Bupati Salim Fakhry Targetkan Aceh Tenggara Tembus 10 Besar MTQ Aceh

Waspada Indonesia

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 17:58 WIB

50326 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE — Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, menyampaikan harapan besar kepada kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) asal daerahnya agar mampu menorehkan hasil yang membanggakan pada ajang MTQ ke-XXXVII tingkat Provinsi Aceh yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya. Hal tersebut disampaikan Bupati saat secara resmi melepas keberangkatan kafilah Aceh Tenggara di kediamannya, Kute Muara Lawe Bulan, Kecamatan Babussalam, Kamis (30/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa target yang harus dicapai kafilah Aceh Tenggara tahun ini adalah masuk dalam 10 besar, dari total 23 kabupaten/kota peserta MTQ. Target tersebut dinilai realistis dan wajib diwujudkan, mengingat fasilitas dan dukungan dari pemerintah daerah sudah disiapkan dengan baik, termasuk alokasi anggaran yang konsisten setiap tahun untuk pembinaan peserta.

“Tahun lalu kita di posisi paling bawah, urutan ke-23 dari 23 daerah. Itu sangat mengecewakan, terutama karena pemerintah daerah sudah memberikan perhatian serius terhadap pembinaan kafilah,” ujar Bupati Salim Fakhry. Ia mengingatkan bahwa kekalahan pada MTQ 2023 yang diselenggarakan di Kabupaten Simeulue menjadi pelajaran pahit yang memacu perbaikan dalam segala lini, baik dari sisi teknis peserta, pelatih, hingga manajemen tim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, kata Bupati, memberikan dorongan penuh demi mengangkat kembali martabat daerah dalam ajang religius bergengsi tingkat provinsi itu. Kepada Dinas Syariat Islam selaku penanggung jawab tim, Bupati menginstruksikan agar memastikan seluruh kafilah dapat mengikuti perlombaan dengan fokus dan tertib, tanpa adanya persoalan di luar konteks perlombaan.

Baca Juga :  Ironi di Balik "Plat Merah": Anggaran Cair, Jalan Nasional Masih "Mati Suri"

“Kadis Syariat Islam harus bertanggung jawab penuh atas kafilah. Awasi betul peserta kita, jangan sampai ada laporan yang tidak-tidak. Jaga harkat dan martabat Aceh Tenggara. Tunjukkan bahwa kita adalah utusan yang bermartabat serta menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Dirinya juga meminta seluruh peserta dan pendamping menunjukkan sikap sportif serta semangat juang tinggi. Ia ingin kafilah Aceh Tenggara tidak sekadar hadir di arena MTQ, namun bersaing dengan daerah lain untuk menjadi yang terbaik. “Tunjukkan bahwa kafilah Aceh Tenggara mampu bersaing dan berprestasi. Saya ingin kalian bisa tampil maksimal dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat kita,” ujarnya penuh harap.

Sebagai bentuk motivasi, Pemkab Aceh Tenggara turut menyerahkan bonus kepada seluruh peserta, serta memberikan penghargaan spesial bagi kafilah yang telah menorehkan prestasi pada MTQ tingkat provinsi sebelumnya di Simeulue. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Salim Fakhry dan turut disaksikan jajaran Forkopimda, di antaranya Dandim 0108, Kapolres Aceh Tenggara, Kajari, Ketua PN, serta Ketua Mahkamah Syari’ah Kutacane.

Baca Juga :  DPRK Agara Beserta Jajaran Mengucapkan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan H.M. Salim Fakhry, SE,M.M – dr. Heri Al Hilal Sebagai Bupati & Wakil Bupati Aceh Tenggara Masa Jabatan 2025-2030

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam, M. Rasadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa total kontingen Aceh Tenggara yang diberangkatkan ke Pidie Jaya berjumlah 70 orang. Jumlah tersebut meliputi peserta lomba, pelatih, pendamping, tim keamanan, awak media, serta unsur panitia MTQ.

Kafilah tersebut akan mengikuti pertandingan pada delapan cabang, yakni Tilawah Al-Qur’an 11 orang, Hifzhil Qur’an 18 orang, Tafsir Bahasa Indonesia 1 orang, Fahmil Qur’an (putra dan putri) 6 orang, Syarhil Qur’an (putra dan putri) 3 orang, Khattil Qur’an 3 orang, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) 2 orang, dan Hafalan Hadis 2 orang.

MTQ ke-XXXVII tingkat Provinsi Aceh dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 8 November 2025, dengan pelaksanaan terpusat di Kabupaten Pidie Jaya. Ajang ini menjadi sarana strategis untuk menggali potensi generasi muda Muslim dalam bidang kajian dan pemahaman Al-Qur’an serta mempererat ukhuwah Islamiyah antar sesama masyarakat Aceh.

Dengan target sepuluh besar yang dicanangkan Bupati Salim Fakhry, masyarakat Aceh Tenggara menaruh harapan besar agar perjuangan kafilah mampu membawa nama baik daerah, sekaligus menandai kebangkitan prestasi religius yang sempat terpuruk pada gelaran sebelumnya.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Protes Warga Desa Lawe Beringin Horas Meningkat, Kejaksaan Didesak Bertindak Tegas Terkait Kasus Dana Publik
Tabligh Akbar Peringati Isra Mi’raj di Aceh Tenggara Berlangsung Khidmat, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Teladani Keteladanan Rasulullah SAW
DPRK Aceh Tenggara Akan Panggil BPBD Terkait Dugaan Penumpukan Logistik Bantuan
Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur untuk Korban Banjir Bandang di Ketambe
Menanti Taji APH di Aceh Tenggara: Antara Anggaran “Hantu” dan Pembiaran Sistematis
Respons Cepat Dinsos Agara: Nasi Bungkus untuk Korban Kebakaran Strak Pisang
Wakil Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Isra Mi’raj Sebagai Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
STKIP Usman Safri Kutacane Wisuda 87 Mahasiswa, Pemkab Apresiasi Kontribusi Dunia Pendidikan bagi Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Senin, 1 September 2025 - 22:10 WIB

Rutan Balge Panjatkan Doa Bersama Untuk NKRI Yang Aman, Damai dan Sejahtera

Rabu, 18 Oktober 2023 - 18:08 WIB

Sukses di Danau Toba, Ulos 1.000 Meter Akan Dibentang Depan Istana Negara dan Keliling Monas

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB