Waspadaindonesia.com | PIDIE JAYA – Partai Perjuangan Aceh (PPA) mendorong penataan ulang kawasan permukiman di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan juga wilayah terdampak banjir lainnya agar dibangun lebih aman, bebas banjir, dan siap menghadapi potensi bencana berulang di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PPA, Prof Adjunct Dr Marniati MKes dalam rangkaian kegiatan penanganan pascabencana banjir di Pidie Jaya, yakni pembukaan posko kesehatan gratis, pendampingan pendidikan darurat, serta program trauma healing bagi anak-anak dan remaja terdampak.
Menurut Marniati, proses pemulihan pascabencana tidak cukup hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi harus mengusung konsep “membangun lebih baik” (build back better) agar kawasan permukiman yang dibangun ke depan benar-benar lebih aman dan berkelanjutan.
“Rekonstruksi pascabencana harus menjadi momentum untuk membangun lebih baik. Rumah-rumah yang sebelumnya terendam banjir perlu ditata ulang secara menyeluruh agar lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana berulang,” ujar Marniati.
Ia menegaskan, penataan kembali kawasan perumahan perlu melibatkan para pakar, termasuk ahli kebencanaan, tata ruang, serta arsitek-arsitek terbaik, agar desain hunian dan lingkungan permukiman memiliki standar keselamatan tinggi, sistem drainase yang memadai, serta memanfaatkan teknologi modern.
Marniati menilai, pelibatan arsitektur berkelas dunia penting untuk memastikan kawasan permukiman yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga adaptif terhadap risiko bencana, ramah lingkungan, dan mendukung kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Dorongan tersebut melengkapi rangkaian komitmen PPA dalam penanganan pascabencana di Pidie Jaya, yang sebelumnya diwujudkan melalui layanan kesehatan gratis, pendampingan pendidikan, trauma healing, penyaluran bantuan sosial, serta pemberian beasiswa bagi anak-anak terdampak banjir.
PPA juga mendorong pemerintah pusat dan daerah agar proses rekonstruksi pascabencana dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berorientasi pada mitigasi risiko, sehingga tidak terjadi kerusakan berulang di masa depan.
Masyarakat setempat menyambut baik gagasan tersebut. Warga berharap pembangunan kembali kawasan permukiman tidak sekadar bersifat sementara, tetapi benar-benar menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Melalui rangkaian aksi kemanusiaan dan gagasan pemulihan ini, PPA menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pascabencana di Aceh secara menyeluruh, mulai dari aspek kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan permukiman yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan. [Redaksi]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


































