Ironi di Balik “Plat Merah”: Anggaran Cair, Jalan Nasional Masih “Mati Suri”

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 16:33 WIB

50557 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – WASPADA INDONESIA-​Kasus keterlambatan perbaikan jalan nasional Kutacane – Blangkejeren oleh PT Hutama Karya (HK) bukan sekadar masalah teknis di lapangan. Ini adalah potret ironis di mana sebuah perusahaan raksasa negara (BUMN) yang memegang mandat strategis, justru dituding bekerja dengan ritme “siput” di tengah penderitaan rakyat pasca-bencana.

​1. Kontradiksi Dompet dan Progres
​Isu yang paling menyengat dalam laporan ini adalah realisasi anggaran. Jika benar anggaran sudah dicairkan namun fisik pekerjaan di lapangan masih stagnan, maka pertanyaan besarnya adalah: Ke mana uang itu mengalir? Dalam dunia konstruksi, pencairan dana seharusnya menjadi bahan bakar percepatan (akselerasi). Namun, di Aceh Tenggara, yang terjadi justru anomali. Ketika uang negara sudah berpindah tangan ke korporasi, namun akses transportasi tetap lumpuh, itu bukan lagi sekadar “lamban”, melainkan indikasi kegagalan manajemen atau—yang lebih buruk—potensi penyimpangan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2024

​2. Skandal Solar Subsidi: “Darah” Proyek yang Bermasalah
​Sorotan LSM terhadap dugaan penggunaan BBM Solar Subsidi pada alat berat PT HK adalah “peluru” yang sangat tajam. Secara regulasi, proyek strategis nasional dilarang keras menggunakan BBM subsidi yang menjadi hak rakyat kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Logikanya sederhana: Jika perusahaan sekelas BUMN masih “bermain” di ranah solar subsidi untuk menekan biaya operasional, maka integritas proyek tersebut patut dipertanyakan sejak dalam pikiran. Ini bukan hanya soal efisiensi, tapi soal potensi tindak pidana.
​3. Jalan Nasional: Antara Urat Nadi dan Luka Masyarakat

Baca Juga :  Baitul Mal Aceh Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Banjir di Aceh Tenggara

​Bagi masyarakat Ketambe dan sekitarnya, jalan ini bukan sekadar aspal. Ini adalah akses kesehatan, jalur logistik makanan, dan urat nadi ekonomi. Membiarkan jalan ini rusak berlarut-larut pasca-banjir sama saja dengan membiarkan ekonomi daerah terisolasi.
Ketidakmampuan PT HK untuk bertindak cepat (emergency response) menunjukkan lemahnya sensitivitas terhadap krisis. Sebagai BUMN, mereka memiliki sumber daya alat dan tenaga ahli yang jauh di atas kontraktor lokal. Jadi, alasan “medan sulit” terdengar sangat klise dan tidak masuk akal bagi perusahaan sekelas mereka. (*)

Berita Terkait

Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara
Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja
Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB