Waspadaindonesia.com | BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA) Prof Adjunct Dr Marniati MKes menilai Bantuan Langsung Tunai (BLT) dapat menjadi solusi awal yang paling relevan untuk membantu masyarakat terdampak bertahan di masa krisis akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Marniati meminta Gubernur Aceh untuk mempertimbangkan penyaluran BLT sebagai langkah cepat dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Menurutnya, banyak warga saat ini berada dalam kondisi sulit, kehilangan tempat tinggal, serta tidak memiliki biaya hidup yang memadai.
“BLT adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan warga tetap bisa memenuhi kebutuhan utama mereka di tengah situasi darurat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keterlambatan penyaluran bantuan berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama terhadap kesehatan masyarakat.
“Kondisi ini dapat memicu kekurangan gizi, keterbatasan akses air bersih, listrik yang belum stabil, serta tempat tinggal yang tidak layak. Karena itu, bantuan tunai dinilai penting agar masyarakat memiliki keleluasaan untuk menentukan kebutuhan paling mendesak yang mereka hadapi,” ujar Marniati.
Dengan adanya dana tunai, lanjutnya, warga juga dapat mempertimbangkan untuk sementara meninggalkan wilayah berbahaya dan memenuhi kebutuhan awal secara mandiri.
Marniati menilai selama ini relawan dan pemerintah telah banyak menyalurkan bantuan berupa makanan dan pakaian.
Namun, tidak semua kebutuhan warga terdampak dapat dipenuhi melalui bantuan barang.
“Setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda. Bantuan tunai memberi ruang bagi masyarakat untuk memilih sesuai kondisi mereka,” katanya.
Ia menambahkan, skema BLT sudah lazim diterapkan di kawasan terdampak bencana dan terbukti dapat meminimalkan berbagai persoalan lanjutan.
“Terlebih, tidak semua wilayah terdampak berada dalam kondisi terisolasi total. Di beberapa daerah, pasokan kebutuhan pokok masih tersedia selama masyarakat memiliki daya beli,” ujarnya.
Dari sisi efisiensi, penyaluran BLT juga dinilai dapat mempercepat proses pemulihan dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan distribusi bantuan logistik secara terus-menerus, seperti pengiriman makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya.
Oleh karena itu, Marniati berharap Gubernur Aceh dapat segera melakukan pemetaan ketersediaan anggaran dalam penanganan bencana serta mempertimbangkan pemanfaatan dana daerah, termasuk dana cadangan atau dana abadi.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah pusat guna merealisasikan skema BLT bagi masyarakat terdampak.
“Dalam kondisi seperti sekarang, BLT adalah solusi paling realistis untuk mempercepat penyelesaian masa kritis yang dihadapi masyarakat,” kata Marniati.(*)

































