahan yang mengakibatkan badan jalan kembali berlubang..
Dan yang lebih disayangkan tidak ada rambu sama sekali. Apakah Penilik BPJN jalan atau Korlap tertidur?
Ataupun sengaja dengan membiarkan permasalahan ini . Kendatipun tahun 2023 akan berganti sebentar lagi.

Terkait bobroknya kinerja tenaga Korlap dan Penilik BPJN III Aceh, Munawar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 35, sampai berita ini ditulis belum bisa memberikan keterangan kepada wartawan. Karena pesan WhatsApp yang dikirimkan ke handphone beliau tidak aktif.[Hidayatt dan Tim*]

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu
Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru