PPA Temui Wakil Bupati Pidie Jaya, Siap Buka Sekolah Darurat dan Posko Kesehatan untuk Anak Terdampak Bencana

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 04:26 WIB

50246 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | BANDA ACEH — Partai Perjuangan Aceh (PPA) bergerak cepat merespons dampak bencana banjir di Pidie Jaya dengan menginisiasi pembukaan sekolah darurat dan posko kesehatan.

Atas arahan langsung Ketua Umum PPA, Prof. Adjunct Dr. Marniati, M.Kes, satuan tugas gabungan PPA turun ke Pidie Jaya untuk membahas langkah konkret pemulihan sektor pendidikan dan kesehatan.

Satgas gabungan PPA yang dipimpin Ketua Harian PPA, Musri, melakukan pertemuan resmi dengan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri. Rombongan PPA turut didampingi Ketua Satgas Pendidikan, Ketua Satgas Kesehatan, serta Ketua Media Center PPA. Minggu 21 Desember 206

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan ini menegaskan komitmen PPA untuk hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak bencana.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif PPA. Ia menyambut baik rencana pembukaan posko kesehatan dan sekolah darurat bagi siswa SD, SMP, hingga SMA, khususnya di wilayah Pidie Jaya yang terdampak banjir. Pemerintah daerah, kata Hasan Basri, siap menyiapkan lokasi dan dukungan teknis agar program ini dapat segera terlaksana.

Baca Juga :  DPC LSM TRINUSA WAYKANAN GRUDUK KANTOR BUPATI DAN KEJAKSAAN NEGEI KABUPATEN WAYKANAN

Ketua Umum PPA, Prof. Adjunct Dr. Marniati, yang juga dikenal sebagai akademisi dan rektor, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meskipun dalam kondisi bencana. Menurutnya, pendidikan adalah penentu masa depan anak dan masa depan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa anak-anak Aceh berpotensi tertinggal dalam persaingan masuk perguruan tinggi negeri maupun luar negeri apabila proses belajar terhenti menjelang masa ujian.

PPA menilai negara tidak pantas mengabaikan pendidikan anak-anak korban bencana. Dalam paparannya, PPA mencontohkan praktik penanganan bencana di berbagai negara, di mana dalam 24 jam pertama bantuan material harus masuk, bantuan tunai wajib disalurkan maksimal tiga hari, dan dalam dua hari seluruh anak-anak harus ditempatkan di lokasi aman yang layak untuk tinggal dan belajar.

Menurut PPA, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin hak pendidikan dan masa depan anak bangsa. Strategi utama penanganan bencana harus mencakup pendirian kelas darurat, pembangunan kembali infrastruktur pendidikan dengan standar tahan bencana, serta integrasi pengurangan risiko bencana ke dalam kurikulum sekolah agar siswa dan guru lebih siap menghadapi situasi darurat.

Baca Juga :  TMMD Ke 118 Kodim 0118/Subulussalam Di Buka Oleh Walikota Subulussalam

Selain itu, PPA juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan. Pelatihan bertahap bagi guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dinilai penting, termasuk penguatan metode pembelajaran inovatif dan manajemen darurat. PPA juga akan menyiapkan psikolog profesional untuk memberikan dukungan kesehatan mental bagi anak-anak terdampak.

Sebagai langkah awal, PPA bersama mitra dan Universitas Ubudiyah Indonesia siap berkolaborasi membangun kembali sistem pendidikan Aceh yang lebih tangguh.

Hasan Basri Wakil Bupati Pidie Jaya menyatakan pemerintah daerah akan menyiapkan area sekolah darurat dan dukungan lainnya, dengan target sekolah darurat mulai beroperasi pada 8 Januari 2025, agar anak-anak Pidie Jaya dapat kembali belajar dengan aman dan bermartabat. [Redaksi]

Berita Terkait

Gandeng Ulama, Kapolres Simalungun Tegaskan Perang Lawan Narkoba
Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
PT RAD Indonesia Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Internasional CERA
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba
LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap
Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai
PPWI Ogan Ilir Kecam Akun Ladusing T, Diduga Sebarkan Tudingan Tanpa Bukti

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru