Carut Marut Kasus Dugaan Sengketa Tanah, Ahli Waris Berikan Kuasa Penuh Kepada Tim IWO-Indonesia

hayat

- Redaksi

Selasa, 2 Juli 2024 - 15:30 WIB

50311 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu-waspadaindonesia.com

Prihal carut marut kasus dugaan sengketa tanah yang berada di Pekon Way Rilau Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus terus bergejolak, pasalnya pihak ahli waris mendatangi kantor Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Pringsewu memberikan hak kuasa untuk membantu mendapatkan hak- haknya dalam kepemilikan tanah tersebut pada hari Senin (1/7/2024).

Adapun selaku ahli waris :
Nasriah Istri Almarhum Ahmad Aspani.
Anak anak :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Paidian Asna Bin Ahmad Aspani.
2. Eliya Binti Ahmad Aspani.
3. Zammi Bin Ahmad Aspani.
4. Feriansyah Bin Ahmad Aspani.
5. Ade Hartawan Bin Ahmad Aspani.
6. Novi Supriyadi Bin Ahmad Aspani.
7. Yepri Heldi Bin Ahmad Aspani.

Pihak ahli waris mendatangi kantor IWO-Indonesia Pringsewu, yang sebelumnya mereka mengalami kesulitan untuk kembali mendapatkan atas hak kepemilikan tanah yang berada di wilayah Pertiwi Pekon Way Rilau Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus dengan luas tanah ukuran 70.000 Meter (7 Hektar).

Nasriah istri dari almarhum Ahmad Aspani selaku pihak yang memberi kuasa, mengatakan tidak terima tanahnya yang sekarang ini sudah dimiliki oleh Perusahaan tambak udang dengan pemilik atas nama H.Taisir Cs. Dirinya menceritakan tanah tersebut milik Almarhum suaminya yang bernama Ahmad Aspani.

Baca Juga :  *Polsek Talang Padang dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi Temuan Mayat Membusuk*

“Kami merasa sampai hari ini, tanah kami tidak pernah di perjual belikan, artinya patut diduga ada persekongkolan jahat, penyerobotan tanah milik kami selaku ahli waris,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Paidian Asna Bin Ahmad Aspani anak pertama dari almarhum juga mengatakan, upaya sudah pernah kami lakukan, baik ke Pihak Desa, pihak pengadilan, bahkan ke Polda Lampung, namun sampai hari ini belum membuahkan hasil.

“Maka dari itu, kehadiran kami ke kantor IWO- Indonesia Kabupaten Pringsewu meminta sekaligus berharap, kiranya kepada Bapak Sirli Patih Jaya Kekhama Ketua IWO-Indonesia bersama tim untuk bisa membantu kami, agar bisa mendapatkan hak-hak tanah orang tua kami,”harapnya.

Sementara itu, Elisa anak ke-2 dari Ahmad Aspani dan Nasriah menyampaikan bahwa tanah tersebut, sampai hari ini masih dikuasai H.Taisir Cs, kemudian pengaduan dan laporan terkait hak tanah yang sudah dimiliki H Taisir Cs selaku Perusahaan tambak udang, telah terjadi dan tanpa ada tanda tangan dari orang tua kami, ibu Nasriah dan kami anak- anaknya selaku ahli waris merasa kepemilikan pihak H.Taisir Cs sudah jelas batal demi hukum.

Baca Juga :  Hasil Kerja Keras Pj. Bupati Nagan Raya Peningkatan Jalan Ke Wisata Danau Laot Tadu Sudah Mulai Dikerjakan

“Jadi kedatangan kami kekantor IWO-I Pringsewu meminta dan berharap persoalan tanah orang tua kami, bisa kembali kepada kami selaku ahli waris,” pintanya.

Sirli Patih Jaya Kekhama ketua IWO-Indonesia Pringsewu, mengucapkan terimakasih atas kedatangan keluarga pihak ahli waris, yang mana sudah percaya memberikan surat kuasa penuh untuk membantu terkait kepengurusan sengketa tanah.

“Ya, saya bersama tim IWO-Indonesia pringsewu pada hari Jumat tanggal 28 juni 2024 berangkat ke jakarta dalam hal berkordinasi terkait persoalan tanah yang ada di wilayah Pertiwi Pekon Way Rilau Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus.

Dikatakannya, keberangkatan kemarin tentunya kita sudah berkoordinasi dengan Satgas Mafia Tanah baik yang ada di Mabes Polri maupun dengan kementrian ATR.

“Jadi dalam hal itu, kita sudah berkoordinasi, adapun tindaklanjut tentunya tahap demi tahap akan kita lakukan proses baik data maupun segala macemnya,”ungkap Sirli Patih.

Pewarta : Hayat

Berita Terkait

Surat Penghentian Diduga Tak Bertaring, Proyek Tower Batununggal Jadi Sorotan Tajam
Warga Batujajar Mengamuk! Kios Diduga Penjual Obat Golongan G Digerebek Massa di Pasar Batujajar
Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wali Murid Apresiasi Psikotes di SMPN 17 Gresik, Ketua Komite Bantah Dugaan Pungli dan Soroti Pemberitaan yang Dinilai Kurang Berimbang
Rapor Merah Disdik Kota Bekasi: Dari Sengkarut SPMB, Mutasi Ilegal PPPK, hingga Dugaan Korupsi Meubeler Diadukan ke Kejari

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:08 WIB

H. Irmawan Dinilai Mampu Jawab Harapan Publik, Didorong Pimpin Aceh Tenggara 2029

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Dihantam Isu Jual Beli Proyek dan Dugaan KKN

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane Tekankan Disiplin dan Etika Medis

Berita Terbaru