Jerry Massie Dorong Pemerintah Kembalikan Format Perencanaan Nasional Seperti GBHN, Pelita, dan Repelita Sebagai Strategi Pembangunan Jangka Panjang yang Berkesinambungan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 14 November 2025 - 00:40 WIB

50492 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Menanggapi wacana yang kembali digaungkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia mengenai penetapan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai arah pembangunan nasional jangka panjang, Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, menyatakan dukungannya terhadap pentingnya keberadaan format haluan negara seperti yang pernah dihadirkan melalui Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Menurut Jerry, PPHN bukan sekadar dokumen formal, melainkan kompas moral dan strategis bangsa di tengah kompleksitas tantangan global dan domestik saat ini.

“GBHN atau yang sekarang disebut PPHN penting sebagai standar sebuah bangsa. Sikap nasionalis kita mulai terkikis oleh budaya intoleransi dan radikalisme, yang perlahan menggeser jati diri bangsa. Budaya asing lebih mudah masuk, sementara budaya kita justru tenggelam. Inilah mengapa negara memerlukan haluan yang jelas untuk menentukan arah perjalanan bangsa,” ujar Jerry, Kamis (13/11/2025).

Menurut pengamat kebijakan publik tersebut, merosotnya nilai, moral, dan akhlak masyarakat menjadi salah satu dampak dari dihapusnya pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan GBHN pasca reformasi. Ia menilai, penghapusan dua landasan moral negara tersebut berdampak pada melemahnya fondasi karakter masyarakat, yang sebelumnya diarahkan melalui konsep pembangunan berasaskan Pancasila serta kepemimpinan nasional yang konsisten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hilangnya GBHN membuat masyarakat kehilangan pedoman yang selama ini menjadi sumber kesatuan pola pikir, cara bertindak, dan pola pembangunan yang berpihak pada kepentingan bersama, di atas segala perbedaan suku, agama, dan ras,” katanya.

Baca Juga :  Ombudsman Puji Kapolri Rekrut Penyandang Disabilitas Jadi Polisi: Itu Luar Biasa!

Lebih lanjut, Jerry menekankan bahwa PPHN tidak sekadar mengatur perencanaan pembangunan lima tahunan, namun juga harus mengandung nilai-nilai konstitusional yang mewujudkan masyarakat yang demokratik, menjunjung tinggi hak asasi manusia tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan lainnya, menjaga keadilan sosial, serta menegakkan supremasi hukum dengan tetap berlandaskan akhlak, budaya, dan etika kehidupan berbangsa.

“PPHN bukan hasil dari rekayasa politik atau kepentingan politis sesaat, melainkan refleksi cita-cita dan amanah para pendiri bangsa. Fungsi utamanya adalah sebagai arah tetap, yang tidak mudah diubah hanya karena pergantian kekuasaan atau kepentingan pragmatis jangka pendek,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jerry juga mengusulkan agar pemerintah menghidupkan kembali kerangka perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang seperti yang pernah diterapkan melalui konsep Pembangunan Lima Tahun (Pelita) dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) pada masa Orde Baru. Ia menilai, model perencanaan seperti itu terbukti membawa stabilitas ekonomi dan arah pembangunan nasional yang terukur.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap keberhasilan masa lalu. Program seperti Pelita berjalan sukses sejak 1969. Dulu kita pernah mengalami inflasi hingga 600 persen pada 1967, dan bisa ditekan hingga menjadi 10 persen saja pada 1969-1970. Ini terjadi berkat perencanaan yang sistematis dan kepemimpinan yang fokus,” ujarnya.

Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran tokoh-tokoh ekonomi nasional seperti Widjojo Nitisastro dan Ali Wardhana, termasuk jajaran teknokrat pada masa itu seperti Radius Prawiro, JB Sumarlin, hingga Mar’ie Muhammad, yang dinilai sebagai sosok profesional berintegritas dan kompeten di bidangnya.

Baca Juga :  SWI: Pengaduan Pers Harus Lewat Jalur Etik, Bukan Teror dan Kekerasan

“Mereka bukan sekadar pejabat, tapi negarawan. Bahkan ayah dari Presiden terpilih saat ini, Prabowo Subianto, sempat dua kali duduk di kabinet pada era Presiden Soekarno dan Soeharto, dan memiliki kontribusi besar dalam diplomasi dan ekonomi,” paparnya.

Dalam pandangan Jerry Massie, untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, pemerintah perlu menyusun kebijakan pembangunan yang tidak terpengaruh oleh pembagian kekuasaan di kursi kabinet. Ia menyoroti bagaimana kepentingan politik acapkali mengganggu niat baik dan keberlanjutan program-program jangka panjang, sehingga rakyat miskin tetap terjebak dalam ketergantungan terhadap bantuan sosial dan sulit mengakses pendidikan serta kebutuhan dasar lainnya.

“Masalah sesungguhnya bukan sekadar pergantian rezim, tapi tidak adanya keberlanjutan perencanaan pembangunan. Semuanya selalu berganti sesuai dengan siapa yang berkuasa. Tidak boleh seperti itu. Pemerintah seharusnya memikirkan keberlanjutan ekonomi rakyat secara utuh. Jangan seperti era Jokowi, yang menurut saya lebih banyak menguntungkan kelompoknya saja,” pungkasnya.

Dengan kembalinya PPHN dalam wacana kenegaraan, upaya membangun sistem perencanaan pembangunan yang inklusif, terukur, dan berkelanjutan diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebangkitan nasionalisme, tetapi juga penguatan kembali fondasi kebangsaan yang menjunjung tinggi persatuan, keadilan sosial, serta kemanusiaan yang beradab. (RED)

Berita Terkait

BNI Hiraukan Perkapolri No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksana Satuan Pengamanan.
Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA
Dudung Abdurachman Di Lantik Menko Polkam, Aktivis Nasional : Sosok Figur Terbaik yang Loyal Terhadap Bapak Presiden Prabowo
Pernyataan Jokowi Dipersoalkan, Jerry Massie Klaim Ada Ratusan Pernyataan yang Dinilainya Bermasalah Selama Sepuluh Tahun
Trio Suryono Persembahkan 10 Karya Buku Inspiratif untuk Kemajuan Dunia Korporasi dan Energi di PT PLN.
Prof DR Sutan Nasomal : Korupsi di Bogor Para ASN Bawahannya Ikut Pucuk Pimpinan Semua. Maka Kpk Jangan Basa Basi Harus Tangkap Pucuk Sampai Akarnya
Kemitraan Media Jadi Sorotan, SWI Jabar Minta Mekanisme yang Jelas demi Mewujudkan Informasi Publik Berkualitas

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB