Jaya Sakti Sehat dan Peduli, Satgas Yonif 113/JS Hadirkan Layanan Kesehatan dan Wifi Gratis di Intan Jaya

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 09:27 WIB

50182 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intan Jaya, Papua Tengah – Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan dari tugas pengabdian personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti. Komitmen itu kembali diwujudkan oleh personel TK Agapa dengan menghadirkan terobosan sosial berupa penyediaan layanan internet gratis dan pelayanan kesehatan di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya. Kehadiran layanan ini tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat pedalaman yang masih menghadapi tantangan dalam mengakses fasilitas-fasilitas dasar.

Melalui penyediaan wifi gratis di Kampung Kendetapa, personel Satgas Jaya Sakti membuka akses baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi. Di wilayah yang masih terbatas infrastruktur jaringan, akses internet seperti ini menjadi barang mewah. Dengan kebijakan tersebut, anak-anak muda, pelajar, dan masyarakat umum kini dapat mulai mengenal dunia digital, memperluas wawasan, serta menggali informasi maupun ilmu pengetahuan secara lebih terbuka. Inisiatif ini telah disambut dengan antusias oleh masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan informasi dan komunikasi.

Tak hanya berbagi akses teknologi, kepedulian Satgas juga terwujud dalam bentuk layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dari berbagai kampung. Salah satunya datang dari Kampung Kobai. Dengan menempuh jarak yang tidak dekat, sejumlah warga Kampung Kobai datang ke Pos TK Agapa untuk memperoleh layanan medis. Pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, hingga tindakan preventif diberikan secara cuma-cuma oleh tim kesehatan Satgas. Kegiatan ini menjadi wujud implementasi mandat kemanusiaan yang diemban Satgas Yonif 113/JS, di tengah beratnya kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah pedalaman.

Baca Juga :  Galian C Di Terang Bulan Jadi Perhatian Publik: Masih Beroperasi dan Merusak Lingkungan di Labuhan Batu Utara 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga yang datang pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Bapak Herman Tipagau (53), seorang tokoh agama dari Kampung Kobai, datang bersama sang istri untuk berobat. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh Satgas. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang disediakan sangat membantu masyarakat, terutama karena mereka sebelumnya harus menempuh perjalanan panjang dan sulit menuju fasilitas kesehatan resmi di pusat distrik. Ketika akses terbatas, kehadiran Satgas layaknya tangan panjang negara yang menjangkau warga di belahan jauh pegunungan Papua. Baginya, program pelayanan kesehatan yang digagas Satgas adalah sebuah harapan baru bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Apresiasi juga datang dari Bapak Andarias Balau (55), tokoh masyarakat Kampung Kendetapa, yang merasakan langsung manfaat dari kegiatan ini. Ia menyebut keberadaan wifi gratis dan layanan kesehatan sebagai bentuk perhatian tulus dari aparat terhadap masyarakat di pedalaman. Menurutnya, langkah ini tidak hanya membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Satgas. Ia berharap, kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan bisa menjangkau lebih banyak kampung di wilayah Distrik Homeyo.

Komandan Pos TK Agapa, Kapten Inf Doriman Raja Gukguk, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan teritorial yang dijalankan Satgas Jaya Sakti di medan penugasan. Ia menekankan bahwa kehadiran Satgas di tengah masyarakat tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, layanan seperti wifi gratis dan pengobatan adalah bentuk kontribusi nyata yang bisa diberikan oleh Satgas sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Baca Juga :  Berikut adalah 10 judul yang relevan untuk artikel tersebut: 1. **Niat Baik Castro Diputarbalik: Hampir Ditombak Rizal Ependi di Tanjung Raja** 2. **Berusaha Melerai KDRT, Castro Malah Diancam Dibunuh dengan Tombak Babi** 3. **Tragedi di Tanjung Raja: Rizal Ependi Ancam Bunuh Warga yang Hendak Menolong** 4. **Kisah Castro: Dari Pahlawan Kemanusiaan Menjadi Korban Ancaman Maut** 5. **Emosi Memuncak, Rizal Ependi Acungkan Tombak Babi ke Warga yang Berniat Baik** 6. **Melerai Keributan Rumah Tangga, Castro Justru Dikejar dengan Tombak** 7. **Niat Melindungi Ibu dan Anak, Castro Malah Jadi Target Rizal Ependi** 8. **Drama Tanjung Raja: Rizal Ependi Ancam Tombak Castro di Tengah Keributan** 9. **Castro Selamat dari Ancaman Tombak Babi Setelah Berusaha Melerai KDRT** 10. **Kekerasan dan Ancaman di Tanjung Raja: Castro Lolos dari Amukan Rizal Ependi** Judul-judul tersebut mencerminkan ketegangan peristiwa dan memberikan gambaran menarik bagi pembaca.

Ia menambahkan, personel di Pos TK Agapa tidak akan berhenti hanya di satu kampung atau satu kegiatan, melainkan akan terus menyambangi warga di kampung lain, bahkan hingga ke rumah-rumah untuk memastikan semua masyarakat mendapat hak dasar yang menjadi bagian dari kesejahteraan sosial. Di tengah tantangan alam yang tidak ringan, dedikasi dan semangat ini tetap dikedepankan sebagai bentuk pengabdian dan bukti bahwa TNI hadir sebagai mitra rakyat.

Inisiatif yang dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 113/JS TK Agapa ini kembali mengukuhkan pentingnya sinergi antara aparatur pertahanan dan masyarakat sipil dalam membangun Indonesia dari wilayah terluar dan terdalam. Dalam kesunyian pegunungan Papua, secercah harapan kini tumbuh melalui kepedulian, pelayanan, dan niat baik yang diwujudkan dalam kerja nyata. Bagi masyarakat pedalaman, perhatian kecil seperti ini bukan hanya bermanfaat secara praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya bahwa negara tetap hadir di setiap sudut negeri.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Surat Penghentian Diduga Tak Bertaring, Proyek Tower Batununggal Jadi Sorotan Tajam
Warga Batujajar Mengamuk! Kios Diduga Penjual Obat Golongan G Digerebek Massa di Pasar Batujajar
Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wali Murid Apresiasi Psikotes di SMPN 17 Gresik, Ketua Komite Bantah Dugaan Pungli dan Soroti Pemberitaan yang Dinilai Kurang Berimbang
Rapor Merah Disdik Kota Bekasi: Dari Sengkarut SPMB, Mutasi Ilegal PPPK, hingga Dugaan Korupsi Meubeler Diadukan ke Kejari

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:08 WIB

H. Irmawan Dinilai Mampu Jawab Harapan Publik, Didorong Pimpin Aceh Tenggara 2029

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Dihantam Isu Jual Beli Proyek dan Dugaan KKN

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane Tekankan Disiplin dan Etika Medis

Berita Terbaru