Bupati Aceh Tenggara Sambut Kepala BNPB, Dorong Penguatan Mitigasi Bencana di Daerah

Waspada Indonesia

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:06 WIB

50361 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, menyambut langsung kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Senin (27/10/2025). Kunjungan Kepala BNPB ke Provinsi Aceh tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana serta memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam sistem penanggulangan bencana nasional.

Sambutan terhadap Kepala BNPB berlangsung hangat dengan kehadiran sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota se-Aceh, termasuk jajaran Badan Penanggulangan Bencana Aceh dan unsur Forkopimda setempat. Suasana keakraban tampak dalam momen awal kedatangan Suharyanto yang akan menjalani rangkaian agenda strategis selama berada di Aceh.

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap kerentanan bencana yang masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Aceh Tenggara. Wilayah yang terletak di bagian tengah provinsi tersebut tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, terutama banjir bandang dan tanah longsor yang kerap terjadi saat musim hujan.

Baca Juga :  Relawan Amri M Ali Mengajak Lapisan masyarakat Dapil Aceh I Untuk memberi Dukungan Pada 14 Februari Mendatang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyambut baik kehadiran Kepala BNPB di Aceh. Ini merupakan langkah penting sekaligus strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, khususnya dalam penanggulangan bencana. BNPB memiliki peran vital dalam memperkuat kapasitas daerah, baik dari sisi teknis, sumber daya, hingga dukungan logistik,” kata Salim Fakhry.

Menurut Fakhry, tantangan penanggulangan bencana tidak hanya terletak pada tanggap darurat saat kejadian bencana, tetapi juga kesiapsiagaan dalam pencegahan, edukasi masyarakat, dan penguatan struktur kelembagaan di daerah. Untuk itu, ia berharap momentum kunjungan Kepala BNPB dapat memperkuat pemetaan risiko bencana di Aceh Tenggara serta mendorong percepatan program-program mitigasi yang lebih komprehensif.

Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan mengikuti serangkaian agenda di Aceh, termasuk rapat koordinasi bersama Pemerintah Aceh, BPBD Provinsi Aceh, serta peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan bencana yang tersebar di beberapa kabupaten. Agenda tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang memperkuat sistem penanggulangan bencana lintas sektor secara terpadu.

Aceh menjadi salah satu daerah fokus dalam kebijakan nasional kebencanaan mengingat tingginya frekuensi dan keragaman jenis bencana di wilayah ini, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor. Di sisi lain, kesiapan infrastruktur, pengetahuan masyarakat, dan koordinasi kelembagaan menjadi elemen penting dalam meningkatkan daya tanggap terhadap potensi bencana masa depan.

Baca Juga :  RQV Indonesia Ajak Seluruh Masyarakat Aceh Untuk Melakukan Penggalangan Dana Kemanusiaan Untuk Palestina

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), disebut terus berupaya meningkatkan kapasitas personel, kesiapan alat, hingga penguatan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini. Namun Fakhry menilai bahwa pendampingan dan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya BNPB, tetap dibutuhkan untuk memperluas jangkauan program dan ketahanan wilayah.

“Kolaborasi adalah kunci dalam menghadapi persoalan bencana. Aceh Tenggara, seperti daerah rawan lainnya di Aceh, butuh pendampingan terus-menerus agar sistem penanganannya lebih tangguh dan adaptif. Kita berharap sinergi ini membawa hasil nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fakhry.

Kunjungan kerja Kepala BNPB ini turut menegaskan pentingnya pendekatan pencegahan dan mitigasi sebagai prioritas kebijakan pembangunan daerah, sejalan dengan prinsip pengurangan risiko bencana yang inklusif dan berkelanjutan.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Transparansi Pengadaan BBM Disoal, LIRA Minta BPK Audit Kinerja BPBD Gayo Lues Tahun 2025
LSM LIRA Ungkap Dugaan Pelanggaran oleh Kasat Narkoba dalam Penanganan Bandar di Medan
Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang
Ketum PPA Desak Presiden Ringankan Tagihan PDAM dan PLN bagi Korban Banjir di Aceh
Aliansi Pers Akan Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, Sediakan Layanan Keluhan
Hasil Evaluasi APBA 2026 dari Kemendagri Diterima, TAPA Segera Kaji dan Laporkan ke Gubernur
Dari Dapil Ke Senayan : Kisah Jamaluddin Idham Mengawal Harapan Rakyat Selama 365 Hari
Ketua DPRK Banda Aceh Bantu Petani Cabai Aceh Tengah

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 00:53 WIB

Partai Cinta Negeri Usung Pendiri Sekaligus Ketua Umumnya, Samsuri S.Pd.I., M.A., sebagai Capres RI 2029

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:17 WIB

Putusan MK Nomor 145/PUU-XXlll/2025, Teguhkan Peran Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Penyeimbang Kekuasaan 

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:14 WIB

DPP AKPERSI: Sobang Terancam Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian 

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:53 WIB

BNN Bongkar Produksi Vape Narkoba Omzet Rp 18 M, PW GPA DKI : BNN Selamatkan Ribuan Pemuda Dari Bahaya Narkoba

Jumat, 16 Januari 2026 - 04:24 WIB

Kamis, 15 Januari 2026 - 03:09 WIB

Kejati Malut diminta segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:04 WIB

RKAB PT HSM Dipersoalkan Aktivis Maluku Utara Datangi Dirjen Minerba dan PT CNGR

Senin, 12 Januari 2026 - 19:51 WIB

PDIP Ungkap 8 Tantangan Utama Bangsa dalam Penutupan Rakernas I

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB