Dari Rantau untuk Kampuang: IKLA RGS RIAU Salurkan Bantuan Rp112 Juta bagi Dunsanak Terdampak Bencana di Agam

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:07 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi-Sumbar,  waspadaindonesia.com – Pepatah Minangkabau menyebut, saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Rasa itulah yang dibawa para perantau Ikatan Keluarga Luhak Agam Rumah Gadang Sakato (IKLA RGS) Riau saat kembali menjejakkan kaki di ranah, menyapa kampung halaman yang tengah dilanda bencana hidrometeorologi.  Sabtu (10/01/2026).Sebanyak 47 orang perwakilan IKLA Riau hadir membawa amanah dari rantau, bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga titipan rindu, empati, dan ikatan batin yang indak lapuak dek hujan, indak lakang dek paneh antara perantau dan kampung asal. Di rumah dinas Bupati Agam Belakang Balok.

Rombongan disambut langsung oleh Bupati Agam Benni Warlis Dt. Tan Batuah, didampingi Asisten I Setda Agam Yunilson, Camat Palupuh Nong Rianto, Camat Palembayan Sabirun, Sekcam Malalak Edwar, serta dua orang wali nagari dari Kecamatan Palupuh, yakni Wali Nagari Nan Limo dan Wali Nagari Pasia Laweh.

Dalam sambutannya, Bupati Agam menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian para perantau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Kembali, Hj. Endah Rahmawati, SE Distribusikan Air Bersih di Wedung

Ia menegaskan bahwa di tengah cobaan alam, kehadiran dunsanak dari rantau menjadi penguat moral dan penopang semangat masyarakat yang terdampak.

Kok kampuang ditimpo musibah, rantau dipanggia rasonyo.

Ketua IKLA Riau, Yosrizal, mengungkapkan bahwa IKLA merupakan payuang panji bagi seluruh organisasi perantau Luhak Agam di Riau, yang di dalamnya berhimpun berbagai ikatan keluarga seperti IKEDA, IKTR, dan IKK.

“Kami datang bukan sebagai tamu, tapi sebagai keluarga yang pulang melihat kampuang nan sedang taluko,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya sejumlah organisasi perantau, seperti IKABA dan IKEDA, telah lebih dahulu menyalurkan bantuan sebagai wujud kepedulian bersama, menandakan bahwa perantau Minangkabau tetap sapakat jo saiyo sakato ketika ranah ditimpa bencana.

Bantuan yang diserahkan IKLA Riau berjumlah Rp112 juta, dilengkapi beras, mi instan, serta pakaian layak pakai.

Seluruhnya merupakan hasil urang basamo mangko basamo, cerminan falsafah barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang.

Sementara itu, AKBP Darien, selaku Ketua Pengumpulan Dana, menegaskan bahwa dana tersebut merupakan amanah adat jo amanah batin.

Baca Juga :  Tim Wasev TMMD tinjau Lokasi TMMD Ke-119 Tahun 2024 Kodim Palangka Raya

“Bantuan ini sepenuhnya untuk dunsanak kami yang tertimpa bencana. Berdosa rasanya jika terpakai untuk ongkos perjalanan. Ini titipan hati dari rantau,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia menambahkan, meski jarak memisahkan, batin perantau Minangkabau tetap berpaut pada kampung halaman.

“Kami boleh jauh di rantau, tapi raso kami tetap di ranah. Dunsanak sakik, kami turut maraso. Dunsanak susah, kami terpanggil,” tuturnya.

Adapun penyaluran bantuan dana dilakukan ke empat kecamatan terdampak, yaitu:

Kecamatan Palembayan sebesar Rp.43 juta

Kecamatan Tanjung Raya sebesar Rp.34 juta

Kecamatan Malalak sebesar Rp.23 juta

Kecamatan Palupuh sebesar Rp.12 juta.

Di tengah deru bencana, langkah para perantau ini menjadi bukti bahwa hubungan antara rantau dan ranah bukan sekadar ikatan geografis, melainkan ikatan batin yang diwariskan adat:

ka ateh indak bapucuak, ka bawah indak baurek, tapi bak sabatang pisang, patah tumbuah, hilang baganti.

 

Ardy BM

(Idam Lanun)

Berita Terkait

Kades Mandalamukti Klarifikasi Isu Pembangunan Aula Mangkrak
PPA Gandeng Tim Medis Profesional dan UUI Buka Posko Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir di Pidie Jaya
Wujudkan Swasembada Pangan, Polda Riau Panen Raya Jagung Serentak di Kampar
SMA Negeri 8 Pekanbaru Rayakan Hari Jadi ke-51 dengan Tema Bangga Bersamamu
Begini Peta Konflik Agraria di Torete yang Berujung Penangkapan Paksa Jurnalis di Morowali
HUT Satpam ke-45, Polres Kampar Gelar Syukuran, Kapolres: Satpam Garda Terdepan, Mitra Strategis Polri
Polda Riau Lepas 10 Bhabin Peraih Green Policing Award ke Tanah Suci
Sungai Kerinci Bakal Jadi Spot Wisata Memancing, Bupati Pimpin Restocking 13 Ribu Bibit Patin

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:58 WIB

PPA Bagikan 250 Kg Cabai Merah untuk Warga Terdampak Banjir di Pidie Jaya, Masyarakat Merasakan Dampaknya

Senin, 13 Januari 2025 - 21:14 WIB

Kapolres Pidie Jaya dan Pj Bupati Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Program 1 Pekarangan Pangan Bergizi

Kamis, 2 Januari 2025 - 20:08 WIB

PUSDA Apresiasi Kinerja Polres Pidie Jaya tahun 2024 di Bawah Kepemimpinan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu

Senin, 8 April 2024 - 22:13 WIB

Aktivis Aceh : Dr. H. Said Mulyadi, SE, M.Si diminta kembali untuk Melanjutkan Pembangunan di Pijay

Jumat, 5 April 2024 - 05:40 WIB

Rajai Jajak Pendapat, H Said Mulyadi Calon Kuat Bupati Pidie Jaya Periode 2024-2029

Kamis, 1 Februari 2024 - 18:29 WIB

Dr. Muslem Yacob Hadiri Wisuda Ke III STIS Ummul Ayman

Kamis, 1 Februari 2024 - 18:14 WIB

Pemerintah Aceh Serahkan Kursi Roda Adaptif Bagi Anak Disabilitas Di Pijay

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Bupati Pringsewu Serahkan SK Dewan Pengawas RSUD

Senin, 12 Jan 2026 - 16:44 WIB