Forum LSM Aceh Ingatkan Pemilih agar Periksa Kertas Suara di Depan Petugas Sebelum Mencoblos

Waspada Indonesia

- Redaksi

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:31 WIB

50187 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Menjelang hari pencoblosan pada Pemilu 2024 yang jatuh pada Rabu 14 Februari, Forum LSM Aceh mengajak masyarakat Aceh untuk beramai-ramai memberikan suaranya di TPS yang telah ditentukan. Jangan sampai ada yang memutuskan Golput, karena hal itu akan merugikan diri sendiri dan merusak tatanan demokrasi.

Sekretaris Jenderal Forum LSM Aceh Sudirman Hasan juga menghimbau  agar masyarakat berperan aktif melakukan pemantauan mandiri guna memastikan tidak ada kecurangan pada Pemilu nanti.

Langkah pemantauan ini penting dilakukan sehubungan dengan mencuatnya sebuah scenario  besar akan adanya upaya kelompok tertentu untuk memenangkan satu kandidat melaui cara-cara yang curang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sistem kecurangan Pemilu itu sudah dibongkar oleh berbagai pihak. Yang terbaru adalah film Dirty Vote yang membuat scenario busuk  penguasa untuk memenangkan kandidat tertentu. Kita jangan sampai membiarkan scenario itu terjadi di Aceh. Maka itu, masyarakat perlu memantau langsung semua proses yang berjalan selama Pemilu ini,” kata Sudirman.

Baca Juga :  Terharu Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua DPD PSI Banda Aceh Pangkas Botakkan Rambut sebagai Rasa Syukur

Sebagai langkah antisipasi awal, Sudirman meminta pemilih yang datang ke TPS memeriksa terlebih dahulu kertas suara yang diberikan petugas KPPS sebelum ia masuk ke kotak suara untnuk mencoblos.

“Sebaiknya kertas suara yang diberikan dibuka di depan petugas KPPS guna memastikan bahwa tidak ada kerusakan pada kertas suara itu. Pemilih juga perlu memastikan bahwa keras suara itu belum dicoblos,” kata Sudirman.

Langkah itu harus dilakukan, sebab dalam beberapa kasus, banyak kertas suara yang sudah dicoblos terlebih dahulu. Pada Pemilu yang sudah berlangsung di luar Negeri misalnya, kasus pencoblosan keras suara sebelum diberikan kepada pemilih sudah ada yang terungkap.

Untuk diketahui, Pemilu 2024 untuk warga Indonesia di luar negeri telah dilaksanakan terlebih dahulu. Bahkan ada yang sudah berlangsung pada 5 Februari lalu, seperti di  Hanoi dan Ho Chi Myn City. Sedangkan di Amerika Latin berlangsung  pada 6 Februari.  Sementara untuk negara-negara Arab berlangsung pada 9 Februari.

Baca Juga :  Ketua Badko HMI Aceh Sebut, Proses pemilihan sudah berjalan dengan baik

Untuk negara-negara Eropa dan Amerika banyak yang berlangsung pada 10 Februari. Bagi WNI yang tinggal di Malaysia, Pemilu telah berjalan pada 11 Februari.

Sudirman berharap, kasus tercoblosnya kertas suara sebelum diberikan ke pemilih jangan sampai terjadi di Aceh. Oleh karena itu para pemilih harus teliti sebelum ia masuk ke kotak suara untuk mencoblos.

“kalau masyarakat peduli dan teliti dengan aturan Pemilu ini, niscaya kecurangan dapat kita minimalisir,” katanya.

Sudirman menyayangkan pada Pemilu 2024 ini tidak banyak lembaga nasional dan internasional yang memantau kondisi Aceh. Padahal biasanya pada Pemilu sebelumnya, situasi di Aceh selalu menjadi perhatian.

Oleh karena itu ia mengajak masyarakat untuk melakukan pemantauan mandiri. Pemantauan dimaksimalkan pada siang hari saat pemilih sudah mulai sedikit yang datang ke TPS.

Puncak pemantauan sebaiknya diperketat saat penghitungan suara, Dengan pemantauan dari rakyat, Sudirman yakin kecurangan pada Pemilu 2024 di Aceh dapat diminimalisir. (RED)

Berita Terkait

Syahbudin Padang: Jangan Diskriminasi Media yang Belum Terverifikasi Dewan Pers
Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan
Putra Aceh Pemersatu! Kapolda Marzuki Rangkul Mualem, Sekda dan Ketua DPRA di Momen Haru Pelepasan Haji
IWOI Aceh Desak Evaluasi Dana Pokir, Minta APH Perketat Pengawasan
TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL! Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku, Dari OTK Hingga Dalang Intimidasi di Kantor Desa
Transformasi ‘Asabiyyah’ di Era Algoritmik dan Dampaknya Terhadap Polarisasi Sosial-Politik Indonesia
Aktivis Kritik Pengelolaan Anggaran Pemkot Banda Aceh, Soroti Pemborosan hingga Desak Penyelidikan
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Membanggakan, Kabupaten Pringsewu Kembali Raih Opini WTP Ke-11

Senin, 25 Mei 2026 - 14:28 WIB

LSM PKPN Lampung Soroti Pengelolaan Keuangan MAN 1 Pesawaran: Dugaan Markup Anggaran hingga Anomali LHKPN Kepala Sekolah

Senin, 25 Mei 2026 - 09:56 WIB

LSM TRINUSA Ungkap 10 Kejanggalan Laporan Keuangan Bank Lampung 2024, Desak OJK dan Kejati Turun Tangan

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIB

Putra Anggota Kodim 0410/KBL Raih Juara 1 Tinju Gubernur Cup 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 07:32 WIB

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Kalapas Narkotika Bandar Lampung Turun Langsung Razia Blok Hunian

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:33 WIB

TEMUAN BPK UNGKAP DUGAAN KORUPSI DAN MALADMINISTRASI PT LAMPUNG JASA UTAMA (PERSERODA): LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA DPD LAMPUNG MENUNTUT PENEGAK HUKUM SEGERA BERTINDAK

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:08 WIB

DANA ANTAR BANK NAIK RP380 MILIAR, KREDIT DAN TRANSAKSI BERELASI DISOROT LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:03 WIB

LSM TRINUSA DPD Provinsi Lampung Sorot LHKPN Kabag Kesra Kota Bandar Lampung: Ada Kejanggalan Perbandingan Harta 2024–2025

Berita Terbaru