Aceh Tenggara – Kabupaten Aceh Tenggara dinilai memerlukan terobosan program pembangunan berskala besar yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pertanian, irigasi, serta mitigasi bencana. Hal ini disampaikan Ketua KALIBER ACEH, Zulkanedi ZK, yang menilai pemerintah pusat perlu memperkuat komitmen membangun Aceh Tenggara melalui program-program strategis.
Selama ini, kebutuhan petani terhadap infrastruktur irigasi menjadi keluhan utama di Aceh Tenggara. Ketersediaan air untuk sawah dan lahan pertanian dianggap vital, mengingat sektor ini menjadi penyangga utama ketahanan pangan daerah. Zulkanedi menegaskan pentingnya program-program seperti pembangunan saluran irigasi dan proyek tata guna air yang manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh petani.
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) disebut KALIBER ACEH sebagai salah satu langkah konkrit pemerintah pusat yang harus dikawal ketat agar pelaksanaannya sesuai sasaran dan benar-benar transparan. Perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian di Aceh Tenggara diharapkan menjadi momentum membangun peran Aceh dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, KALIBER ACEH mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam fungsi pengawasan. Setiap pengawasan terhadap proyek pemerintah harus berjalan sesuai prosedur dan mekanisme resmi, bukan dengan tekanan atau intimidasi terhadap pelaksana di lapangan, baik kepala desa maupun kelompok tani. Beberapa kepala desa mengaku banyak pihak datang melakukan pemeriksaan tanpa dasar cukup, lalu langsung membangun stigma negatif tanpa proses yang transparan dan akurat.
KALIBER ACEH meminta masyarakat tetap kritis namun obyektif. Pengawasan dan kritik bagian dari demokrasi, namun penyampaiannya harus faktual dan bertanggung jawab. Penegak hukum didorong untuk bertindak adil, sementara media diimbau memverifikasi setiap informasi sebelum menyebarkan, agar tidak memperkeruh suasana dan merusak iklim investasi di Aceh Tenggara. Tuduhan penyimpangan dana proyek atau penyalahgunaan kewenangan sebaiknya disalurkan melalui mekanisme yang sah, sehingga penanganannya bisa profesional dan tidak membenihkan fitnah di tengah masyarakat.
Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, KALIBER ACEH saat ini turut memperjuangkan hadirnya program mitigasi bencana besar, khususnya menyangkut penataan dan pengamanan alur sungai seperti Kali Alas dan Kali Bulan yang kerap menimbulkan ancaman banjir. Rencana investasi strategis dengan nilai mencapai triliunan rupiah diusulkan agar kawasan rawan bencana di Aceh Tenggara lebih terlindungi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur pertanian.
KALIBER ACEH menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga organisasi masyarakat sipil. Dengan pengawalan bersama, setiap program pembangunan dapat berjalan efektif, adil, dan membawa manfaat nyata bagi warga. Ketua KALIBER ACEH juga menekankan, semakin banyak program strategis yang masuk dan berhasil diwujudkan di Aceh Tenggara, semakin besar pula peluang daerah ini menjadi lumbung pangan dan kawasan aman bencana bagi Aceh dan Indonesia.
Laporan : Salihan Beruh


































