Komisi V DPRA Temukan Banyak Ruang Inap Terbengkalai di RSUZA, Desak Perbaikan Segera

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Minggu, 12 Januari 2025 - 15:01 WIB

50451 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPRA waled Nura, Yang Juga Pimpinan Dayah Nurul Rasyad Al-aziziyah (Nura) Di Pidie,

BANDA ACEH– Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) pada Selasa (24/12/2024). Dalam sidak tersebut, ditemukan banyak ruang inap yang terbengkalai dan tidak dapat digunakan akibat kerusakan fasilitas.

Ketua Komisi V DPRA, Rijaluddin, SH, MH, memimpin sidak yang juga diikuti oleh anggota Komisi V lainnya, Tgk H. Rasyidin Ahmad atau Waled Nura, serta Syarifah Nurul Carissa. Salah satu persoalan utama yang ditemukan adalah keterbatasan ruang rawat inap, sementara kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan terus meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Waled Nura, yang juga Pimpinan Dayah Nurul Rasyad Al-Aziziyah (NURA) di Pidie, menyayangkan kondisi ini. “Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ruang rawat inap, banyak ruangan yang terbengkalai akibat kurangnya pemeliharaan. Ini sangat ironis,” ujarnya, Rabu (25/12/2024).

Baca Juga :  Kapolsek : Jasat Korban atas Permintaan Keluarga Tidak Boleh di Visum

Ia mengungkapkan, kerusakan fasilitas seperti AC yang tidak berfungsi selama berbulan-bulan menjadi salah satu alasan ruang inap tidak dapat digunakan. Padahal, perbaikan fasilitas tersebut memerlukan biaya yang relatif kecil dibandingkan anggaran besar yang dikelola RSUZA sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Kerusakan ini tidak hanya merugikan pengelola rumah sakit, tetapi juga mencederai hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Ini sangat miris, mengingat masyarakat membutuhkan ruang rawat inap yang layak,” tegasnya.

Komisi V mendesak pihak RSUZA untuk segera melakukan perbaikan fasilitas yang rusak. Jika dalam waktu satu hingga dua bulan tidak ada tindakan nyata, Waled Nura mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan untuk memperbaiki secara swadaya.

Selain kondisi ruang inap, Komisi V juga menemukan sejumlah aspek lain yang membutuhkan perhatian serius. Pelayanan di ruang farmasi dinilai masih banyak yang harus dibenahi agar lebih efektif, efisien, dan transparan.

Baca Juga :  Polresta Banda Aceh Telah Tangani Kasus Pelajar Bawa Sajam, Kapolresta : Foto Lama Beredar Lagi

Tidak hanya itu, Komisi V juga menyoroti perlunya transparansi dalam kerja sama antara RSUZA dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Menurut Waled Nura, banyak pasien BPJS yang tidak memahami hak-hak mereka akibat minimnya informasi yang diberikan pihak rumah sakit.

“Harus ada keterbukaan informasi agar pasien BPJS tahu seluruh proses administrasi dan hak-haknya. RSUZA perlu menjalin pola kerja sama yang lebih transparan dengan BPJS, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal,” tambahnya.

Komisi V berharap temuan-temuan ini segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret oleh pihak RSUZA. Perbaikan fasilitas, peningkatan pelayanan, serta keterbukaan informasi dianggap menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit terbesar di Aceh ini.

“Pelayanan kesehatan yang optimal adalah hak masyarakat. Kami akan terus memantau perkembangan perbaikan di RSUZA untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” tutup Waled Nura.[Her]

 

Berita Terkait

Syahbudin Padang: Jangan Diskriminasi Media yang Belum Terverifikasi Dewan Pers
Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan
Putra Aceh Pemersatu! Kapolda Marzuki Rangkul Mualem, Sekda dan Ketua DPRA di Momen Haru Pelepasan Haji
IWOI Aceh Desak Evaluasi Dana Pokir, Minta APH Perketat Pengawasan
TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL! Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku, Dari OTK Hingga Dalang Intimidasi di Kantor Desa
Transformasi ‘Asabiyyah’ di Era Algoritmik dan Dampaknya Terhadap Polarisasi Sosial-Politik Indonesia
Aktivis Kritik Pengelolaan Anggaran Pemkot Banda Aceh, Soroti Pemborosan hingga Desak Penyelidikan
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:40 WIB

Wakil Bupati Tanggamus Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sempat Tersesat di Gunung Tanggang, Kapolsek Limau Pastikan Pendaki Asal Bandar Lampung Ditemukan Selamat

Senin, 1 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Melainkan Jiwa Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 09:42 WIB

Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Melainkan Jiwa Bangsa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:35 WIB

LSM JATI Desak Transparansi Anggaran MAN 1 Kota Agung, Soroti DIPA 2025 dan Dugaan Anomali LHKPN Kepala Sekolah

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:32 WIB

Lapas Kotaagung Rayakan Idul Adha dengan Salat Eid dan Kurban Bersama Warga Binaan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:21 WIB

Polres Tanggamus Bersama TNI, TNBBS dan TNWC Bongkar Perburuan Satwa Dilindungi, Lima Pemburu Rusa Sambar Ditangkap

Senin, 25 Mei 2026 - 20:46 WIB

Polsek Pulau Panggung Identifikasi Rumah Tertimpa Pohon Kelapa

Berita Terbaru