Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Kabupaten Aceh Tenggara dinilai memerlukan terobosan program pembangunan berskala besar yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pertanian, irigasi, serta mitigasi bencana. Hal ini disampaikan Ketua KALIBER ACEH, Zulkanedi ZK, yang menilai pemerintah pusat perlu memperkuat komitmen membangun Aceh Tenggara melalui program-program strategis.

Selama ini, kebutuhan petani terhadap infrastruktur irigasi menjadi keluhan utama di Aceh Tenggara. Ketersediaan air untuk sawah dan lahan pertanian dianggap vital, mengingat sektor ini menjadi penyangga utama ketahanan pangan daerah. Zulkanedi menegaskan pentingnya program-program seperti pembangunan saluran irigasi dan proyek tata guna air yang manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh petani.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) disebut KALIBER ACEH sebagai salah satu langkah konkrit pemerintah pusat yang harus dikawal ketat agar pelaksanaannya sesuai sasaran dan benar-benar transparan. Perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian di Aceh Tenggara diharapkan menjadi momentum membangun peran Aceh dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Kolaborasi Petugas, Warga Binaan, dan TNI-Polri dalam Memperbaiki Fasilitas yang Rusak di Lapas Kutacane

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, KALIBER ACEH mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam fungsi pengawasan. Setiap pengawasan terhadap proyek pemerintah harus berjalan sesuai prosedur dan mekanisme resmi, bukan dengan tekanan atau intimidasi terhadap pelaksana di lapangan, baik kepala desa maupun kelompok tani. Beberapa kepala desa mengaku banyak pihak datang melakukan pemeriksaan tanpa dasar cukup, lalu langsung membangun stigma negatif tanpa proses yang transparan dan akurat.

KALIBER ACEH meminta masyarakat tetap kritis namun obyektif. Pengawasan dan kritik bagian dari demokrasi, namun penyampaiannya harus faktual dan bertanggung jawab. Penegak hukum didorong untuk bertindak adil, sementara media diimbau memverifikasi setiap informasi sebelum menyebarkan, agar tidak memperkeruh suasana dan merusak iklim investasi di Aceh Tenggara. Tuduhan penyimpangan dana proyek atau penyalahgunaan kewenangan sebaiknya disalurkan melalui mekanisme yang sah, sehingga penanganannya bisa profesional dan tidak membenihkan fitnah di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Kapolres Agara Dimutasi, Digantkan AKBP Yulhendri

Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, KALIBER ACEH saat ini turut memperjuangkan hadirnya program mitigasi bencana besar, khususnya menyangkut penataan dan pengamanan alur sungai seperti Kali Alas dan Kali Bulan yang kerap menimbulkan ancaman banjir. Rencana investasi strategis dengan nilai mencapai triliunan rupiah diusulkan agar kawasan rawan bencana di Aceh Tenggara lebih terlindungi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur pertanian.

KALIBER ACEH menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga organisasi masyarakat sipil. Dengan pengawalan bersama, setiap program pembangunan dapat berjalan efektif, adil, dan membawa manfaat nyata bagi warga. Ketua KALIBER ACEH juga menekankan, semakin banyak program strategis yang masuk dan berhasil diwujudkan di Aceh Tenggara, semakin besar pula peluang daerah ini menjadi lumbung pangan dan kawasan aman bencana bagi Aceh dan Indonesia.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum
Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri
Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam
Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara
KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan
H. Irmawan Dinilai Mampu Jawab Harapan Publik, Didorong Pimpin Aceh Tenggara 2029
Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Dihantam Isu Jual Beli Proyek dan Dugaan KKN
Tingkatkan Kualitas Layanan, Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane Tekankan Disiplin dan Etika Medis

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:08 WIB

H. Irmawan Dinilai Mampu Jawab Harapan Publik, Didorong Pimpin Aceh Tenggara 2029

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Dihantam Isu Jual Beli Proyek dan Dugaan KKN

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane Tekankan Disiplin dan Etika Medis

Berita Terbaru