Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

50327 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Kabupaten Aceh Tenggara dinilai memerlukan terobosan program pembangunan berskala besar yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pertanian, irigasi, serta mitigasi bencana. Hal ini disampaikan Ketua KALIBER ACEH, Zulkanedi ZK, yang menilai pemerintah pusat perlu memperkuat komitmen membangun Aceh Tenggara melalui program-program strategis.

Selama ini, kebutuhan petani terhadap infrastruktur irigasi menjadi keluhan utama di Aceh Tenggara. Ketersediaan air untuk sawah dan lahan pertanian dianggap vital, mengingat sektor ini menjadi penyangga utama ketahanan pangan daerah. Zulkanedi menegaskan pentingnya program-program seperti pembangunan saluran irigasi dan proyek tata guna air yang manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh petani.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) disebut KALIBER ACEH sebagai salah satu langkah konkrit pemerintah pusat yang harus dikawal ketat agar pelaksanaannya sesuai sasaran dan benar-benar transparan. Perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian di Aceh Tenggara diharapkan menjadi momentum membangun peran Aceh dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Oknum Guru SMK di Aceh Tenggara Terlibat Narkoba

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, KALIBER ACEH mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam fungsi pengawasan. Setiap pengawasan terhadap proyek pemerintah harus berjalan sesuai prosedur dan mekanisme resmi, bukan dengan tekanan atau intimidasi terhadap pelaksana di lapangan, baik kepala desa maupun kelompok tani. Beberapa kepala desa mengaku banyak pihak datang melakukan pemeriksaan tanpa dasar cukup, lalu langsung membangun stigma negatif tanpa proses yang transparan dan akurat.

KALIBER ACEH meminta masyarakat tetap kritis namun obyektif. Pengawasan dan kritik bagian dari demokrasi, namun penyampaiannya harus faktual dan bertanggung jawab. Penegak hukum didorong untuk bertindak adil, sementara media diimbau memverifikasi setiap informasi sebelum menyebarkan, agar tidak memperkeruh suasana dan merusak iklim investasi di Aceh Tenggara. Tuduhan penyimpangan dana proyek atau penyalahgunaan kewenangan sebaiknya disalurkan melalui mekanisme yang sah, sehingga penanganannya bisa profesional dan tidak membenihkan fitnah di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Tenggara Pastikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran 2026 Telah Disahkan dan Dana Sudah Dicairkan

Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, KALIBER ACEH saat ini turut memperjuangkan hadirnya program mitigasi bencana besar, khususnya menyangkut penataan dan pengamanan alur sungai seperti Kali Alas dan Kali Bulan yang kerap menimbulkan ancaman banjir. Rencana investasi strategis dengan nilai mencapai triliunan rupiah diusulkan agar kawasan rawan bencana di Aceh Tenggara lebih terlindungi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur pertanian.

KALIBER ACEH menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga organisasi masyarakat sipil. Dengan pengawalan bersama, setiap program pembangunan dapat berjalan efektif, adil, dan membawa manfaat nyata bagi warga. Ketua KALIBER ACEH juga menekankan, semakin banyak program strategis yang masuk dan berhasil diwujudkan di Aceh Tenggara, semakin besar pula peluang daerah ini menjadi lumbung pangan dan kawasan aman bencana bagi Aceh dan Indonesia.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru