Tambang Galian C Di Pekon Wates Selatan Di Keluhkan Warga Jalan Rusak Dan Suka Banjir

Waspada Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:12 WIB

50141 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU – Jalan di Dusun Sari Bumi, Desa Wates Selatan, Kabupaten Pringsewu, Lampung, rusak parah dan sulit ditempuh akibat aktivitas tambang galian C yang diduga dikendalikan seseorang bernama Sandi. Kondisi jalan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, namun juga dicurigai berkaitan dengan terjadinya banjir besar beberapa waktu lalu di wilayah tersebut.

Aktivitas penggalian telah berlangsung lama dengan pergantian pemborong secara berkala.

“Pemborongnya ganti-ganti yang sekarang pak sandi namanya. Lewat sini setiap hari, mobil pengangkutnya sedikitnya aja sepuluh terkadang sampai 20 mobil yang lewat gimana nggak rusak,” ujar salah satu warga yang tinggal di pinggir jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga pinggir jalan mengaku pernah menerima kompensasi berupa uang tunai Rp50 ribu sekali saja, serta beras 5 kg dan minyak. Namun bantuan tersebut tidak diberikan secara berkelanjutan dan hanya untuk sebagian warga.

“Itu memang dikasih ganti rugi… uang kompensasi debu lima puluh ribu, cuman baru itu sama lagi kemarinnya beras lima kilo sama minyak udah dan yang dikasih, cuman yang dekat ini aja, yang pinggir jalan ini aja,” jelasnya.

Baca Juga :  MASYARAKAT PEKON BULUREJO BERGOTONG ROYONG BERSIH BERSIH JALAN

Menurut regulasi nasional, perusahaan tambang tidak diwajibkan memberikan uang tunai langsung sebagai kompensasi, namun harus menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, atau program ekonomi masyarakat. Bantuan yang diterima warga belum memenuhi standar tanggung jawab sosial yang seharusnya diberikan secara berkelanjutan.

Kekesalan juga datang dari pemilik tanah yang semula menyediakan akses jalan untuk masyarakat.

“Sebenarnya saya dulu tuh kasih jalan, ternyata ya kayak gini lah nggak bisa ngomong lagi saya udah udah males saya ngomong,” ucapnya dengan nada kesal.

Senada dengan itu, warga inisial MR (34) mengeluhkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan.

Baca Juga :  Kejaksaan Negeri Pringsewu bersama Dinas Pertanian Pringsewu Fasilitasi Penyerahan Bantuan CSR Perpadi kepada Petani Mitra Adhyaksa

“Jalan kaki susah, saya montor aja kotor kayak gitu… jalan kaki aja sampai jinjing-jinjing baju gitu susah tuh,” katanya tak mau disebutkan nama secara lengkap.

Upaya masyarakat untuk melapor ke aparat pekon sebelumnya hanya menghasilkan penanganan yang tidak memuaskan.

“Udah ya katanya suruh timbun-timbun dah gitu aja,” ucap ibu MR menirukan ucapan dari pihak pekon.

Ia juga menyindir kemungkinan hubungan antara aktivitas penggalian dengan banjir.

“Kemarin Sari Bumi banjir gede, mungkin dampak dari situ ya? Nah, makanya dampak dari digundulin ini ya bang,” katanya sambil menunjukkan rasa khawatir.

Masyarakat berharap jalan segera diperbaiki dan pihak berwenang mengambil tindakan tegas terkait aktivitas penggalian agar tidak menyebabkan dampak buruk lebih lanjut.

“Harapannya nanti supaya dibagusin biar nggak becek kalau jalan biar nggak debu,” pinta warga dusun sari bumi dan pekon wates selatan.

(RED)

Berita Terkait

Habiskan Rp 1,677 Miliar untuk Bimtek dan Rp 479 Juta untuk Jasa Tenaga Ahli, Anggaran DPRD Pringsewu Dinilai Sangat Memberatkan
Dugaan Mark’Up Anggaran Konsumsi Rapat DPRD Pringsewu 2025 Capai Rp1,3 Miliar, Publik Mendesak Audit Menyeluruh  
Baru Tiga Hari Jadian, Remaja Pringsewu Rudapaksa Pacar Berujung Penjara
Bupati dan Wabup Pringsewu Tinjau Rumah Warga Tertimpa Musibah di Pekon Sukaratu
Bupati Pringsewu Santuni Keluarga Pekerja Migran Yang Meninggal Dunia di Malaysia
DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN GELAR LOMBA BERTUTUR TINGKAT SD DAN MI‎
Kejati Lampung Pulihkan Keuangan Negara, Sebesar Rp 1,5 M, Melalui Bantuan Hukum Non Litigasi
Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Pringsewu Capai Rp16,79 Miliar,Pengamat: Wajib Diaudit Menyeluruh

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:35 WIB

Kasus Korupsi Lahan di Lampung Selatan, Thio Stefanus: Putusan Perdata Menangkan Saya, Mengapa Dipidana

Jumat, 17 April 2026 - 17:54 WIB

DPC LSM Trinusa Lamsel Desak Kejari Usut Dugaan Korupsi Dana BOS SDN Pamulihan

Jumat, 17 April 2026 - 17:24 WIB

LSM TRINUSA DPC Lampung Selatan Soroti Pengelolaan BOS SMK Nurul Huda, Ferdy Saputra: Kami Kantongi Bukti, Segera Laporkan ke APH

Jumat, 17 April 2026 - 17:19 WIB

LSM TRINUSA DPC Lampung Selatan Soroti Pengelolaan BOS SMK Nurul Huda, Ferdy Saputra: Kami Kantongi Bukti, Segera Laporkan ke APH

Selasa, 7 April 2026 - 17:27 WIB

LSM Trinusa DPD Provinsi Lampung Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-42 untuk IPDA Akhmad Tarmizi Setiawan, S.H., M.H.

Kamis, 2 April 2026 - 14:08 WIB

LSM JATI Minta Transparansi Pengelolaan Anggaran di BPKAD Lampung Selatan, Soroti Realisasi APBD 2025 dan LHKPN Kepala BPKAD

Rabu, 1 April 2026 - 17:39 WIB

LKPj 2025 Disampaikan, Pemkab Lamsel Catat Realisasi Pendapatan 97 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi

Senin, 30 Maret 2026 - 07:33 WIB

Pemkab Lampung Selatan Tegaskan Tak Ada PHK Massal PPPK

Berita Terbaru