SPBU 243.511 37 di Bandar Lampung Diduga Jual BBM Subsidi ke Mafia Pengecoran, Warga Geram

hayat

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:05 WIB

50231 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – SPBU 243.511 37 yang berlokasi di Sukadanaham, KC Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, diduga melakukan praktik penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara tidak wajar kepada sindikat pengecoran minyak (mafia minyak). Informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar menyebutkan aktivitas pengecoran BBM jenis subsidi kerap terjadi di lokasi tersebut.

Para pengecor BBM disebut-sebut dengan mudah mendapatkan pasokan dalam jumlah besar, yang notabene diperuntukkan bagi masyarakat umum dan konsumen yang berhak. Praktik ini diduga menjadi penyebab sering habisnya stok BBM subsidi di SPBU itu, sementara antrean kendaraan warga masih panjang.

Baca Juga :  LSM Jati Lampung Desak BPJN Wilayah II Transparan soal Anggaran Rp 259,5 Miliar, Aksi Unjuk Rasa Akan Digelar

“Kalau bukan karena kerja sama, tidak mungkin pengecor bisa bolak-balik mengisi BBM. Kami masyarakat biasa justru sering tidak kebagian,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (04/01/2026). Warga menilai, praktik tersebut sangat merugikan masyarakat kecil dan menimbulkan ketidakadilan dalam penyaluran BBM subsidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan kuat adanya pembiaran, bahkan kolusi, antara oknum pengelola SPBU dengan para pengecor semakin menguat. Kondisi ini memicu keresahan dan protes dari warga setempat yang kerap kesulitan mendapatkan haknya.

Baca Juga :  LSM Amunisi Lampung Minta Klarifikasi Dugaan Korupsi Dana BOS SMA di Lampung Timur dan Kota Metro Ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung

Merespon hal tersebut, Ketua LSM Simulasi Lampung, Agung, mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas dan melakukan penyelidikan menyeluruh. “Kami akan bersurat secepatnya kepada pihak berwajib untuk meminta tindakan konkret. Ini sudah merugikan masyarakat dan negara,” tutur Agung.

Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pengelola SPBU 243.511 37 belum berhasil. Publik menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas dugaan kebocoran BBM subsidi ini.

(Hayat)

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Rutan Kelas I Bandar Lampung Gelar Perlombaan Tradisional Penuh Keceriaan
Kajati Lampung Diganti, Danang Suryo Wibowo ke Kejagung
Respons Maraknya Aksi Swadaya, Pemprov Lampung Kaji Skema Bantu Bangun Jalan Desa
Jaksa Tuntut Terdakwa Dendi Ramadhona 11 Tahun Bui dan Uang Pengganti Rp31 Miliar, Zainal Fikri 3 Tahun, Syahril 3 Tahun, Adal Linardo 7 tahun dan Syahril Ansyori 7 Tahun Penjara
Hari Pertama Sekolah, Gubernur Lampung Bersama Kajati Turun Langsung Pastikan Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal
Upaya Menjaga Keamanan, Tim Komposit Gegana Lampung Intensifkan Patroli Dialogis di Berbagai Lokasi Strategis
Wagub Jihan Nurlela Buka Kejuaraan Renang Nasional di Lampung
Pemprov Lampung Dukung Putra Daerah Hadiri Black Hat USA 2026

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Emak-emak di Lawe Penanggalan Blokir Jalan Tuntut Kepastian Bantuan Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Bantuan Bencana Hidrometeorologi Belum Turun, Korban di Aceh Tenggara Gelar Aksi Protes

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan

Berita Terbaru